Posts Tagged With: kehidupan di luar negeri

Kisah Pilu Angeline ,Kekerasan Pada Anak ,Pedophilia dan Hukuman Mati


Kisah Pilu Angeline ,Kekerasan Pada Anak ,Pedophilia dan Hukuman Mati

Oleh : Raidah Athirah

******

Kisah Angeline merupakan puncak gunung es kasus kekerasan ,pedophilia dan paling tragis pembunuhan terhadap anak-anak.

Kisah pilu ini juga membuat kita seharusnya bertanya ,bagaimana adopsi dalam Islam ?

Apakah sama seperti kebanyakan adopsi yang kita lihat prakteknya ?

Kisah Angeline berdasarkan berita dimulai saat Angeline bayi diadopsi oleh keluarga Margareth karena kesulitan ekonomi keluarga kandung .

Berapa pun harga yang diberikan keluarga yang ingin mengadopsi tak akan merubah status syariat tentang nasab sang anak.

Dalam Islam praktek adopsi sudah dimulai sebelum nabi Muhammad Saw diangkat menjadi Rasul yakni pada kisah status Zaid bin Haritsah yang sempat dipanggil Zaid bin Muhammad s ampai kemudian datang syariat yang melarang praktek adopsi ini .

Allah SWT berfirman (artinya) : “Panggilan mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai (nama) ayah-ayah mereka, itulah yang lebih adil di sisi Allah.” (Q.S Al Ahzab [33] : 5).

Meskipun Islam melarang praktek adopsi namun bukan berarti melarang suami istri untuk merawat anak yatim,anak pungut ,anak orang miskin.

Justru disinilah keadilan hukum syariat bahwa Islam menganjurkan untuk memelihara anak yatim ,anak pungut ,anak dhuafa namun melarang mengaitkan nasab ( pemberian nama keluarga ) dengan mereka .Hikmah besar dari syariat ini agar tidak terjadi kerancuan dalam hubungan keturunan , penjagaan terhadap hak-hak waris dan harga diri manusia.Sedangkan orang yang memelihara dan merawat anak-anak ini statusnya tidak lantas berubah menjadi orang tua yang punya hak nasab atas mereka melainkan sebagai bentuk kewajiban setiap muslim untuk saling tolong menolong .

Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (QS Al Ma`idah :5 )

****

Realitanya hari ini bahkan diluar yang seharusnya .Memberi anak untuk diadopsi oleh keluarga non muslim apalagi sudah sangat keluar dari prosedur agama .Saya jadi mengingat masa dimana kami mengungsi dan ada satu keluarga di Ternate meminta mengasuh adik bungsu saya karena keadaan kami yang begitu susah .Alhamdulillah ibu saya menolak .Kata-kata beliau waktu itu ” Mau susah senang ,mata tetap ingin lihat anak-anak besar bersama-sama ” .

Bahkan tawaran beasiswa berupa tinggal bersama orang tua asuh ditolak ibu saya karena tidak ingin berpisah dengan salah satu dari kami .Di pengungsian hanya ada kami semua yang perempuan .Perkataan beliau bahwa mau sesusah apapun beliau tidak mau berpisah dengan kami kecuali beliau telah meninggal .Alhamdulillah keteguhan hati beliau memberikan pelajaran dan berkah luar biasa untuk kami saat ini.

Kisah Angeline yang mendapat tindakan kekerasan menjadi cermin bagi kita bahwa sebagian kita begitu apatis .Pemikiran bahwa bila bukan anak kita ,bukan urusan kita mencampuri urusan orang lain .Bila telah jatuh korban baru kita tersadar bahwa pemikiran sempit kita sangat sia-sia .

Saya yang tinggal di luar Indonesia dan hanya mengikuti melalui timeline Facebook sampai menangis terisak -isak .Saya punya putri yang sehabis bermain bersama Abu Aisha di taman dan saya dapati memar di kaki Aisha sudah buat saya cerewet nggak ketulangan ke suami.Bagaimana bisa memar , kok bisa memar begini ? Padahal ini suami sendiri .Perasaan ibu dimana saja itu sama ; melindungi walau kadang terlihat berlebihan .

Kehidupan diluar negeri terkesan tidak peduli urusan orang tapi bila ada kejanggalan atau nampak kekerasan,orang -orang tidak segan memanggil polisi .Contohnya bulan kemarin saat seorang anak laki-laki umur 4 tahun menangis keras dan berguling di tanah .Saat itu dia hanya bersama neneknya .Orang yang melewati si anak kecil itu langsung menelpon polisi untuk mengabarkan kalau ada kekerasan anak padahal si nenek membiarkan bocah itu menangis karena memang anak ini keras dan tidak mau kompromi bila apa yang dia mau tidak didapat .

Abu Aisha kebetulan kenal dengan nenek ini karena berasal dari areal tempat tinggal di Legionowo .Walau begitu saya mengambil satu kesimpupan bahwa orang-orang disini punya kepedulian yang besar dengan anak-anak .

Di Norwegia apalagi .Saya bahkan diingatkan oleh suami kalau Aisha sedang naik tantrumnya ,dibiarkan saja jangan bereaksi karena dia pasti tambah mengamuk bisa-bisa saya yang jadi emosi .Bila saya sampai terlihat melakukan tindakan mencubit atau apapun berupa kekerasan fisik maka tak segan -segan kami akan berurusan dengan polisi .

Kasus salah satu pasangan Polandia di Norwegia yang anaknya diambil alih oleh negara karena kasus kekerasan menjadi cermin bagi kami untuk berhati-hati.Terakhir info yang saya dengar dari suami mereka sedang berjuang mendapat hak asuh kembali .

Alhamdulillah saya belajar dari kedua orang saya yang tidak pernah sampai tindakan fisik .Bila kesalahan kami cukup berat dimasa anak-anak saya ingat hanya dikasih cabe dilidah karena berkata kotor ( memaki ) .Almarhum Bapak saya bahkan tidak pernah membentak kami.

*****

Kecanggihan teknologi menimbulkan sisi tajam yang lain berupa menyebarnya video porn ,ajaran kekerasan bahkan maraknya penyebaran tindakan penyimpangan seksual yang diluar nalar manusia .Salah satunya yakni Pedophilia.Bahkan kita sulit mengenal orang-orang syaitan dan gila ini apalagi hukuman bagi mereka terkesan biasa-biasa saja.Bagaimana kita membesarkan anak-anak kita di zaman ini ?

Predator pedophilia bahkan dengan mudah mengambil foto anak-anak kita yang tersebar di internet.Salah satu kesadaran orang-orang di barat tidak mempublish foto anak-anak mereka karena maraknya kasus pedophilia.Saya contohkan kasus yang baru-baru ini heboh di Legionowo ,Polandia yakni kasus pelecehan seksual oleh gereja terhadap anak-anak. Saya sedang tidak mengarang bebas.Berita ini heboh di surat kabar lokal dan menjadi headlines news .Saya tidak sedang bermaksud membangkitkan SARA hanya memberi fakta kehidupan di luar.

Saya sendiri jadi paranoid bila sedang bermain bersama Aisha bila ada laki-laki yang suka memandang kami.Terkadang saya langsung tegur dengan bertanya ada urusan apa Pan memandang kami atau langsung kembali ke apartemen.

Sebagai keluarga muslim tugas kita melindungi hak anak-anak kita dengan tidak mempublish atau menyebar foto mereka di dunia maya.Dalam pandangan Islam adalah menjaga harga diri anak , melindungi dari penyakit ain dan melindungi mereka dari orang-orang keji seperti pedophilia ini.

Apalagi bila peran negara seakan tak ada peduli sampai sudah banyak jatuh korban baru kemudian diusut.Ada harapan besar dari kisah pilu Angeline inii agar jangan sampai jatuh korban yang lain.

Itulah mengapa dalam Islam tindakan preventif sekecil apapun telah diajarkan jauh-jauh hari.Siapa saja yang boleh melihat aurat bahkan untuk anak-anak sekalipun ? Mengapa kita disarankan untuk senantiasa berzikir berupa doa perlindungan dari kejahatan makhluk ? .Mengapa ada hukuman mati bagi para pelaku Pedophilia ? Mengapa Islam mengatur hubungan nasab ( keturunan ) .Semua ini tak lain agar kehidupan peradaban manusia tidak mengalami kerusakan.

******

Dalam kisah pilu Angeline ini ada banyak luka dan airmata yang sudah tidak bisa lagi dibicarakan selain meminta kejujuran untuk menegakkan keadilan berupa hukuman mati bagi pemerkosa dan pembunuh.

Bila mengikuti hukum syariat maka sudah tidak diragukan lagi hukuman bagi pemerkosa , pedopihlia dan pembunuh adalah hukuman mati.

Jablonna, Polandia

Categories: Opini, Sharing | Tags: , , , , , , , | 2 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: