Posts Tagged With: bule

Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus,Polandia


hum-lomba-blog-1 (1)
Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji,. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui”. (Q.S.Al Baqarah: 261)
 
 
****
 

          SHARING BRINGS HAPPINESS 

 
Saya, Raidah Athirah .Ini kisah perjalanan hidup  yang ingin saya bagi kepada saudara di tanah air.Kaki saya menapak disini tapi semangat menjadi relawan terlahir pertama kali di ibu pertiwi .Hari ini saya bergabung dengan orang-orang yang memiliki kesamaan tujuan, berbagi .Ada kegiatan setiap hari minggu untuk membagikan makanan atau pakaian layak pakai di sekitaran Warsawa , ibu kota Polandia.Banyak diantara wajah-wajah itu orang-orang yang mengungsi dari negara tetangga Ukraina akibat kemelut perang,para homeless dan juga  pengemis.
1513409753404
Saya adalah salah satu kaki diantara relawan ini.Bersama teman-teman dari India dan beberapa sahabat orang Polandia setiap hari minggu kami berkumpul di sini , di pusat kota Warsawa.Inilah jalan #MembentangKebaikan .Bagi kami setiap bulan adalah #BulanKemanusiaan.Setiap diri bisa menjadi #HeroJamanNow
1513409552654.jpg
Tiga belas tahun yang lalu  awal takdir mempertemukan saya dengan kaki ringkih yang tumbuh di keramaian jalanan kota kembang, Bandung .Lebih tepatnya anak-anak kuat yang hidup di sepanjang jalan Asia-Afrika ,di bawah jembatan yang menghubungkan sungai Citarum ke Masjid Raya .
Di tahun yang sama ,saya juga bekerja sebagai guru TK dengan bayaran dari mulai Rp 75.000 sampai meningkat menjadi Rp 150.000 .Semua saya niatkan untuk belajar dan menimbah pengalaman.
Sebagai seorang yang pernah hidup dalam pengungsian saya diajarkan akan satu prinsip bahwa berbagi menjadikan hati  kaya dan berarti .Saya percaya hanya orang-orang yang berhati kaya yang mengerti makna berbagi.
Sekalipun hidup serba pas-pasan niat yang ada dalam  diri hanya ingin belajar arti kehidupan dengan  tersambung bersama anak-anak yang besar di keramaian perjalanan.
Saya tinggal di Cimahi ,mengajar TK dari jam tujuh sampai jam sepuluh pagi .Pada pukul satu siang saya akan menaiki kereta ekonomi yang padat menuju Bandung kota .Tak ada yang meminta saya.Tak ada yang menyuruh saya .Saya bergerak karena saya tahu ada hal yang bisa saya berikan bukan hanya  tentang uang  tetapi tentang peradaban yakni mengajarkan mereka baca tulis.
Saya mendudukkan diri saya diantara mereka sebagai seorang kakak.Saya tidak bisa memberi mereka uang karena mereka sendiri telah terbiasa mendapatkan uang di jalanan.
Bukankah berbagi tidak selamanya tentang uang ?
Saya berharap setidaknya dengan  mengajarkan mereka baca tulis ada setitik harapan kepada mereka  memandang dunia dan segala pernak-perniknya.
Setiap datang gajian ,saya akan mampir ke tempat kumuh dengan bau pesing yang menyengat.Memang apa yang saya berikan tak begitu berharga.Hanya buku tulis murah , pulpen,dan pensil disertai buku buku menggambar sisa yang saya bawa dari TK yang sudah dibuang.
Saya berharap kepada Allah ,Tuhan Yang Maha Rahman meridhoi apa yang saya lakukan.Saya merelakan diri sendirian kemudian seorang sahabat saya ikut bergabung untuk mengajar mereka.
Dalam masa kuliah di Pasundan pun saya meluangkan waktu mengunjungi mereka selepas mata kuliah selesai.Tak ada yang mengetahui aktivitas yang saya lakukan . Berbagi tanpa  nama,tanpa dukungan dan tanpa keramaian.Begitu terus sampai nadi saya menyatu dengan kehidupan jalanan yang keras tapi penuh ketulusan.
Di jalanan pula saya belajar banyak hal termasuk membeli buku-buku bekas yang bisa saya baca dan pada akhirnya saya memberanikan diri mengajar bahasa Inggris kepada adik kelas agar bisa menunjang  kehidupan ekonomi saya yang pas-pasan.
” Teteh…,nggak apa-apa beliin kami buku tulis ? Teteh jangan repot-repot ! Teteh ngajarin kami aja udah Alhamdulillah ,” ucap anak jalanan bernama Ima yang sudah memasuki usia SMP.
Saya merindukan mereka ,merindukan adik-adik yang telah menjadi jalan bagi saya  hari ini menjejak di negeri Sang Paulus,Polandia.
Ingatan saya belumlah kering.Pernah datang masa kepada saya dimana seorang adik asuh yatim ingin sekali kembali ke desa menengok neneknya yang sudah sepuh .Ia ingin meminjam uang sebesar seratus ribu rupiah.Bagi saya di masa itu, uang   itu adalah angka yang sangat besar.Saya ingin mewujudkan mimpi itu tapi saya juga sangat terbatas untuk membantu.Saya benar-benar tak memiliki daya.
Dalam gerimis di sepanjang jalan Braga ,hati  mengadu kepada Allah ,Tuhan Yang Maha Kaya. Saya ingin sekali mewujudkan mimpi itu.Air dari langit menjadi saksi doa dalam sunyi yang penuh harap.
Saya menceritakan ini bukan untuk siapa-siapa.Bukan pula dipandang bak pahlawan.Kisah  ini saya  ceritakan  kembali untuk mengingat hati  yang rapuh . Mengingatkan hati saya bahwa betapa banyak nikmat yang saya dapatkan ketika saya berbagi.Sedikit sekali yang saya bagi.Demi Allah, sedikit sekali !
Bulan demi bulan berlalu.Ikhtiar ini biarlah langit yang menilai .Amat  sangat keras. Dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas karena saya juga bekerja untuk membiayai kuliah jadilah saya mencari donatur dengan menggunakan kemampuan saya dalam membuat laporan keuangan .
Saya pernah membuat proposal dan mengajukan ke beberapa instansi kota tapi kenyataan tak semudah dikata ,ada prosedur ,ada masa menunggu tanpa kepastian.Bulan berlalu dan tak ada dana yang cair.
Saya menghapus air mata dalam masa menunggu kereta api saat kembali ke  Cimahi . Bening-bening tanda  ketidak berdayaan . Adik-adik saya tidaklah menuntut tapi saya selalu memegang apa yang saya pernah janjikan.
Berselancarlah saya ke dunia maya.Mengirim random proposal keuangan kepada beberapa email yang saya dapatkan di internet.Hanya berbekal niat berikhtiar .Kepasrahan sudah tertanam dalam hati,harapan ini saya gantungkan ke langit.
Ketika bulan suci Ramadhan tiba ,saya semakin dilanda gelisah.Tidak mudah meyakinkan siapa saja untuk ikut berbagi.Segala puji bagi Allah , satu keluarga Pakistan mengirimkan uang dalam jumlah yang sangat besar untuk ukuran saya saat itu yakni satu juta rupiah .
Ketika saya menerima uang itu saya tersedu-sedu.Saya bergegas menuju alun-alun kota Bandung, memberikan kepada mereka rezeki yang saya dapatkan.Saya semakin yakin bahwa Allah Maha Melihat ,Dia Tuhan Yang Maha Kuasa .Terkadang sebagian teman-teman kuliah  heran dengan langkah saya yang selalu menuju  alun-alun kota.
Tahun berlalu , keadaan ekonomi saya semakin membaik dengan banyaknya panggilan mengajar privat .Tawa adik-adik di jalanan menjadi semangat luar biasa bagi saya untuk belajar dan bekerja.Saya bahkan lupa dengan masalah saya sendiri.
Waktu berqurban datang dan jaminan Allah bahwa  Dia akan menolong orang-orang yang sabar dan yakin, benar adanya.Sebuah email datang kepada saya dari seorang yang sangat jauh.Jauh sekali .Jauh dari angan-angan masa kecil dan mimpi .
Seseorang dari tanah Eropa menghubungi saya .Beliau bersedia menjadi donatur  untuk program Qurban dan berlanjut untuk anak -anak Yatim di Cimahi .
Proposal yang saya kirimkan satu minggu yang lalu ternyata telah sampai kepada beliau.Dalam email balasan itu beliau menginformasikan perihal uang untuk anak-anak jalanan,uang Qurban dan anak-anak yatim.
Sempat muncul rasa khawatir ,mungkin saja ini hanya penipuan..Allah Tala pertemukan dengan jalan kebaikan.
Ketika saya mengecek akun saya di Bank BNI ada perasaan tak percaya ada yang berani mengirimkan uang dalam jumlah yang banyak hanya berdasarkan kepercayaan.Saya mengirimkan email balasan dengan melampirkan laporan keuangan penggunaan dana yang beliau berikan.
Janji saya kepada adik asuh tertunaikan.Saya dengan ikhtiar sederhana mempertemukannya dengan keluarga yang sudah lama tak jumpa.Neneknya yang tinggal di pelosok desa Jawa Barat akhirnya bisa bertemu dengan cucu yang beliau ingat masih berwajah bayi baru lahir.Bahagia apa yang bisa seperti ini ?
****
Dengan jalan demikianlah Allah Yang Maha Memasangkan memperjalankan takdir . Setelah acara Qurban selesai saya dilamar oleh Sang Donatur , seorang mualaf dari keluarga Katolik dan Yahudi di Polandia.Betapa Allah Maha Besar membolak-balikkan keadaan.Di negeri ini pula saya masih menyimpan cita-cita bahwa suatu hari kelak hidup ini berarti bagi negeri .
Hari ini kaki saya menjejak bukanlah atas kebaikan saya melainkan  yakin Allah Ta’ala menjawab doa-doa orang yang tulus.
Apa yang hendak saya ceritakan lagi? Tidak ada ! Saudara harus menyadari ini dan menanamkan dalam diri bahwa berbagilah niscaya hati akan merasakan bahagia.Berbagi tidak perlu menunggu kaya .Berbagi tidak perlu menunggu .Lakukan saja ,niatkan bersama langit bahwa hidup ingin merasakan bahagia.
FB_IMG_1513435351559.jpg
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jangan Nikah Sama Bule !!! ( Bagian III Tamat)


Jangan Nikah Sama Bule !!! ( Bagian III Tamat )

 

Oleh : Raidah Athirah

 

Assalamualaikum Mbak, gimana kabarnya hari ini?. Alhamdulillah baik.  Neeng sendiri gimana kabarnya?.Semuanya berjalan lancar Mbak. Apanya yang lancar?. Saluran cinta aku sama yayang bule. Alhamdulillah saya turut berbahagia.Ngomong- ngomong salurannya udah sampai dimana?. Dokumen lengkap, penghulu udah dikontak ? Katering jeng prasmanan sudah  dhubungi?, trus kedutaan udah loe beri tahu belum?, jangan lupa undangan di sebar.

 

” Insha Allah semuanya sudah di atur sama Wedding Organiser Mbaak “. Hohoho kalau begitu Mbak turut bahagia. Alhamdulillah senang hatiku kalau bertambah banyak pengikut . Pengikut apaan tuh Mbaak. Pengikut bini bule.Sebagai sesama saudara sebangsa setanah air dan sepenangguhan juga tanggung jawab sebagai kakak tingkat. Hahai Kakak tingkatplease jangan sok nge- jajah para junior !:). Keburu stress nanti ini junior.Soalnya saya sudah muak dengan ulah yang ngaku senior semasa mahasiswa yang sebagaian kerjanya nge- jajah mulu.Makanya saya mau memberikan sedikit saja pencerahan kepada Neeng . Sedikit saja nggak banyak- banyak takut kuping Neeng nggak tahan dengan bom ocehan saya.

 

Ini poin- point lanjutan sebagai materi penataran  calon bini bule.Tolong diperhatikan jangan mencontoh perilaku sebagian caleg di tanah air beta. Pas ada maunya baru merhatiin . Kalau sudah tak ada maunya. Emang siapa e- lho??.Gue jijik dengan perilaku ini jadi tolong gunting putus tanpa ngegantung sikap yang aneh- aneh bin ajaib itu, kan mau siap- siap hidup diluar negara khan?. Sebagai calon bini bule loe harus tahan banting Neeng. Cekidot alias ceki- ceki dot com! . Apaan tuh Mbak?.Udah buruan siapin mental loe mau dikasih penataran gratis sama Kakak Tingkah nggak?.Hahai .Ngaku-ngaku kakak tingkat ( itu dulu 😀 ) sekarang ibu rumah tangga biasa.

 

Point – point penting. Dicatat tapi jangan dimasukin ke dalam hati ya Neeng. Nanti bisa nyesek.Asal jangan sampai termehek- mehek. Malu ah diliat orang !. Ntar jadi ingusan lagi.

 

10. ” Siap jadi seleb kampung”. Kalau loe udah nikah sama bule. Dan alhamdulillah telah jadi bini bule. Siapin mental loe jadi seleb. Biar kata ibu- ibu penggosip bilang muka loe kaya mbak- mbak dan  mas- mas tolak angin pancen angine. Tak usah loe gubris apalagi sampai perang mulut. Bisa- bisa harkat dan derajat loe sebagai calon bini bule rusak reputasinya. Mau loe malu- maluin calon mas, akang, bang bule  loe?. Jadi bini bule tuh harus pintar- pintar mengatur hati. Mau dikata- katain. Ta(i) ibu- ibu penggosip yang lagi meeting.

 

11. ” Sukanya sama yang bule- bulean”. Ini point penting yang harus loe ingat Neeng. Jadi bini bule itu, banyak jadi korban prasangka.Disangka hamil duluan baru nikah. Disangka punya uang banyak.Disangka Baby Sitter  kalau sudah punya anak.Alhamdulillah disyukuri aja dan harap maklum.Harus banyak bawa oleh- oleh dan nge- traktir. Kalau satu dua orang bisa dimaklumi tapi kalau orang sekampung, siap nggak Neeng?. Siap- siap dibilang pelit, sombong, sok- sokan , dan sok jual diri. Kalau dengar kata yang terakhir ini saya langsung naik pitam. Ayo para bini bule kita tabook nih mulut setan”. Hahai sadis amat Maaak. Biarin bini bule juga manusia punya hati , punya pikiran. Itu mah lirik lagu rock Mbak. Ya terserah gue yang nulis.:)

 

12.” Siap disangka pindah warganegara”. Saya sendiri bingung ini pertanyaan macam apa. ” Jadi warga negara Polandia dong Mbak?”.Ini pertanyaan apa tuduhan seh. Ah Mbak nanggapinnya biasa aja!. Nggak usah pake esmosi jiwa gituh dong!. Mau pindah ke ketek- ketek pun itu urusan gue Neeng.Nggaklah sesama saudara harus saling menasihati bukan saling memperhatikan urusan rumah tangga orang termasuk memata-matai rumah tangga yang nikah sama bule.Mau loe gue ceramahin dari siang jadi malam, malam jadi siang. Itu mah waktu tidur Aisha.Iya makanya saya jadi migrain  dengar pertanyaan macam ini. Jadi bini bule itu bukan berarti dengan mudah pindah warga negara. Nih gue kasih tahu contohnya Neeng. Walau kate gue dah jadi bini warga negara Polandia alhamdulillah gue baru bisa dapat kartu izin tinggal untuk dua tahun punya. Kalau mau pindah warga negara harus bisa lancar lisan dan tulisan bahasa Polandia . Nyerah duluan Maak.Tak sanggup dan juga tak mau pindah warga negara. Alhamdulillah gue dan keluarga diterima baik di Norwegia sebagai new comer gue udah dapat izin tinggal untuk 5 tahun.Subhnallah Pak Polandia belajar dong sama Bung Norwegia sistemnya!. Untuk Mas bro ditanah air tentu belajarnya jauh lebih dalam lagi. Asal hati- hati aja jangan sampai hanyut dan tenggelam.

 

 

13.” Bule suka yang ekso- ekso”.Apa itu Mbak ekso- ekso?.Biji bakso bukan?. Itu lho eksotik Neeng. Kulitnya eksotik. Yang suka whiting sepertinya tidak masuk dalam daftar para bulean ( becanda ah! , jangan dimasukin ke hati. Kalau lupa balik ke point awal).Kulit eksotik bukan kulit udang rebus.hehe kalau Nih saya bukan rasis ya saya hanya ingin mencoba memandang jendela. Bosan mandang komputer mulu. Mata perih jadinya. Jadi sebagai calon bini bule atau sudah jadi bini bule terimalah nasib loe dikata- katain. Sudah! Mending sekarang loe belajar lebih tegar Neeng kalau nggak bisa- bisa loe jadi kurus. Banyak pikiran.Loe kan dipikirin mulu sama ibu- ibu penggosip, dicemburuin sama ABG labil nan sotoy.

 

14″ Wah enak ya  Mbak …..makannya sekarang jadi roti bukan nasi setelah jadi bini bule ” . Alhamdulillah Neeng . Semua rezeki itu harus disyukuri. Mau makan nasi atau roti itu sama saja makanan.Nah gimana kalau nggak ada makanan siap loe kelaparan makan tampang yayang bule loe?. Kalau nggak mau ya udah makan bubur sana. Saya rindu bubur ayam, bubur sumsum , bubur kacang ijo. Gampang Maaaak. Masaaaaak!. Nggak mau!  malas masak Neeng . Ya udah Mbaak pesen aja ke mas tukang bubur . Emang ini Indonesia sagala aya.Ini Elopa Neeng. Ngucapinnya sok seksi gituh kan mau jadi bini bule. Harus berani menjaga harga diri. Biar nggak jadi mangsa empuk kaum ibu- ibu penggosip. Siip jadi artis Neeng. Dipromosiin terus.Jadi semakin terkenal. Wah gayanya makan roti , makan nasi aja kali. Wong kita orang Indonesia. Abu Aisha pun penggemar nasi sejati lengkap dengan lauk pauk ala Indonesia jangan lupa sambalnya mas.

 

15.” Bule itu gede- gede ya”. Gede apanya dulu dong?. Kalau gede body , .Wajar Neeng !. Ras Eropa kebanyakan berpostur gede alias ukuran panjang tubuhnya lebih dari ras Asia seperti kita ini bangsa Indonesia. Tapi nggak usah minder Neeng semua manusia berasal dari satu bapak nabi Adam AS.Nih saya ajarin jurus pamungkas kalau ada mulut yang usil karena saya telah punya pengalaman  mengalami pelecehan kurang ajar sewaktu berjalan dengan Abu Aisha saat di Indonesia.” Gila itu Neng Hajjah suka mainnya sama bule”. Iya gue suka main sama Abu Aisha khan dia suami saya, kadang juga perang mulut tapi nggak berani mukul wong Abu Aisha tingginya 188 dan gue sendiri semampai( semeter tak sampai).Jadi jelaslah kalau ada ucapan kuper singgah di telinga loe.” Nikah ama bule pasti suka yang gede”.Astagfirullah hajaaaaaar mulut syaitan itu!. Sabar Neeng slow girl nikmati kaya dipantai habis itu hajaaaaar mulut usil itu dengan  jawaban paling jitu , nggak usah gugup apalagi kikuk labrak aja Neeng.” Iya gue suka main sama yang gede- gede. Semua permainan dewasa untuk orang gede gue suka.Pan udah nikah ini mbok e.

 

 

16.” Wah lebih suka produk impor ya”. Apaanya yang import. Emang semua manusia dimuka bumi ini import dari surga. Kan memang kebenarannya seperti itu. Jadi buang jauh- jauh sifat Inferior dan cukup sudah memandang bule superior.Seorang sahabat Rasul Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah saw ditanya tentang hal yang paling banyak memasukan manusia kedalam surga? Rasulullah saw menjawab: Taqwa kepada Allah, akhlak yang baik. Kemudian Rasulullah saw ditanya kembali tentang hal yang paling banyak memasukan manusia kedalam neraka? Rasulullah saw menjawab: mulut dan farji’ (kemaluan). (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hiban ). Jadi Neeng kalau niat , jalannya benar tidak usah sampai kepikiran omongan orang yang hanya berlalu- lalang disekitar kita.Kalau memang jodoh ya pasti nikah juga. Just be yourself. Just keep your iman and dont forget your muamalah with society.

 

17.” Wah enak ya nikah sama bule, anaknya pasti blasteran”. Tunggu….. Tunggu….., ngomongnya pelan- pelan. Biar saya jelasin dengan jelas. Iya pernyataan anda valid bin terverifikasi.Enak kok jadi bini bule. Bisa dengan leluasa ngoceh ke laki loe make bahasa Indonesia kalau lagi perang argumen ( ini mah saya bangat , jangan ditiruh ya Neeng!:D). Bisa berekperimen dengan segala resep. Ah jangan salah Neeng, emak- emak yang tinggal diluar negara itu pada jago masak. Kalau saya?, masih jago makan. Sering juga nyoba resep. Tapi lebih sering kebakaran dalam oven.Main sama Aisha lupa waktu apalagi kalau dia sudah beraksi.” Nona Icha…..ampun itu mainan baru diberesin , sudah kaya kapal pecah lagi ” .:P Alhamdulillah punya bayi dirumah.Seru……seru….

 

18.” Anaknya pasti blasteran”. Iya pasti kan bapak- ibunya campuran. Bapak Sumatera , ibu Jawa juga anaknya blasteran.Kalau gen bapaknya yang dominan pasti ditanya itu benaran anak loe?. Kejadian ini persis menimpa saya , saat mudik ke kampung halaman. Mbak- Mbak TKW ( saya jugaTKRT) yang satu pesawat dengan kami, dengan penuh keberanian bertanya kepada saya” Mbak sampeyan majikannya darimana?, Eeeeedan cakep bangat kaya artis( matanya merhatiin Abu Aisha).Ini anaknya ya?.Cantik bangat ya. Iiiiii Gemes, boleh ta cubit?.Astagfirullah ayam goreng lalapan loe, gue lapar ini.Belum gue makan e jawab udah diserbu sama Mbak – Mbak yang lain.Kamu minta izin sana ama majikan , kita boleh foto bareng anaknya ya (@-@).Itu adalah sedikit cuplikan yang menimpah saya saat menggendong Aisha di dalam lorong pesawat. Habis ini saya mau buat judul baru” Curhat Si Bini Bule”.

 

19.” Jaga tata kromo dan tata fashion”. Apaan ini Mbak?. Itu loh tata cara berjalan, berbicara dan berpakain harus loe jaga dengan baik. Saya saja yang sudah berpakaian ber-abaya lengkap dengan kerudung panjang meliuk- liuk kalau disambar angin. Masih tetap dan tetep dikomentarin( baca komentar diatas yang memang terbukti benar 😀 ) Nah kalau loe mau berani bergaya fashion yang aneh- aneh. Siap- siap loe dibully sekecamatan.Jadi bini bule itu banyak tekanan. Tertekan sana-sini. Ini mah curhat saya. Hahai. Bolehlah curhat sekali- kali. Banyak juga boleh kan para pembaca? 🙂

 

20.” Siap diwawancara  oleh semua anggota masyarakat”.Ah yang benar Mbak ? Ah segituh lebaynya. Eh Neeng ( slow Maaak! ) . Loe belum tahu ya hampir sebagian anggota masyarakat kita itu kepo kalau ada yang tahu, lihat , dengar ada yang nikah dengan bule. Pasti diwawancara. Kalau perlu langsung diberi pernyataaan. Nah sebagian point diatas adalah contoh kecil , contoh besar bisa loe cari dan temuin sendiri. Gue mau rapi- rapiin dulu kancing baju.Bersih-bersih ruangan. Oya Neeng insha Allah kita ketemu lagi dalam sesi curhat gue ya. Hihihi.gaya ketawa nenek ompong. Untuk sesi penataran Jangan Nikah Sama Bule saya cukupkan sampai disini. Wassalam. Tamat

 

NB :

1. kalau ada kata- kata yang kurang berkenan mohon tidak dilanjutkan untuk dibaca.

 

2. Kalau ada yang merasa tersinggung, dihapus saja dan tolong di infokan kepada saya untuk tidak men- tag . Tapi tolong saya jangan di delet. Tapi kalau sudah terjadi. Ya sudahlah. Terima nasib dan terimah kasih.Berarti hubungan pertemanan kita sampai disini.:D

 

3.sebagian cuplikan pada cerita didasarkan pada pengalaman penulis. Kalau ada kesamaan cerita berarti itu sudah jadi hal yang lumrah. Mohon dimaklumi. Biar saya sebagai emak yang nulis tidak perlu konferensi wall dan inbox:).

 

4. Saya ingin mengklarifikasi atas klaim saya untuk beberapa kata yang bisa dianggap mewakili semua bini bule maupun kelompok tertentu. Seperti para istri bule ( ini murni kerjaan saya , curhat gituh lho:D). Kata sebagian berarti tidak semua jadi jangan disalah artikan semua bentuk rasa benci saya kepada masyarakat di tanah air. Astagfirullah bukan itu maksud saya. Jadi tolong jangan gagal paham.Senior maupun kata Kakak tingkat adalah kata yang saya pilih untuk mendeskri

 

5. Kalau tulisan saya memicu sebagian pembaca untuk juga ingin  menikah dengan bule atau tertarik ingin ke Eropa. Itu diluar kuasa saya. Karena setiap orang punya pikiran beda pandangan beda pendapat ,shah!.Jadi saya kembalikan ke niat masing- masing dan pandangan masing- masing. Mau pandang ke luar, ke jendela ke luar pintu kamar itu urusan masing-masing. Saya bukan ahli nujum yang suka menerka- nerka . Saya hanya menuliskan curhat saya. Hahaha

 

6.Foto-foto yang diikut sertakan dalam tulisan murni hak buat saya dengan label RA ( fotonya juga asal-asalan Maaak pede ancur , motonya aja pake minjem hp :D). Jika ada yang tidak suka dengan foto – foto yang tertera, mohon tidak usah dipandang. Dikomentari monggo terserah.Hehe sudah jadi hukum Facebook itu minta dikomentari :D.

 

7.Kalau ada yang bertanya “apakah saya seorang penulis “.Saya jawab iya :D.Penulis dadakan.MEndadak nulis kalau ada Event dan juga suka menulis komen.Apalagi kalau lagi moody dengan segala macam drama rumah tangga , wah saya alhamdulillah lebih rajin nulis diary , , nulis curhat.Kebanyakan bahkan hampir semua di Facebook juga penulis , baik penulis komen maupun penulis professional 😀

 

8.Saya menerima kritik ( dalam hati ketar-ketir kalau baca komen kritik 😛 masih belajar tahan banting buka hati kalau memang benar kritiknya dan untuk kebaikan.Terima Maaak).Hehe.Padahal kritik itu membangun beda ya kalau mencibir.Masukan yang membangun juga saya tunggu.Asal jangan masukan yang membangkitkan SARA,nah lho siapa toh? 🙂

 

9.Hal-hal lain yang belum saya tulis.Ditunggu komen dan tanggapannya 😀

 

Norway , 14 Maret 2014

 

 

 

Aisha lagi training sekalian olahraga lengkap dengan kostum negeri kulkas

Aisha lagi training sekalian olahraga lengkap dengan kostum negeri kulkas

 

ini pemandangan ciptaan Allah Tuhan Yang Maha Pencipta

ini pemandangan ciptaan Allah Tuhan Yang Maha Pencipta
 
,Gambar

 
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , | 8 Comments

Jangan Nikah Sama Bule !!! ( Bagian I )


Kok judulnya provokatif sekali?. Sengaja saya mau jadi provokator biar pada sadar. Kalau nggak sadar ambil air satu gayung trus lempar ke muka biar pada bangun jangan terbuai mimpi. Ah sok idealis . Sadis bangat Mbak e.Situh kan juga nikah sama bule? . Masa ngelarang kita- kita yang masih single alias jomblowati dan jomblowan untuk pedekate ama mas , kang , abang or yayang bule?.

 

Karena saya sudah menikah sama bule makanya saya mau kasih tahu. Alasan akurat supaya pada mengerti bahwa saat anda menikah dengan bule lantas anda akan berubah menjadi putri salju alias snow white No Way. Pegang kuat- kuat omongan saya. Kita hubungannya  Insha Allah kuat Mbak. Dia sayang banget sama saya. Udah janji mau beli saya rumah. Udah sering nelphone juga. Udah saling pandang- memandang juga di kamera. Trus masalahnya? . Paketny ketahan di Malaysia. Kalau itu mah Scammer neeng! 🙂

 

Sebagai senior. Halah! Senior dari hongkong. Ini butir – butir yang harus anda hapal. Kalau tidak hapal , hati dan raga  anda pasti tewas dihajar  masa orientasi ( baca shock culture ) . Ah ngeri ya Mbak! . ” Tapi aku udah terlanjur sayang loh sama dia” . Makanya Neeng sebelum keburu hanyut dengerin dulu petuah senior napa? . Situ kan yang ngirim email curhat nanya- nanya gimana enak nggak nikah sama bule?. Makanya saya mau kasih tahu. Kegilaan apa aja yang harus anda hadapi sebagai pertarungan di awal.

 

1 . Kalau anda sudah mantap , pas , yakin nih bule keyakinannya kuat . Bukan kuat ngerayu . Ya sudah  sholat istikharah minta petunjuk sama Allah. Karena Tuhan yang tahu segala tindak dan tanduknya. Secara kalau uda cinta alias diserang syaitan kasmaran tau kucingpun rasa coklat ( muntah- muntah saya kalau ingat ini 🙂 . Butaaaaa jadinya kayak pendekar Si Buta Dari Goa Hantu. Ituh mah Wiro Sableng. Makanya saya mau nanya siap anda jadi sableng kalau ditinggal si yayang bule karen ketahuan ternyata buaya darat atau penipu ulung atau kalau nggak ternyata belum jodoh Mbaak . Ya sudah sabar Neeng , ambil wudhu baca Qur’an.

 

2. Mbaaak , Teh . ” Insha Allah si yayang bule udah mau datang ngelamar” . Sebagai senior saya ucapkan alhamdulillah. Selamat anda sudah berada dalam tahap serius. Kapan hari – H nya Neeng?. ” Belum tahu Mbaak, masih dibicarakan” Ini teh serius atau kumaha seh” . Kapan selesai dibicarakan keburu kabur itu penghulu. Apalagi sekarang uang tunggu buat penghulu itu mahal.Apalagi calonmu itu ” BULE”  ucapinnya sambil bibir dibuat manyun. Pasti jadinya seksi. Kan yang ada dipikiran tuh Bule  suka yang seksi- seksi. Itu mah bule- bulean .

 

3. Mbaak dokumen apa yang harus saya siapkan ? ” Menekete neng, saya kan nggak tahu kalau Neeng mau nikah . Beda negara beda aturan. Sering- sering tanya aja ke Om Gooogle jangan buka Facebook mulu ( dalam hati ternyata empat jari menuju muka saya) . Anda harus tahan banting. Bahkan dibanting- banting kalau bawaannya polos mulu atau bahasa sadisnya ” mau- maunya dibegoin sama petugas KUA” mereka juga manusia hajar bleh. Nanti saya nggak jadi nikah dong Mbaak!. Ya nggak usah nangislah . Cari akal keburu hilang akal nanti . Pastikan dokumen lengkap , jangan lupa print aturan – aturan yang mendukung argumenmu. Pintar dikitlah Neeng, ini kan mau belajar hidup di luar negara.

 

Satu lagi Neeng.Banyak- banyak berdoa biar semua urusannya lancar. Pernikahan itu sakral. Banyak godaannya. Apalagi menjelang hari – H pasti ada aja celahnya.Mana tahan syaitan liat ijab- kabul di bacakan. Arsy langit pun bergoyang. Ini peristiwa besar. Yang tadinya kita adalah haram satu sama lain. Dengan ijab kabul maka halal sudah hubungan antara perempuan dan laki- laki. Boleh berpegang tangan yang lain juga boleh . Sensor ******.Udah ya nasihatnya. Keburu Aisha ngamuk saya nggak bisa lanjut nulis.

 

4. Setelah semua dokumen lengkap. Tolong jelaskan ke  orang yang sudah tua, tetangga , apalagi paman bibi , keponakan , dan semua silsilah keluarga bahwa calon suami anda itu walaupun bule dia bukan bawa pohon dollar alias kaya raya. Jadi tolonglah saling memahami. Bule juga manusia jangan dianggap dewa apalagi raja. Apalagi dianggap pangeran yang akan turun dari pesawat. Sudah ngilernya ! . Pangeran Willian udah nikah , adiknya si Harry belum nikah mau tak jodohin? Keburu pingsan nanti Ratu Elizabet mendengar cucunya akan menikah dengan muslimah Indonesia:).

 

5. Kalau semua yang Mbaak jelasin dia atas insha Allah saya siap menjalaninya.” Saya pingin bangat punya anak bule, siapa tahu dilirik Ram Punjami jadi artis” . Tobat Neeng! . Niatnya kok kerdil sekali. Dunya mulu yang kepikiran. Bule itu kan kebanyakan berpaham ” Library” maksudnya Liberal gituh Mbak . Jadi ya sama kaya saya”. Ya sudah loe jodohnya sama yang seperti yang loe ucapin tuh”. Ingat ya neeng ucapan itu doa. Mau loe jodohnya sama bule yang kerjaannya mabuk mulu? . Kalau mau ntar saya kenalin sama tukang cat apartemen yang sering nongkrong di Jablonna. Dia kerjaannya habis kerja mabuk mulu. Setiap ketemu Abu Aisha pasti sembunyi.

 

6. ” Aku suka bangat sama bule soalnya postur tubuhnya ideal , tinggi, mata biru, rambut pirang , hidungnya itu nggak nahan!!. Astagfirullah nih cewe kerasukan apa udah jadi ” Orgil Sule ( Orang gila Suka buLe ) . Mau loe nikah trus dibawa ke negaranya jadi kere – mengere alias Bule Kere. Kalau mau  ntar saya kenalin sama pemain biola di areal  Centrum Warsawa. Orangnya muda, tinggi, mata biru, rambut pirang keemasan , dan tentunya suka main biola. Biodata lengkapnya ntar kalau kami Warsawa dan ketemu orangnya.Langsung kami tanya. Kalau tidak ya wassalam. Cari yang lain.

 

7. ” Bule sukanya tipe muka pembongkat”. Anda 100% benar tidak salah lagi. Anda harus siap- siap dengan pekerjaan pembokat. Bersih – bersih. Sekalian belajar juga mengenai standar kebersihan yang diterapkan. Bukan apa – apa . Takutnya standar anda simelekete dan sang bule standar Uni Eropa. Pasukan kebersihan kali Mbaak !. Pokoknya selama di tanah air anda harus rajin membersihkan kaca jendela, latihan  angkat besi juga. Emang buat apa Mbaak disana?. Buat jaga- jaga angkat kasur . Bersihkan dari debu- debu yang menempel. Biar perlu perkenalkan diri anda jauh – jauh hari dengan sang Vacum Cleaner biar nggak grogi nanti saat bergoyang kiri kanan.

 

Tapi tidak usah khawatir jari – jari lentik anda masih bisa terawat kok. Yanf penting anda lihai memencet tombol- tombol mesin. Jangan lupa disetting ke bahasa inggris. Ke bahasa Indonesia dong Mbaak ? . Bawa sendiri mesin cuci dari Indonesia. Beraaaaaaat Mbak. Udah dijelasin toh jangan ngeyel sampeyan.

 

8. ” Calon suamiku bule udah punya rumah loh” . Selamat calon suami anda termasuk kalangan golongan menengah ke atas. Jadi nggak perlu tinggal di apartemen alias rumah susun gaya Eropa. Emang Mbaak tinggal dimana ? . Ya di apartemen lah masa di hutan Jablonna.Mau di rumah gaya Eropa atau apartemen syukurin aja mbak.

 

9.” Aku belum bisa bahasa inggris Mbak” . Trus selama ini loe komunikasi ama si yayang bule loe pake bahasa apa?. Tentu bukan bahasa tubuh ya. Haram Neeng belum halal!. Ini mah bukan sok- sokan . Gimana mau hidup di luar negara loe kalau bahasa standar pergaulan international sedikit pun loe tak tahu. Apa kata dunia?. Terserah dunia mau bilang apa pokoknya rajin- rajilan praktekin bahasa inggris loe. Nanti juga dunia Grammar yang menakutkan akan kau taklukan. Jangan lupa sering- sering nengok perpustakaan . Atau minimal nongkronglah di Gramedia. Biar nggak malu- maluin calon suami bulemu . Mauuuu direbut mangsa pasar yang lain ? 🙂 . Emang barang jualan. E Maaaak Gue Jadi Pikiran ini!

 

Bersambung ke Bagian II

 

 

 

  • Raidah Athirah
     
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , | 3 Comments

Menikah Di Antara Dua Musim


Menikah di Eropa dengan pergantian musim dingin ke musim semi tentu sangat indah apalagi dengan embel – embel pasangan bule. Oh serasa dunia milik berdua yang lain ngontrak daaaaah 🙂 .Bunga-bunga yang bersemi.Pepohonan yang mulai perlahan menghijau.Kesejukan yang menerpa kala angin berhembus.Subhanalllah pokoknya semuanya indah. Romantis bangat maaaaak :). Tak usah cemburu. Ini sudah takdir.Berjodoh dengan bule itu bukan cita- cita apalagi dengan tujuan memperbaiki keturunan , atau ingin hidup bagaikan sang putri salju dan bisa jalan- jalan keluar dari negara:) . Buang jauh- jauh pikiran kotor anda !.Menikah itu karena Allah , karena satu cita -cita.

 

Subhanallah Maaaak , suruh para gadis- gadis di tanah air itu bertobat. Belajar dulu yang banyak.Semua sikap malas belajar , buang jauh – jauh kalau anda tidak mau dihajar oleh budaya ( baca shock culture ) .Jangan anda harap bibi atau asisten rumah tangga bisa membantu anda. Mahal mbak . Bisa- bisa anda tidak bisa tidur nyenyak . Anda harus siap hidup di suhu yang melebihi suhu kulkas.Belajar bersosialisasi. Bukan untuk arisan besar tapi setidaknya anda bisa sendiri ke pasar berbekal beberapa kata yang anda hapal biar anda bisa pilih makanan halal.Ada nggak mas bakso, mang somay atau warung pecel lele? . Sudah!, anda jangan bermimpi. Bangun dan bergegas ke dapur buat masak sebelum perut anda menyanyikan lagu keroncong 🙂 . Nah itu yang saya lakukan.

 

Banyak calon pasangan yang sengaja merencanakan pernikahan mereka ke Eropa hanya untuk menikmati sensasi empat musim di Eropa.Banyak terpengaruh film sepertinya atau memang ingin ganti suasana.Entahlah . itu pilihan masing-masing yang punya uang.Bagi kami yang penting keberkahan.Menikahlah karena Allah.Yang belum nikah buruan nikah . Ah sok ngenasihatin lagi.Sesama saudara harus saling mengingatkan. Sudah kewajiban saling mengingatkan kepada kebaikan.Ini perintah Allah dalam Al Qur’an . “ Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) ma’ruf dan mencegah dari kemunkaran. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” ( Q.S Ali Imran ayat 104 )

 

Setelah saya dinyatakan hamil .Kami mau tidak mau harus menikah walaupun saya dalam keadaan muntah- muntah. Kok udah hamil baru nikah ?. Gelarnya MBA dong ! Married By Accident ) . Nanti saya ceritakan . Jangan berburuk sangka dulu 🙂 . Beberapa peristiwa – peristiwa yang datang silih berganti ( baca penggalan memoar di awal dan Menginap di Warsawa Jilid I ) menghadapkan kami dengan semua seluk – beluk prosedur pasangan campur. Kami di benturkan dengan urusan administrasi. Asuransi kami di tolak. Mengapa ?.Nama yang tercatat di pasport dan akte kelahiran saya berbeda. Kesalahan kecil merusak semua ijazah saya . Bahkan mempertanyakan buku nikah yang kami bawa dari Indonesia.Subhanallah Maaaaaaak , mengapa saya harus mengalami semua keribetan ini?.Lagi hamil pula.

 

Kami menikah di akhir musim dingin menuju musim semi. Kali ini bukan di Jablonna tapi di Legionowo.Tempat mertua saya tinggal. Yang hadir pun tidak banyak. Hanya ada kedua mertua saya , kakak ipar yang sedang hamil dan suaminya serta kedua anaknya.Satu wanita Polandia yang kami bayar sebagai penerjemah bahasa Polandia ke bahasa Inggris. Dan satu wanita muda berambut agak ke emasan sebagai pembaca sumpah nikah sekaligus pencatat dokumen pernikahan. Kalau di Indonesia tempat ini semacam kantor catatan sipil.

 

Jangan membayangkan suguhan ala prasmanan di Indonesia . Ini Eropa. Apalagi suguhan minum anggur ala Polandia . Kami ini muslim. Walaupun budaya Eropa di setiap acara , parti atau perkumpulan dan lain sebagainya harus ada minuman semacam ini . Alhamdulillah sudah kami nyatakan identitas kami. Kami muslim dan tidak ada tawar menawar. Kami menikah dengan gaya Eropa . Abu Aisha memakai setelan jas berwarna hitam lengkap dengan dasi dan saya sendiri memakai abaya putih yang saya modifikasi sedemikian rupa agar terlihat seperti gaun ,berkerudung putih yang saya hiasi dengan semacam bando bunga berwarna abu -abu . Semua pakaian saya berwarna putih kecuali sepatu boot saya. Di tambah wajah saya yang pucat ke putih- putihan 🙂 . Saya paksakan untuk memoles sedikit wajah saya . Sedikit pewarna bibir yang lebih terlihat alami . Itu semacam lipgloss yang dipakai ABG . Bedak ?. Maaf saya tidak pakai karena terlanjur muntah – muntah dan sudah telat ke kantor catatan sipil di Legionowo :).

 

Suasana menikah begituh syahdu. Iya syahdu karena cuman segelintir manusia yang hadir. Para undangan sudah saya sebutkan sebelumnya. Luas gedungnya lumayan . Seperti ruangan bioskop BIP di Bandung. Jadi benar – benar syahdu, ditambah suasana pergantian musim dingin ke musim semi. Latar panggung merah putih. Bendera Polandia kan warnanya sama seperti warna bendera Indonesia hanya posisinya terbalik.Saya dan Abu Aisha berdiri di tengah panggung. Alhamdulillah Aisha dalam perut seperti mengerti kondisi kami saat itu .Tidak mau mempermalukan orang tuanya . Terutama saya Muslimah pertama yang menikah di catatan sipil Legionowo Polandia lengkap dengan identitas ke islaman saya .Alhamdulillah Maaaaak , saya tidak muntah -muntah :).

 

Mari saya gambarkan suasana saat kami menikah agar anda juga bisa merasakan apa yang saya rasa:).Kami berdiri di tengah – tengah.Sang penerjemah berdiri di samping saya dan wanita pengkhotbah , maksud saya pencatat nikah berdiri di samping Abu Aisha. Kedua mertua saya duduk sebagai saksi di depan kami.Dan kakak ipar saya serta keluarganya duduk di belakang bagai menonton pertunjukan kisah cinta antar benua 🙂 . Kalau Abu Aisha bilang kata cinta , saya jadi alergi. Masa sih ? . Kan suami sendiri. Maklum awal-awal nikah masih berjiwa polos, kalau sekarang jangan ditanya . Jiwa emak – emak premannya keluar. :)Maklum , mantan aktifis kampus yang sering pasif alias uring- uringan.

 

 

Saya dan Abu Aisha sebelumnya sudah menikah di Indonesia . Kami menjalani LDR selama satu tahun.Berbekal visa schengen kami bersama ke Polandia.Di Jablonna tempat kami menjalani peran sebagai suami -istri. Abu Aisha masih tetap bekerja di Norwegia.Sebelum menikah pun Abu Aisha sudah bekerja di Norwegia. Kenapa tidak pindah saja di Norwegia ?. Ini bukan Indonesia yang berbeda pulau jadi kalau mau pindah ya tinggal angkut koper. Ini Polandia-Norwegia. Beda negara , beda kebijakan .

 

Untuk menikah pun kami diharuskan untuk membawa surat keterangan . Saudara mau tahu apa isi surat keterangan itu ? . Isi surat keterangan ini menyatakan bahwa saya berstatus single alias jomblowati dan tidak ada paksaan menikah dengan Abu Aisha .Subhanallah surat keterangan macam apapula itu maaaaak !.Saya tegaskan kepada Pani / Pan saya berstatus menikah dan sekarang tengah mengandung!.Astagfirullah semua keterangan kami tidaklah diterima. Kami disuruh ke kedutaan Indonesia di Warsawa untuk meminta surat keterangan sudah menikah yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Polandia oleh penerjemah dari kedutaan untuk membuktikan bahwa kami telah menikah di Indonesia.

 

Sampailah pada saat pemeriksaan dokumen berupa pasport , KTP , akte kelahiran dan buku nikah. Dan karena satu huruf yang salah ketik rusaklah semua rencana kami. Ternyata nama yang tertera di pasport dan akte kelahiran saya berbeda.Subhanallah Maaaak !. Jangan salahkan saya yang membawa dokumen tapi salahkan petugas di Indonesia yang salah mengetik.Dalam hati saya juga mengaku salah, mengapa saat di Indonesia tidak saya teliti. Semuanya sudah terlambat.Air sudah sampai di tenggorakan. Saya harus minum air di Warsawa.Haus mikirin nasib asuransi saya yang menggantung.Terserah dari kedutaan. Maka di usulkan saja menikah lagi di Polandia. Agar data saya hanya memakai satu sumber yaitu akte kelahiran.Disini dokumen berupa ijazah tidak di akui. Jadi saya sekolah dari SD sampai Universitas tak berarti. Subhanallah Baaaang !. Pulangkan saja saya ke Indonesia.

 

Seorang wanita Polandia yang bekerja di bagian resepsionist memanggil saya untuk menandatangani surat keterangan dan meminta saya menulis surat pernyataan yang menyatakan bahwa saya secara pribadi , tidak ada paksaan menikah dengan Abu Aisha.Ha!. Wanita Polandia ini memanggil saya ” mbak ” . Bahasa Indonesianya saya kasih seluruh jempol saya :). Subhanallah fasih sekali dia bicara bahasa Indonesia yang terdengar di telinga saya seperti logat Jakarta .Ah , saya jadi malu kok saya gak bisa- bisa bicara bahasa Polandia. Jawaban saya ke setiap orang . Maklum new comer.

 

 

Asuransi yang Abu Aisha pakai berasal dari Norwegia bukan Polandia.Karena memang selama ini Abu Aisha sehari-harinya di Norwegia.Kalau calon suami anda warga negara asing pastikan semua dokumen sebelum menikah lengkap tanpa berbeda satu huruf pun. Titik koma harus diperhatikan.Salah sedikit bisa buat anda sengsara di negeri orang.Dan yang paling penting satu keyakinan supaya hati anda damai, tak ada rasa khawitir. Subhanallah maaaaak.Nasi sudah menjadi bubur. Jadi tak bisa lagi anda sesali , ya sudahlah bismillah ayo kita makan bubur ayam. Keburu dingin Bang :).

 

to be continued……

Ini bukan Polandia .Ini Norwegia

Ini bukan Polandia .Ini Norwegia

Ummu Aisha :).

Ummu Aisha :).

musim dingin ke musim semi :)

musim dingin ke musim semi 🙂

Norwegia

Norwegia
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , | 2 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: