Posts Tagged With: warsawa

Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus,Polandia


hum-lomba-blog-1 (1)
Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji,. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui”. (Q.S.Al Baqarah: 261)
 
 
****
 

          SHARING BRINGS HAPPINESS 

 
Saya, Raidah Athirah .Ini kisah perjalanan hidup  yang ingin saya bagi kepada saudara di tanah air.Kaki saya menapak disini tapi semangat menjadi relawan terlahir pertama kali di ibu pertiwi .Hari ini saya bergabung dengan orang-orang yang memiliki kesamaan tujuan, berbagi .Ada kegiatan setiap hari minggu untuk membagikan makanan atau pakaian layak pakai di sekitaran Warsawa , ibu kota Polandia.Banyak diantara wajah-wajah itu orang-orang yang mengungsi dari negara tetangga Ukraina akibat kemelut perang,para homeless dan juga  pengemis.
1513409753404
Saya adalah salah satu kaki diantara relawan ini.Bersama teman-teman dari India dan beberapa sahabat orang Polandia setiap hari minggu kami berkumpul di sini , di pusat kota Warsawa.Inilah jalan #MembentangKebaikan .Bagi kami setiap bulan adalah #BulanKemanusiaan.Setiap diri bisa menjadi #HeroJamanNow
1513409552654.jpg
Tiga belas tahun yang lalu  awal takdir mempertemukan saya dengan kaki ringkih yang tumbuh di keramaian jalanan kota kembang, Bandung .Lebih tepatnya anak-anak kuat yang hidup di sepanjang jalan Asia-Afrika ,di bawah jembatan yang menghubungkan sungai Citarum ke Masjid Raya .
Di tahun yang sama ,saya juga bekerja sebagai guru TK dengan bayaran dari mulai Rp 75.000 sampai meningkat menjadi Rp 150.000 .Semua saya niatkan untuk belajar dan menimbah pengalaman.
Sebagai seorang yang pernah hidup dalam pengungsian saya diajarkan akan satu prinsip bahwa berbagi menjadikan hati  kaya dan berarti .Saya percaya hanya orang-orang yang berhati kaya yang mengerti makna berbagi.
Sekalipun hidup serba pas-pasan niat yang ada dalam  diri hanya ingin belajar arti kehidupan dengan  tersambung bersama anak-anak yang besar di keramaian perjalanan.
Saya tinggal di Cimahi ,mengajar TK dari jam tujuh sampai jam sepuluh pagi .Pada pukul satu siang saya akan menaiki kereta ekonomi yang padat menuju Bandung kota .Tak ada yang meminta saya.Tak ada yang menyuruh saya .Saya bergerak karena saya tahu ada hal yang bisa saya berikan bukan hanya  tentang uang  tetapi tentang peradaban yakni mengajarkan mereka baca tulis.
Saya mendudukkan diri saya diantara mereka sebagai seorang kakak.Saya tidak bisa memberi mereka uang karena mereka sendiri telah terbiasa mendapatkan uang di jalanan.
Bukankah berbagi tidak selamanya tentang uang ?
Saya berharap setidaknya dengan  mengajarkan mereka baca tulis ada setitik harapan kepada mereka  memandang dunia dan segala pernak-perniknya.
Setiap datang gajian ,saya akan mampir ke tempat kumuh dengan bau pesing yang menyengat.Memang apa yang saya berikan tak begitu berharga.Hanya buku tulis murah , pulpen,dan pensil disertai buku buku menggambar sisa yang saya bawa dari TK yang sudah dibuang.
Saya berharap kepada Allah ,Tuhan Yang Maha Rahman meridhoi apa yang saya lakukan.Saya merelakan diri sendirian kemudian seorang sahabat saya ikut bergabung untuk mengajar mereka.
Dalam masa kuliah di Pasundan pun saya meluangkan waktu mengunjungi mereka selepas mata kuliah selesai.Tak ada yang mengetahui aktivitas yang saya lakukan . Berbagi tanpa  nama,tanpa dukungan dan tanpa keramaian.Begitu terus sampai nadi saya menyatu dengan kehidupan jalanan yang keras tapi penuh ketulusan.
Di jalanan pula saya belajar banyak hal termasuk membeli buku-buku bekas yang bisa saya baca dan pada akhirnya saya memberanikan diri mengajar bahasa Inggris kepada adik kelas agar bisa menunjang  kehidupan ekonomi saya yang pas-pasan.
” Teteh…,nggak apa-apa beliin kami buku tulis ? Teteh jangan repot-repot ! Teteh ngajarin kami aja udah Alhamdulillah ,” ucap anak jalanan bernama Ima yang sudah memasuki usia SMP.
Saya merindukan mereka ,merindukan adik-adik yang telah menjadi jalan bagi saya  hari ini menjejak di negeri Sang Paulus,Polandia.
Ingatan saya belumlah kering.Pernah datang masa kepada saya dimana seorang adik asuh yatim ingin sekali kembali ke desa menengok neneknya yang sudah sepuh .Ia ingin meminjam uang sebesar seratus ribu rupiah.Bagi saya di masa itu, uang   itu adalah angka yang sangat besar.Saya ingin mewujudkan mimpi itu tapi saya juga sangat terbatas untuk membantu.Saya benar-benar tak memiliki daya.
Dalam gerimis di sepanjang jalan Braga ,hati  mengadu kepada Allah ,Tuhan Yang Maha Kaya. Saya ingin sekali mewujudkan mimpi itu.Air dari langit menjadi saksi doa dalam sunyi yang penuh harap.
Saya menceritakan ini bukan untuk siapa-siapa.Bukan pula dipandang bak pahlawan.Kisah  ini saya  ceritakan  kembali untuk mengingat hati  yang rapuh . Mengingatkan hati saya bahwa betapa banyak nikmat yang saya dapatkan ketika saya berbagi.Sedikit sekali yang saya bagi.Demi Allah, sedikit sekali !
Bulan demi bulan berlalu.Ikhtiar ini biarlah langit yang menilai .Amat  sangat keras. Dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas karena saya juga bekerja untuk membiayai kuliah jadilah saya mencari donatur dengan menggunakan kemampuan saya dalam membuat laporan keuangan .
Saya pernah membuat proposal dan mengajukan ke beberapa instansi kota tapi kenyataan tak semudah dikata ,ada prosedur ,ada masa menunggu tanpa kepastian.Bulan berlalu dan tak ada dana yang cair.
Saya menghapus air mata dalam masa menunggu kereta api saat kembali ke  Cimahi . Bening-bening tanda  ketidak berdayaan . Adik-adik saya tidaklah menuntut tapi saya selalu memegang apa yang saya pernah janjikan.
Berselancarlah saya ke dunia maya.Mengirim random proposal keuangan kepada beberapa email yang saya dapatkan di internet.Hanya berbekal niat berikhtiar .Kepasrahan sudah tertanam dalam hati,harapan ini saya gantungkan ke langit.
Ketika bulan suci Ramadhan tiba ,saya semakin dilanda gelisah.Tidak mudah meyakinkan siapa saja untuk ikut berbagi.Segala puji bagi Allah , satu keluarga Pakistan mengirimkan uang dalam jumlah yang sangat besar untuk ukuran saya saat itu yakni satu juta rupiah .
Ketika saya menerima uang itu saya tersedu-sedu.Saya bergegas menuju alun-alun kota Bandung, memberikan kepada mereka rezeki yang saya dapatkan.Saya semakin yakin bahwa Allah Maha Melihat ,Dia Tuhan Yang Maha Kuasa .Terkadang sebagian teman-teman kuliah  heran dengan langkah saya yang selalu menuju  alun-alun kota.
Tahun berlalu , keadaan ekonomi saya semakin membaik dengan banyaknya panggilan mengajar privat .Tawa adik-adik di jalanan menjadi semangat luar biasa bagi saya untuk belajar dan bekerja.Saya bahkan lupa dengan masalah saya sendiri.
Waktu berqurban datang dan jaminan Allah bahwa  Dia akan menolong orang-orang yang sabar dan yakin, benar adanya.Sebuah email datang kepada saya dari seorang yang sangat jauh.Jauh sekali .Jauh dari angan-angan masa kecil dan mimpi .
Seseorang dari tanah Eropa menghubungi saya .Beliau bersedia menjadi donatur  untuk program Qurban dan berlanjut untuk anak -anak Yatim di Cimahi .
Proposal yang saya kirimkan satu minggu yang lalu ternyata telah sampai kepada beliau.Dalam email balasan itu beliau menginformasikan perihal uang untuk anak-anak jalanan,uang Qurban dan anak-anak yatim.
Sempat muncul rasa khawatir ,mungkin saja ini hanya penipuan..Allah Tala pertemukan dengan jalan kebaikan.
Ketika saya mengecek akun saya di Bank BNI ada perasaan tak percaya ada yang berani mengirimkan uang dalam jumlah yang banyak hanya berdasarkan kepercayaan.Saya mengirimkan email balasan dengan melampirkan laporan keuangan penggunaan dana yang beliau berikan.
Janji saya kepada adik asuh tertunaikan.Saya dengan ikhtiar sederhana mempertemukannya dengan keluarga yang sudah lama tak jumpa.Neneknya yang tinggal di pelosok desa Jawa Barat akhirnya bisa bertemu dengan cucu yang beliau ingat masih berwajah bayi baru lahir.Bahagia apa yang bisa seperti ini ?
****
Dengan jalan demikianlah Allah Yang Maha Memasangkan memperjalankan takdir . Setelah acara Qurban selesai saya dilamar oleh Sang Donatur , seorang mualaf dari keluarga Katolik dan Yahudi di Polandia.Betapa Allah Maha Besar membolak-balikkan keadaan.Di negeri ini pula saya masih menyimpan cita-cita bahwa suatu hari kelak hidup ini berarti bagi negeri .
Hari ini kaki saya menjejak bukanlah atas kebaikan saya melainkan  yakin Allah Ta’ala menjawab doa-doa orang yang tulus.
Apa yang hendak saya ceritakan lagi? Tidak ada ! Saudara harus menyadari ini dan menanamkan dalam diri bahwa berbagilah niscaya hati akan merasakan bahagia.Berbagi tidak perlu menunggu kaya .Berbagi tidak perlu menunggu .Lakukan saja ,niatkan bersama langit bahwa hidup ingin merasakan bahagia.
FB_IMG_1513435351559.jpg
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ku Tunggu Kau di Royal Łazienki


Saya mau cerita dulu mengenai asal muasal nama Royal Łazienki ini. Masih ada hubungannya tidak dengan muntah- muntah. Sudah! Tak usah ditanya. Muntah- muntah bagi saya selama hamil sudah lebih dari menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap hari senin. Ingat jaman SD saat bapak guru menerangkan hikayat perihal nama- nama tempat bersejarah seperti candi Prambanan, candi Brobudur, Candi Kalasan, candi Dieng dan candi lainnya.Ini kok nama candi semua yang disebut.

 

Subhanallah mbaaak maas bro nggak usah heran .Ini mau saya jelaskan segera. Tolong perhatiannya dipusatkan. Gaya ibu guru menjelaskan kepada anak- anak polos di tanah air yang mendengar dengan antusias dan kemudian cepat sekali hilang ingatan. Saya tidak ingin kisah yang saya ceritakan berakhir seperti itu. Jadi tolong anda ingat Royal Łazienki ( baca wajienki) itu di Warsawa Polandia. Tepat di pusat kota. Ke arah selatan terhubung dengan Ulica ( jalan ) Wilanöw tempat mesjid Warsawa berada. Saya harus menerangkan kepada anda bukan takut anda salah jalan tapi karena takut anda salah langkah. Melangkah ke mesjid Warsawa saat anda pertama kali ke Polandia , bukan jalan – jalan ke Royal Łazienki menikmati indahnya taman dan candi- candi bersejarah di Polandia.

 

Royal Łazienki ini sangat luas 76 hektar luas lahannya di pusat ibu kota Warsawa.Di desain oleh seorang arsitek keturunan Belanda Tylman Van Gemeren ( jiaaaaaah ! nenek moyang penjajah kita ternyata terkenal juga dalam sejarah Polandia ) .Di bangun atas permintaan putra mahkota Polandia Stanisław Herakliusz Lubomirski. Sang pangeran ini dikenal hobi dengan hal – hal yang berbau artistik, juga seorang politisi dan penulis . Di bangun pada abad ke -17 dan mengalami perubahan berkali- kali berdasarkan peristiwa sejarah di Polandia.

 

Pada tahun 1944 ( beda setahun sama kemerdekaan tanah air beta ) tempat ini mengalami kebakaran yang mengakibatkan kerusakan yang sangat parah dikarenakan terjadi pemberontakan di Warsawa. Itu Mbaak Maaaas bro pertempuran antara pasukan Jerman dan pasukan Polandia pada perang Dunia II.

 

Oya Mbaak Maas bro nama Royal Łazienki itu artinya paviliun pemandian berasal dari kata Łazienki ( ” Tempat Mandi ” ) atau kalau di terjemahkan kasar oleh orang Polandia dibilangnya toilet alias WC . Kalau saya sendiri punya terjemahan khusus ” Jamban Raksasa” . Ini bukan asal comot kata ya. Buktinya banyak sekali burung- burung di taman yang kalau tidak hati- hati kepala anda bisa dijadikan toilet dadakan. Subhanallah Maaaak tolong bersihkan kotoran ini!.Mobil kami sudah menjadi bukti kekurang- ajaran burung- burung itu. Kotoran mereka tepat di depan kaca mobil menghalangi dan merusak pemandangan sang sopir. Siapa lagi kalau bukan Abu Aisha :).

 

Setelah perang Dunia II berakhir ( alhamdulillah ) mulai dilakukan rekonstruksi terhadap taman – taman dan istana. Ini saya uraikan struktur Royal Łazienki biar anda tidak berputar- putar hanya di satu tempat. Ada Palace on the Water, Roman theater, White House, Myślewicki Palace, Old Orangery, New Orangery, Temple of Diana, Egyptian temple, Water tower.Tak lupa bangunan- bangunan bergaya istana yang ada di dalam namanya Belweder, Ujazdów Castle, dan Chopin monument. Sekian informasi yang bisa saya berikan saat ini.

 

Kok tidak diterangkan satu- satu nama tempatnya?. Mbaak Maaaas bro ini kisah perjalanan Aisha Pisarzewska . Memoar namanya. Bukan cerita sejarah yang ingin saya tulis apalagi ingin jadi guide. Untuk selengkapnya Mbak dan Mas bro bisa tanya Om Google kalau masih tidak mengerti kirim ke saya nanti saya tanya Abu Aisha , iya kalau dia mau menerangkan yang ada pasti saya diceremahin. Kalau mau belajar sejarah itu baca kisah sejarah bangsa Arab, Sirah Nabawiyah , kisah para sahabat nabi supaya lebih berbobot”.Gaya Abu Aisha menceramahin saya.

 

 

Subhanallah ini saya nikah sama orang Polandia apa sama orang Arab?. Setiap saya tanya Abu Aisha perihal nama-nama tempat yang kami kunjungi. Jawaban akhirnya sangat mengecewakan “saya tidak tahu” atau lebih kasarnya ” tidak mau tahu ” . Trus saya harus tanya ke siapa. Abu Aisha pasti mengeluarkan kalimat rayuan” makanya kamu belajar bahasa Polandia yang rajin supaya bisa tanya langsung ke babca ( nenek Aisha , ibu mertua )”. Kalau sudah mendapat jawaban seperti ini saya pasti muntah – muntah , berjalan ke toilet dan langsung naik ke ranjang alias tempat paling aman buat sembunyi dari semua keresahan dan gundah – gulana dan bertanya dalam hati ” Mengapa saya tak punya semangat belajar bahasa Polandia semenjak hamil ?. Saya justru lebih bersemangat mendengar ceramah bahasa Arab , walaupun saya sendiri tak bisa bahasa Arab ” . Kalau ber- naam apalagi laaaaaa , sudah setiap hari saya praktekin dengan Abu Aisha .Ya sudahlah mungkin bawaan orok.

 

Ibu mertua sering berkunjung ke apartemen , baik untuk mengantar makanan untuk menantu kesayangannya atau datang menengok. Maka, tercetuslah ide untuk jalan- jalan ke Royal Łazienki pada hari minggu karena cuma hari itu ibu mertua saya libur. Tentu saya harus diajak. Saya kan pemeran utamanya. Alhamdulillah cuaca cerah dan berangkatlah kami berempat , Aisha di perut juga di hitung ya maaaak.

 

Jamban Raksasa itu penuh dengan turis. Tapi kami tidak sampai berdesak- desakan wong tempatnya seluas mata memandang. Saat tiba di depan Jamban . Kok namanya berubah jadi jamban mbak?. Iya sengaja biar lidah saya nggak keseleo ucapin nama tempat ini dalam bahasa asli .Kami berpasasan dengan turis dari Israel dan kemudian duduk berhadapan di dalam taman. Abu Aisha sudah pasang muka batu alias tidak suka apalagi beberapa diantara mereka mencuri- curi pandang ke arah kami. Lengkap sudah kekesalan Abu Aisha ditambah saya juga mulai sedikit berulah alias kebelet pipis , maklum ibu hamil pasti sering mengunjungi toilet. Tapi mana toiletnya ? . Subhanllah Maaaak saya sudah tak tahan lagi.

 

Namanya doang yang Jamban Raksasa. Untuk sampai ke toilet kami bersama ibu mertua harus bertawaf alias putar- putar sampai pusing kepala dan perut untuk bisa menemukan toilet. Akhirnya ibu mertua saya yang pemberani bertanya ke petugas penjaga istana kekaisaran , dimana kami bisa menemukan toilet di Jamban Raksasa . Maka penderitaan saya berbuah manis tibalah kami di sebuah istana .Tempat yang kami tuju adalah toilet disaat orang lain sibuk melihat gambar- gambar dan mengagumi patung- patung yang ada dalam istana. Kami menuju toilet. Abu Aisha keluar dari istana dia memang lebih suka melihat pepohonan nan rimbun dan bungan- bunga yang bermekaran di taman dibandingkan mematut- matut diri di dalam bangunan istana. Mana tahan dia dengan patung- patung manusia yang setengah telanjang atau pose menantang.

 

Sebelum Abu Aisha berlalu terlalu jauh ibu mertua saya mengingatkan ” Ku tunggu kau di Royal Łazienki ” . Khawatir kalau nanti saling mencari di areal Jamban Raksasa. Mbaaaak Maaaas anda sudah tahu kan tipikal toilet di Eropa. Kalau belum tahu sini saya kasih tahu. Ah saya sudah tahu. You wish saya perjelas:).Toilet di Eropa ini tipikal toilet kering alias bebas air trus bersih- bersih tempat privat dengan apa? . Dengan tissue maaaak. Gaya benar euy!. Bukan .Ini tradisi mau gimana lagi terimahlah nasibmu kalau kau tinggal di Eropa .

 

Malang benar nasibku di Jamban Raksasa ini, kerjaannya paling sering minta diantarkan ke toilet kalau bukan membersihkan muntah ya buang air khas wanita hamil. Mana toilet itu kan tempatnya syaitan berkumpul dan bermusyawarah. Masuknya saja harus membaca doa:Bismillaahi Allaahumma Innii A’udzu Bika Minal Khubutsi wal Khabaaits artinya : Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan.( doa ini didasarkan pada hadist riwayat Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah ).

 

Mana bisa saya tahan berlama- lama di dalam walaupun kondisi di dalamnya bersih mulus. Apalagi kepikiran untuk bertapa mencari ilham atau menghibur diri dengan bernyanyi . Saya hanya ingin segera menyelesaikan urusan saya dan melangkahkan kaki keluar dari jamban istana. Walaupun ini istana tetap yang namanya jamban kalau selesai buang hajat keluar dari ruangan harus melangkakahkan kaki kanan terlebih dahulu dan jangan lupa berdoa ya naaaaak ini ajaran Rasulullah Saw.Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, apabila sudah keluar dari kamar kecil beliau membaca: Ghufraanaka.” (HR. Ahmad, al-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah).

 

Kami tetap menikmati pemandangan istana. Setelah bosan kami pun beralih ke hutan kecil di dalam taman itu. Beberapa turis Russia yang kami kenal dari bahasa yang mereka gunakan sibuk mengambil gambar. Ada banyak binatang juga disini. Subhanallah saya sampai kegirangan melihat tupai kecil. Tiba- tiba suasana suka cita saya rusak oleh pemandangan yang tak sopan yang dipertontonkan oleh seekor binatang yang kurang di ajar. Tepat di depan mata kami seekor rusa yang muncul mendekat ke arah pohon kecil dan dengan tanpa malu- malu. Mbaaak Maaas e itu binatang kencing di depan kami.Mempertontonkan kekurang- ajarnya . Wajarlah itu kan binatang tak punya akal. Tapi kalau pemabuk yang sudah tak sadar alias hilang akal dan sering melakukan ini. Yuuuk Mbaak Maaaas bro kita tabok rame- rame. Berani anda nabok bule mabuk? . 😛

 

Setelah kita menikmati kejadian demi kejadian . Sampailah kita kepada rasa bosan. Akhirnya kita merindukan kenyamanan rumah. Nilai- nilai kesopanan yang kita jaga dalam interaksi kepada sesama penghuni rumah. Dan yang pasti tempat dimana kita seharusnya kembali. Benarlah kiranya apa yang Allah Swt Tuhan Pemilik Langit Dan Bumi kabarkan dalam firman-Nya .”Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (al-Hadiid: 20).

 

Begitulah saya dan Abu Aisha renungkan . Seindah apapun keindahan yang kita lihat, sesulit apapun masa yang kita alami. Semuanya akan berakhir . Kita pasti merindukan rumah yang kekal. Rumah yang sesungguhnya. Apa yang kita hadapi saat ini bagaikan ke indahan istana- istana yang megah, kebingungan mencari tujuan kecuali kita telah memegang peta dan membayar penunjuk jalan, tentu kita tidak akan tersesat selama- lamanya.

 

Saya berusaha menerima Qadarullah. Agar jangan sampai keluar dari mulut kami kalimat – kalimat kurang ajar yang menghujat Tuhan Yang Maha Esa. Mengapa saya harus mengalami kehamilan seperti ini?,Mengapa saya tidak bisa pulang kampung? . Apakah ini hasil dari pilihan saya menikah dengan laki- laki jauh?. Bahkan cita- cita saya untuk melanjutkan S2 harus saya tenggelamkan jauh – jauh dari pikiran . Saya muslimah Indonesia yang tergolong aktif di kegiatan kampus di jaman kuliah harus merasa terasing di negeri ini? . Tanpa keluarga dekat apalagi teman . Dan masih banyak lagi . Manusia yang mendengarnya saja pasti terbakar marah. Astagfirullah lidah kotor saya harus dilatih untuk lebih bersabar, bersyukur dan semakin meyakini bahwa perjalanan yang kami lalui tidaklah pernah tertukar dengan takdir orang lain.

 

Bukankah keindahan taman- taman buatan ini hanyalah ujian kesenangan?. Kita pasti tidak akan tinggal selamanya semegah apapun terlihat di depan mata. Kita pasti akan memilih rumah untuk kembali. Kami , Abu Aisha dan ibu mertua kembali pulang setelah menikmati kesenangan sementara yang ada di Royal Łazienki . Kembali ke rumah tempat seharusnya kesenangan sejati itu ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Łazienki

Seat in Roman Theather

Seat in Roman Theather

Little White House

Little White House

Water Tower

Water Tower

Belweder Palace

Belweder Palace

Tampak belakang Belweder

Tampak belakang Belweder

Castle

Castle
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment


Mesjid Warsawa tempat kami melepas rindu

 

Mesjid Warsawa terletak di Wilanów ulicy Wiertniczej 103 Warsawa. Dulunya adalah villa yang kemudian dibeli dan direnovasi serta di ubah fungsi menjadi mesjid ( lihat foto ). Catatlah alamat ini dengan jelas karena kau tidak pernah tahu kapan mimpi menguatkanmu dan doamu di terima di langit .Kala takdir membawa langkahmu ke Eropa . Kau harus datang ke Warsawa. Ke Mesjid ini . Tempat yang paling baik yang harus kau kunjungi sebelum matamu terpesona dengan keindahan Warsawa.

 

Warsawa mungkin tidak sepopuler Istambul di Turki , Paris di Prancis , Roma di Itali, kota London di Inggris atau sefamiliar Oslo di Norwegia dan beberapa kota terkenal di Eropa yang menjadi tujuan para turis.Tapi bagi saya Warsawa punya cerita, punya sejarah yang tidak akan pernah saya lupa dari ingatan. ( baca kisah lengkap dalam catatan ” Menginap di Warsawa Jilid I , II, dan Jilid III ) .

 

Warsawa itu ibu kota Polandia. Iya benar. Tapi anda tak bisa membandingkan Warsawa dengan ibu kota negara kita Jakarta. Sedikit memiliki persamaan tapi sangat jauh berbeda. Warsawa memiliki bangunan – bangunan besar bergaya arsitektur jaman dulu , ada juga gedung – gedung besar seperti di Jakarta tapi tidak se-arogan Jakarta.Tertata rapi disepanjang pemandangan khas ibu kota. Saya dan Abu Aisha sering ke Warsawa. Seperti kunjungan rutin 🙂 . Beli beras dan bahan makanan ala Indonesia ada di Warsawa, urusan izin tinggal harus ke Warsawa ( insha Allah selengkapnya dalam catatan ” Kantor Imigrasi Dwüga , Saya Siap Di Wawancara ” ), mengunjungi kedutaan Indonesia kaki kami haruslah melangkah ke Warsawa . Jika ingin melepas rindu dengan sesama warga Indonesia di Polandia kami tak boleh lupa Warsawa ( Insha Allah tergambar dalam catatan ” Idul Fitri Tampa Ketupat” ) .

 

Warsawa bagai gadis cantik yang menggoda iman.Warsawa memang cantik , tidak di polespun kota ini telah mempesona.Merayu setiap yang datang agar berlama-lama duduk di taman kota , kala bunga -bunga penuh warna menggoda ingin mendekat ( lihat pada gambar bunga-bunga di Szkolka Krzewöw Ozdobbnych ) .Ingin anda tinggal selamanya.Tapi anda harus ingat bahwa anda hanya sebentar disini.Seindah apapun Warsawa anda harus pulang ke rumah , atau kala anda bingung di perjalanan datanglah ke mesjid Warsawa.Agar anda dapat bertemu dengan berbagai saudara seiman yang bisa menasihatimu saat kau terlena dengan keindahan yang fana.

 

Kalau anda menyusuri Warsawa, di Centrum ada trambway ( semacam bus listrik ) , saat anda turun dari trambway mata anda akan menoleh pada seorang pemuda tampan bermata biru yang memainkan biolanya dengan sepenuh hati mengharap setiap recehan zloty.Ini sedikit gambaran di musim panas. Saya tak perlu menggambarkan bagaimana gadis – gadis Polandia berambut pirang berumur belasan tahun dengan penuh aksesoris tertawa riang di sepanjang jalan.Subhanallah……, kalau anda belum menikah saya khawatir anda tergoda di Warsawa kala anda datang sendiri.

 

Sebelum kakimu melangkah ke mesjid di kala musim gugur datang , maka di sepanjang jalan yang kau lewati akan kau saksikan lukisan alam yang tidak pernah berubah di sepanjang musim gugur .Daun-daun yang berubah menjadi kekuningan, sebagian bahkan berwarna orange, dan merah yang teduh . Semuanya serempak tunduk pada hukum Allah .Berguguran .Jatuh ke tanah sebagaimana tempat terbaik makhluk harus kembali.Tidak ada kesedihan , tidak juga rasa kecewa bahwa pemandangan ini akan selamanya di sini .Nanti akan tiba masa di mana seluruh daun-daun yang berserakan di tanah tidak akan dibiarkan sendiri. Salju akan turun menyelimutinya .Begitulah hikmah yang saya ambil di setiap perjalanan ke mesjidWarsawa.Tidakkah kau ingat akan firman Allah SWT : ” Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. al-An’aam [6] : 59)

 

Saya tidak akan selamanya muntah -muntah.Begitulah saya menghibur diri di sepanjangan perjalanan. Di musim ini Aisha Pisarzewska Putri Sang Perantau terlahir .Musim gugur yang bersejarah.Musim yang Allah pilih untuk saya menjalani peran sebagai seorang ibu. Sekolah pertama tempat anak-anak seharusnya di didik.Jalan ini tidak mudah tapi Allah Tuhan Semesta Alam tak akan membiarkan hambanya tersesat kala doa selalu di panjatkan .Bukankah sugar itu di telapak kaki ibu ? . Iya , tapi sebelum kita menjadi benar – benar seorang ibu ada proses yang bernama kehidupan . Tempat kita di uji , di didik , dilatih dan pada akhirnya kita harus berserah diri kepada Yang Maha Memiliki . Agar kau memahami rahim yang luka tidaklah sia -sia.

 

Saya sudah menceritakan tentang dua musim yang terlewati.Musim dingin berwarna putih suci dan langit yang berwarna abu -abu. Dan musim semi yang mengulurkan harapan bahwa kesedihan akan berubah menjadi tawa , kesabaran akan berbuah pahala dan mimpi – mimpi akan menjadi kenyataan . Begitulah yang terlihat pada pepohonan yang menghijau, tanah -tanah yang basah oleh rahmat dari langit. Hujan telah membasahi bumi . Di Warsawa semuanya telah terlukis dengan baik.

 

Kalau anda tidak suka dengan keramain kota Warsawa . Mari saya ajak anda menyusuri sisi – sisi Warsawa .Beginilah saya dan Abu Aisha menghibur diri , kami tidak hendak menghapus luka . Karena kami tidak pernah terluka, kami hanya sedikit lelah di perjalanan . Sebagai suami -istri dengan perbedaan budaya yang cukup jauh kadang kami tak sepaham , tapi kami belajar bahwa Allah telah menyatukan kami untuk menyusuri perjalanan hidup bersama.

 

Ketika salah satu diantara kami hendak menyerah, ada tangan yang siap merangkul. Ketika gelas jatuh dan pecah . Tidak seharusnya kita menjadi marah . Kita bisa membeli yang baru atau membuangnya di tempat sampah . Tapi saat lisan kita saling menghujat. Subhanallah kala itu hati kita akan menjauh .Ruangan rumah akan terasa sempit. Dan kata cinta yang sering kita puja lenyap tak terbukti . Kami meletakkan Allah di hati kami . Tempat seharusnya cinta sejati di beri.Bukankah jantung kita hanya satu ?.Kepada Allah Tuhan Yang Maha Memiliki Hidup Dan Mati . Setiap helaan nafas yang terhembus di perjalanan kehidupan harus kau syukuri.Beginilah cara saya dan Abu Aisha memandang cinta.

 

Anda harus menikah. Saat takdir membawa anda bersama ke Warsawa . Lupakan tentang Centrum barang sejenak .Ada keindahan lain di Warsawa.Ogröd Botaniczny tempat semua bunga alam berada.Jika anda bosan berjalanlah beberapa langkah akan terlihat dengan jelas papan nama dengan tulisan “ Royal Łazienki” . Disini akan kau temui museum yang di penuhi dengan lukisan bergambar raja -raja Polandia, patung-patung besar di setiap bangunan kastil. Kami tidak mengagumi ini . Ada taman indah yang ditengahnya miniatur air terjun di bangun. Burung-burung yang mendekat tampa ketakutan.Sesekali saya melempar beberapa roti kering ke arah angsa putih , melupakan kegugupan saya dan mulai bersyukur.Abu Aisha memandang bahagia. Sudah lama memang saya tidak seceria , tersenyum lepas , dan bersemangat seperti di awal tahun pertama kami menikah.

 

Mengapa saya melukiskan Warsawa pada anda ? . Agar anda tidak sepolos saya saat pertama kali berada di Warsawa. Agar anda tahu tempat pertama yang harus anda tuju kala berada di Warsawa. Saya sudah pernah menyarankan pada anda jangan datang di Polandia pada musim panas. Kalau anda ingin damai di hati datanglah pada awal musim gugur ( insha Allah akan saya ceritakan dalam catatan ” Musim gugur di akhir perjalanan ” ).

 

Mesjid Warsawa memanglah kecil , tapi mesjid ini menjadi sejarah awal perjalanan para mualaf Polandia dimulai. Bersyahadat dan kemudian mengawali perjalanan hidup sebagai seorang muslim.

 

 

To be continued……..

Tampak samping mesjid

Tampak samping mesjid

Tampak dalam mesjid Warsawa

Tampak dalam mesjid Warsawa

Szkolka Krzewøw Ozdobbnych( dalam taman ) gak bisa ambil foto karena saya sudah muntah - muntah maaaak :)

Szkolka Krzewøw Ozdobbnych( dalam taman ) gak bisa ambil foto karena saya sudah muntah – muntah maaaak 🙂

Tampak depan mesjid

Tampak depan mesjid

Ummu Aisha dan Aisha di dalam mesjid Warsawa

Ummu Aisha dan Aisha di dalam mesjid Warsawa

Tampak depan Royal Wajienki

Tampak depan Royal Wajienki

Syeik Nizzar . Imam mesjid Warsawa

Syeik Nizzar . Imam mesjid Warsawa
 
Categories: Uncategorized | Tags: , , , | Leave a comment

Musim Semi Di Pembaringan


  • Saya menyukai semua musim di Eropa . Musim dingin yang banyak menyimpan cerita tentang semua rasa.Ada kerinduan yang membuncah yang tidak terhalang oleh musim . Kami harus menjalaninya dengan sabar . Tak bisa memilih . Salju yang terlihat indah di mata haruslah disyukuri . Bukankah saat di tanah air saya ingin sekali menikmati indahnya butiran salju yang jatuh ? . Lalu mengapa saya mengeluh ? . Karena saya hanyalah manusia . Begitulah pembenaran batin saya .Saya memandang ke langit . Sibuk dengan angan – angan saya . Hanya satu warna musim dingin bagi saya . Putih bersih di langit . Dan jatuh kebumi menutupi seluruh noda . Tapi saya ingin melukiskan betapa Maha Suci Allah Yang Maha Mengatur segalanya .

Musim semi telah tiba ( ^_^ jadi ingat lagu Tasya ” Libur Telah Tiba ” ) . Musim ini menunjukkan kehidupan . Bukankah pepohonan yang kering diselimuti salju itu kini telah menghijau?. Maha Suci Allah Yang Maha Menghidupkan. Bunga – bunga di kompleks apartemen kami terlihat bersemi . Mengingatkan saya pada ayat- ayat Allah . “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” ( Q.S .Al Hajj (22) ayat 5 – 7 ) .

Saya memandang dari jendela mobil saat kembali ke apartemen kami di Jablonna . Ranting – ranting pohon yang kaku berwarna coklat tua bercampur hitam sudah terhapus alam diganti dengan hijaunya daun – daun . Tapi saya masih rindu pulang . Kata ini selalu datang menggoda . Selalu ingin pulang . Abu Aisha duduk di samping saya . Memegang tangan saya dengan erat . Kalimat sederhana penuh kasih itu keluar menyejukkan rasa ” Sabr kochanie …. Insha Allah everything will be ok “ .( bacanya tong serius gitu euy he he ^_^ ).

Hormon kehamilan saya mulai membaik .Hanya membaik .Alhamdulillah obat pencegah muntah itu mulai bekerja walau tidak sepenuhnya saya berhenti muntah. Makanan sedikit – sedikit sudah bisa menjadi rizki buat si kecil Aisha dalam perut .Roti kering khas Polandia dan minumnya bukan teh botol sosro tentunya 😀 tapi air mineral asli Polandia Kropla Beskidu ( Insha Allah akan saya ceritakan nanti mengenai Kropla Beskidu dan Piala Euro 2012 ).Selain itu indra pengecap saya mati suri . Abu Aisha sangat sabar . Jadwalnya padat . Setelah kami kembali ke rumah , pekerjaan Abu Aisha semakin tidak terjadwal . Siang menjadi malam . Malam pun tak bisa istirahat dengan baik . Bagaimana mau istirahat kalau harus setiap jam bangun dan mengecek selang infus istrinya ?. . Apakah cairannya mengalir dengan baik ? . Atau saya mau ( maaf ) buang air kecil . Tangan saya pernah membengkak karena saat tidur saya tidak sadar kalau selang infus sudah bergeser . Kok Abu Aisha tahu memasang infus ? .Dia minta diajarin dan langsung praktek di depan perawat, jadi sudah lulus kilat saat itu 😀 . Aje gileeeeeee si Abang Polandia pinter benar . Iyeah teh bakat kupaksa mang he he . Abi mah mau dikumahakan weh pasrah ( saya mau dibagaimanakan pun pasrah ) .

Setelah seminggu lamanya saya berada di Warsawa . Dokter memutuskan saya sudah bisa pulang ke rumah . Bahagia tentunya . Tapi saya masih seperti bayi yang belajar berjalan . Pendek sekali langkah saya , tertatih dan perlahan turun dari tempat tidur di bantu Abu Aisha . Saya dipapah . Subhanallah sudah lama sekali saya tidak melihat dunia luar .Sinar matahari . Saya tak mau bertanya , karena pasti pikiran saya akan terbang ke tanah kelahiran saya . Saya menangis kala mengingat rindu yang hanya bisa dipendam .

Saya sudah mulai perlahan , belajar berjalan di dalam rumah . Tak selamanya saya harus dipapah . Ibu mertua saya datang . Membantu kami yang terlihat lelah . Abu Aisha nampak kurus .Bagaimana saya harus mengurusnya kalau kami ( saya dan Aisha dalam perut ) berpayah dalam langkah . Saya hanya berdoa semoga Allah menguatkannya . Laki – laki walau serajin apapun tak akan sebaik wanita dalam menata rumah . Ini bukan Indonesia yang dengan mudah dan murah membayar jasa asisten rumah tangga ( insha Allah akan saya ceritakan dalam catatan lain mengenai asisten rumah tangga yang bekerja paruh waktu di apartemen kami , sangat cantik dan baik hati 😀 ). Ini Polandia . Negeri sang Paulus ini termasuk negara Eropa Timur yang memiliki kebijakan penggajian yang mirip dengan negara Eropa lain . Mahal sekali . Kami tak sanggup .15 zloty per jam atau kurang lebih 58.500 rupiah . Subhanallah …. Baaaaaaaaang ! kok mahal amat seh 😀

Ah… sebegitu susahnya saya di negeri ini ? . Jawaban itu datang . Allah Maha Memberi rizki.Ukhuwah dan juga materi datang beriringan. Alhamdulillah Abu Aisha sudah membeli mobil bukan dengan kredit tapi hasil tabungan ditambah sumbangan mertua dan transfer uang pengganti dari perusahaan tempat Abu Aisha bekerja dulu . Hari itu juga kami dikunjungi oleh pasangan campur Pakistan – Polandia ( Brother Aftab Khan dan sister Nina Khan ) . Allahu Akbar . Semuanya bersemi. Ukhuwah yang hilang dan semangat yang kini mulai tumbuh . Nikmat mana lagi yang harus saya dustai? . Musim semi ini tidak akan berlalu tanpa makna . Hari – hari yang hilang itu tidak akan sia – sia. Kami terus belajar dalam perjalanan ini bagaikan sang perantau bahwa pasti ada tempat untuk kembali. Saya tidak membenci musim dingin . Karena di waktu itu saya dan Abu Aisha belajar memupuk kasih , mengingat ikrar suci pernikahan bahwa Sakinah Mawadah itu butuh proses . Bunga – bunga penuh warna itu butuh waktu untuk bersemi . Setidaknya saya paham bahwa bangunan – bangunan indah yang tertata rapi di Warsawa itu tidak dibangun dalam semalam .

Setelah muntah saya bisa di ajak kompromi , dengan prinsip kehati- hatian saya mulai berpetualang mencari makan . He he ( mau balas dendam… itu rujak dan batagor mana ? 😉 .” Mang……., sini saya mau pesan batagor sambalnya yang banyak plus kua kacangnya ya jangan lupa ” . Subhnallah……..Maaaaaaaak . Ini cuman mimpi nak :(. Ayo kita pesan kebab di seberang jalan sana . Ulica Akademyna itu jalan ke arah apartemen kami di Jablonna ya mang kebab : D . Memang bisa makan kebab gituh ? . Iya Aisha dalam perut seleranya kebab , makanan Arab dan sejenisnya . Ditambah teh khas Tunisia . Walau nanti muntah juga dikit gak apa – apalah yang penting udah makan kebab . Trus Abu Aisha bisa buat kebab ? . Tidak bisa 🙂 . Jadi mari kita bermemoria dengan Kebab dan makanan Arab . Colek saudari – saudari kita yang tinggal di Turki 🙂 . Ada calon mantu nih Aisha penikmat nasi kuning ala Turki . He he

 

to be continued………

Categories: Uncategorized | Tags: , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: