Posts Tagged With: Memoar Aisha Pisarzewska

Quotes Raidah Athirah


Setiap langkah pasti ada kenangan dan ada banyak hal yang menjadi hikmah .

Beberapa quotes saya untuk sahabat beserta foto 😀

 ” Berharap pada manusia pasti kecewa .Berharap pada Allah Swt Tuhan Yang Menciptakan manusia tak akan pernah kecewa ” 

Raidah Athirah on Facebook

1546320_680437905397240_4181155199855312650_n

Living in harmony Alhamdulillah Haugesund Norway

Adakala langit berwarna gelap namun langkah tak harus berhenti karena ada harapan dalam setiap perjalanan ” 

Raidah Athirah

250359_680711848703179_4725375904441089789_n

Advertisements
Categories: Quotes | Tags: , , , , , , | 1 Comment

Al Quthuz , Singa Gurun Penjaga Benteng Terakhir Peradaban Islam , Palestina


Al Quthuz , Singa Gurun Penjaga Benteng Terakhir Peradaban Islam , Palestina

****

Berhubung tanggal 10 November kemarin adalah hari Pahlawan dan banyak juga yang penasaran terhadap siapa sebenarnya Al-Quthuz .Ini bagian kisah sejarah yang penting untuk diingat dan diteladani. Sosok ini Allah hadirkan untuk mematahkan mistis tentang bangsa Mongol / Tatar yang tidak pernah terkalahkah dalam sejarah penaklukan .

Namun seperti kisah sejarah yang biasa almarhum bapak saya lakukan , ada pengantar penting agar kita bisa merasakan tentang apa yang terjadi saat itu .Pemahaman latar belakang akan membuat kita merasakan perih atas pembunuhan , penyiksaan , dan berbagai kekejaman yang tidak pernah dilakukan umat manusia sebelumnya . Peristiwa ini hanya terjadi saat pasukan Mongol menghancur leburkan Bagdad , ibukota Islam dalam dinasti Abbasiyah .

Bagaimana kehancuran yang dilakukan bangsa Tatar sampai mereka dijuluki ” pasukan dari neraka ” .Bayangkanlah dasyatnya kehancuran yang diakibatkan oleh gelombang Tsunami Aceh yang terjadi beberapa tahun yang lalu .Manusia , bangunan, pepohonan , kebun , binatang , semuanya hancur rata berantakan . Kota Bagdad yang indah itu mendadak sepi, kelam dan berubah menjadi kota hantu . Seperti itulah saudara yang terjadi dengan Bagdad sampai Samarkhan dan negeri-negeri Islam yang dimasuki oleh Pasukan Mongol .

Sampai disini , tidakkah anda tergerak untuk tahu ?

****

Mereka adalah bangsa yang telah diisyaratkan kemunculannya oleh Rasulullah saw . Dalam sebuah hadist sahih yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Imam Muslim ;

” Akan terjadi hari Kiamat hingga kalian memerangi satu kaum yang sandal-sandal mereka terbuat dari bulu, dan kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, wajahnya merah, hidungnya pesek wajah-wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit.”

‘Sesungguhnya umatku akan digiring oleh satu kaum yang berwajah lebar, bermata sipit, wajah-wajah mereka seperti tameng (hal itu terjadi tiga kali), hingga mereka dapat mengejarnya di Jazirah Arab. Adapun pada kali yang pertama, selamatlah orang yang lari darinya. Pada kali kedua, sebagiannya binasa dan sebagian lainnya selamat, sementara pada kali yang ketiga, mereka semua membunuh yang tersisa.’ Para Sahabat bertanya, ‘Wahai Nabiyullah! Siapakah mereka?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah bangsa Turk.’ Beliau berkata, ‘Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, niscaya kuda-kuda mereka akan ditambatkan di tiang-tiang masjid kaum muslimin.’”

Dia (‘Abdullah) berkata, “Setelah itu Buraidah tidak pernah berpisah dengan dua atau tiga unta, bekal perjalanan, dan air minum untuk kabur sewaktu-waktu, karena beliau mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang musibah yang ditimpakan oleh para pemimpin Turk.”

Inilah mereka bangsa Mongol atau Tartar yang dengan kekuatan 200.000 tentara melenyapkan Kekhalifahan Abbasiyah dari muka bumi hanya dalam kurun waktu 40 hari .Bagdad bersimbah darah , sungai-sungai berubah warna bercampur dengan tinta-tinta ilmu pengetahuan dan bau anyir mayat dimana-mana .Para ahli sejarah mencatat peristiwa ini penuh pilu dan air mata .

Tetapi berapa banyak generasi Islam yang tahu tentang ini ?

Pada akhirnya kebenaran selalu menang .Namun untuk sampai kepada kemenangan ada berbagai peristiwa .Dan inilah peristiwa sejarah yang tak boleh dilupakan ” Perang Ain Jalut “.

****
Haruslah kita pahami saat itu seluruh negeri Islam yaitu Baghdad, Syria dan Asia Tengah sudah jatuh ke tangan tentara Mongol. Hanya tinggal tiga negeri Islam yang belum dimasuki yaitu Makkah, Madinah dan Mesir. Maka Hulagu Khan yang merupakan cucu dari Jenghis Khan terus merangsek berupaya menaklukkan negeri yang lain.

Siapa yang menduga bangsa primitif yang jauh dari peradaban pernah mengusai 1/2 dari daratan bumi ini. Bangsa Mongol yang nomaden memutarbalikan semua fakta sejarah. Bagi dunia Islam, penaklukkan oleh Mongol ini mungkin dilihat sebagai suatu pendahuluan, sekaligus miniatur keluarnya Ya’juj Ma’juj pada akhir zaman.

Inilah pendapat dari para Ulama Islam tentang bagaimana nanti peristiwa Ya’juj dan Ma’juj walaupun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa bangsa Mongol ini merupakan keturunan Ya’juj dan Ma’juj namun tidak perlu sampai diperdebatka karena hal terpenting yang harus dipahami adalah bagaimana peristiwa ini terjadi

Para ulama Islam saat itu, hampir tidak mampu mencatat kronologis peristiwa serangan basa barbar ini. Tidak pernah terjadi malapetaka sedasyat itu dalam sejarah bangsa manapun. Seperti yang terucap dari panglima perang Mongol saat pertama kali menguasai kota Baghdad, “Aku adalah malapetaka yang diturunkan Tuhan ke muka bumi untuk menghukum ..”

******

Anda pasti bertanya-tanya bagaimana Eropa saat itu ?

Ya saudara perlu anda tahu Eropa itu masih dalam masa kegelapan .Bahkan Uni Soviet kala itu merupakan negeri-negeri yang berada dalam penaklukan bangsa Mongol .

Ada satu peristiwa penting yang jarang diingat atau bahkan belum banyak yang tahu tentang skenario Allah yang diperlihatkan dalam Perang Ain Jalut .Dan sosok pemberani lagi kuat imannya yang Allah pilih untuk mengajarkan kepada kita bahwa pada akhirnya kemenangan akan menang melawan yang batil ( keburukan)

*****
Quthuz , The Lion of Ain Jalut

1606208_10200886194151909_262169584_o

Novel fiksi yang high recommendated untuk dibaca agar lebih memahami sosok Qunuzt

Anda perlu kenal dengan jelas siapa sosok pemberani yang mematahkan mistis tentang kekuatan bansa Mongol .

Ya , sosok ini adalah Saifuddin Quthuz satu di antara tokoh besar dalam sejarah Islam dan merupakan penjaga benteng terakhir kaum Muslimin pada saat itu . Nama aslinya adalah Mahmud bin Mamdud.. Ia berasal dari keluarga muslim berdarah biru. Quthuz adalah putra saudari Jalaluddin Al-Khawarizmi, Raja Khawarizmi yang masyhur pernah melawan pasukan Tartar dan mengalahkan mereka, namun kemudian ia kalah dan lari ke India. Ketika ia sedang lari ke India, Tartar berhasil menangkap keluarganya. Tartar membunuh sebagian mereka dan memperbudak sebagian yang lain.

Mahmud bin Mamdud adalah salah satu dari mereka yang dijadikan budak. Tartar menjuluki si Mahmud dengan nama Mongol, yaitu Quthuz, yang berarti “Singa Yang Menyalak”. Tampaknya sedari kecil Quthuz memiliki karakter orang yang kuat dan gagah. Kemudian Tartar jual si Mahmud kecil di pasar budak Damaskus. Salah seorang bani Ayyub membelinya. Dan ia dibawa ke Mesir. Di sini, ia pindah dari satu tuan ke tuan yang lain, sampai akhirnya ia dibeli oleh Raja Al-Mu’izz Izzuddin Aibak dan kelak menjadi panglima besarnya.

Dalam kisah Quthuz ini, kita bisa mencatat dengan jelas bagaimana skenario ajaib Allah SWT. Tartar telah memperdaya muslimin dan memperbudak salah satu anak-anak muslimin dan mereka jual langsung di pasar budak Damaskus. Untuk kemudian ia diperjualbelikan dari satu tangan ke tangan lainnya, yang akhirnya sampai ke suatu negeri yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Boleh jadi karena usianya yang masih kecil ia tidak melihat negeri jauh ini. Namun, pada akhirnya ia menjadi raja di negeri asing itu dan sepak terjang Tartar yang membawanya dari ujung dunia Islam ke Mesir pun harus berakhir di tangannya!

http://youtu.be/o7pKDlIAHbg

Sumber :

Wikipedia

The History of Hulagu Khan

Dakwatuna

Raidah Athirah

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Beasiswa dari Madinah


Memoar Aisha Pisarzewska Putri Sang Perantau

 

Oleh : Raidah Athirah

 

***

 

Rezeki Allah bisa datang dari mana saja. Itu yang saya yakini.Bukankah musim dingin telah berlalu, musim semi telah menyapa dan bunga-bunga yang bermekaran telah menampakan diri di musim panas?.Begitulah perputaran masa. Bahwa kesedihan tidak akan tinggal selamanya. Akan datang masa kala senyum bersinar di wajah.Janji Allah itu nyata.“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangja-sangka; dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya ” ( QS Ath-Thalaq; 2-3).

 

 

Allah mencukupkan bagi kami nikmat itu .Keinginan Abu Aisha untuk belajar lebih tentang Islam , tentang iman terjawab sudah.Form pendaftaran yang dikirim ke Knowlodge International University ( KIU ) disetujui . Universitas ini berbasis di Madinah dengan para pengajar yang tersebar di beberapa negara arab seperti Dr. Bilal Philip , Sheik Assim Alhakim dan pengajar lainnya .Padahal informasi ini kami dapat tak sengaja dari Facebook Abu Aisha yang saat itu masih aktif. Saat awal-awal menikah saya yang selalu membetulkan bacaan Qur’an beliau walaupun ilmu tajwid saya belumlah mumpuni.Alhamdulillah Abu Aisha mendapat beasiswa online dari Madinah . Saya merasa tenang , setidaknya dengan kondisi kehamilan yang tidak biasa, tanggung jawab untuk saling belajar dan mengajar teruslah berjalan.

 

Abu Aisha seorang mualaf .Tapi bagi saya jiwanya adalah seorang muslim. Tentu tak ada suami yang sempurna tapi Abu Aisha telah membuktikan di perjalanan bahwa menikah karena Allah tidaklah pernah salah . Kami masing- masing adalah orang asing. Asing dalam budaya , dalam iklim dan asing dalam melihat sesuatu. Kalau Abu Aisha terbiasa melihat keteraturan di negerinya tidak dengan saya. Mata saya telah terbiasa dengan keramaian, shoping center yang semakin menjamur , tak ketinggalan sampah yang dibuang sembarangan. Tapi selamanya Indonesia adalah negeri yang saya cinta. . Negeri yang kerinduan saya telah menggumpal tapi saya telah memilih .Di Jablonna imam saya disini.

 

Kerinduan saya tidaklah berkurang .Saban hari semakin bertambahlah kerinduan ini.Tapi sudah seharusnya istri bersama suami.Kami bersama di Jablonna.Melalui hari demi hari dalam keterasingan lingkungan .Kami keluarga muslim kecil di Jablonna. Bersama belajar walau langkah kami tertatih-tatih tapi setidaknya semangat kami tidaklah mati.

 

Awalnya saya dan Abu Aisha pun tak yakin. Dia sendiri tidak memiliki dasar apapun. Tapi suami saya adalah laki-laki yang gigih yang tidak akan menyerah walau memang tantangan ini begitu besar. Beginilah cara saya mengaguminya.Bukan saya ingin menggambarkan dia sebagai lelaki yang sempurna. Tak ada yang sempurna di dunia ini. Saya hanya ingin setiap yang membaca mengerti bahwa sebagai muslim tak sepantasnya kita berputus asa.” Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: “Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku”; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga, kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.(Huud: 9-11).

 

Begitulah Abu Aisha berbekal semangat dan keyakinan serta kesibukan merawat saya,menulis essay pendek yang menggambarkan semangatnya bahwa sudah sepantasnya dia menerima beasiswa itu. Seleksinya tidaklah sedikit. Calon mahasiswa dari seluruh dunia pada waktu yang bersamaan berlomba-lomba mendapatkan beasiswa ini.Abu Aisha adalah satu-satunya muslim dari negara Polandia yang Allah karuniakan kesempatan ini.

 

Sebagai istri dan juga sahabat, saya tentu sangat bersyukur. Walaupun tak banyak membantu. Saya gerakkan badan saya duduk di depan komputer dan mulai mengedit Curiculum Vitae ( CV ) dan menggambarkan semangat suami saya .Bahwa bukan lagi keinginan tapi beasiswa ini telah menjadi kebutuhan. Dengan ucapan bismillah saya kirim CV dan sedikit uraian motivasi ke email KIU .Abu Aisha masih di Warsawa . Sholat jum’at. Sedangkan saya di apartemen . Sholat dan mengadu pada Ilahi tentang jiwa dan raga kami yang butuh bimbingan.

 

Hari senin menjadi kabar yang membahagiakan .Alhamdulillah Abu Aisha diterima sebagai mahasiswa KIU dengan bahasa pengantar bahasa inggris.Abu Aisha melangkah ke arah saya , mencium kening saya dan bertanya ” kochanie …. did you send my aplication and my CV to KIU? “. Saya terlihat gugup. Khawatir kalau dia tidak suka dengan apa yang saya lakukan. Saya menjawab ragu-ragu ” naam kochanie , what you wrote before already was edited by me . They should consider you as the one who really must achiave this schollarship.and i was writing about your motivation also to get the scholarship. I am sorry to did such thing like that” .

 

Allahu Akbar. Abu Aisha bertakbir mengucap syukur dan melangkah ke tempat yang biasa kami gunakan untuk shalat . Dia bersujud. Dengan mata berkaca -kaca dia berjalan ke arah saya dan memeluk saya sambil berucap ” Jazzakillah khoir jamilka . May Allah bless you and guide us always”.

 

Tak ada hari yang membahagiakan sebagai seorang istri melaikan hari itu. Di tengah beratnya kondisi saya mengandung setidaknya saya bersyukur bahwa sebagai seorang istri di tengah segala keterbatasan .Hati dan ruh saya tidaklah putus asa. Saya meyakini bahwa do’a dan harapan dalam hati saya tidaklah mati sia- sia. Allah Yang Maha Tahu segala isi hati. Kabar itu jawaban dari segala harapan yang selalu saya ucapkan dalam doa.

 

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , | 2 Comments

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: