Posts Tagged With: Bangsa Mongol

Golden Horde, Islam dalam Relung Hati Bangsa Mongol/ Tatar


Sudah lama saya tidak menulis di rumah maya ini .Banyak tulisan yang terserak yang belum bisa saya satukan .Salah satunya tentang tulisan sejarah bangsa Mongol. 🙂 Maafkan ya teman 🙂

Oleh : Raidah Athirah

***

Sejarah perlu dibuka dan dipahami agar mutiara hikmah yang tersimpan bisa digali dan dipelajari .

Sejarah memiliki semua warna bak empat musim yang hadir dan berganti masa .Pelajaran hidup dari bangsa ini tersimpan rapi menunggu sang pembelajar datang ,membaca ,memahami ,serta menghayati kisah para kesatria Tatar /Mongol yang meletakkan Islam dalam relung hati dan terbukti dalam geraknya .

Keindahan dalam setiap musim yang datang sebagai ketetapan dari Sang Khalik menyadarkan bahwa di setiap masa ,Allah berkehendak memilih jiwa yang tetap teguh ,sabar dan tahan uji dalam perjuangan.

Tak ada yang menyangka bangsa yang dikenal suka berperang ,kasar dan berani menghadapi maut demi meraih keinginannya ternyata menyimpan mutiara .

Mutiara yang kelak ketika relung hati mereka dipenuhi rahmat oleh Allah ,Tuhan Yang Maha Membolak -Balikkan Hati , menjadi kekuatan yang menjadikan Islam kembali mengambil peran dalam panggung peradaban

Kisah sejarah panjang nan menawan sekaligus pahit berawal dari pembagian wilayah yang dilakukan oleh penguasa tertinggi bangsa Mongol yakni Jengis Khan kepada keempat putranya .

 

 

 

image

Sumber gambar : Wikipedia  Simbol lambang kerajaan  Golden Horde 

image

***

Tak ada kerusakan yang paling banyak dilakukan oleh suatu bangsa kepada Islam seperti halnya apa yang dilakukan bangsa Mongol / Tatar dalam sejarah peradaban .

Meskipun demikian, dari anak cucu bangsa ini tampil para kesatria penyeru panji Islam di panggung peradaban selama berabad-abad lamanya .Allah ,Tuhan Yang Maha Perkasa berkehendak mempergilirkan kemenangan.

Takdir memilih Jochi diantara putra Jengis Khan yang lain untuk memimpin wilayah pegunungan Ural dan Kaukasus.Dan dari darah Jochi lahir anak bangsa Mongol penyeru kalimat tauhid di tanah Eropa Timur dan pusat Asia.

Diutusnya Jochi dan putranya ke tanah yang jauh bukan tanpa sebab .Desas-desus tentang Jochi yang dianggap bukan darah daging Jengis Khan semakin menjadi perdebatan di kalangan petinggi bangsa Mongol.

Peristiwa lampau manakala sang ibunda yang diculik dan dijadikan istri menjadi dugaan bahwa Jochi sepertinya adalah putra dari sang penculik .Walaupun demikian ,Jengis Khan telah mengumumkan kepada bangsanya bahwa sang putra adalah pewarisnya .

Hari berganti ,musim pun telah berubah tapi keraguan dalam diri penguasa Mongol semakin kuat manakala Jochi terlihat berbeda dalam mengambil kebijakan terkait orang -orang yang ditawan .

Sang putra meminta tawanan sebagian jangan dibunuh sedangkan Jengis berlaku sebaliknya , dalam setiap penaklukan ia tak pernah membiarkan para tawanan hidup .

Perbedaan antara Jochi dan ayahnya semakin kentara , ada saja sebab yang membuat hati sang ayah dan putranya semakin menjauh .

Pada akhirnya Jengis mengirim Jochi jauh dari pandangannya .Sang pangeran Mongol bersama keluarganya melangkah jauh dari pusat pemerintahan yang sedang berada dalam masa kejayaan .

Para sejarawan menganggap bahwa ini adalah hukuman bagi Jochi atau siasat Jengis menyatukan bangsa Mongol dari perpecahan .Pada akhirnya perjalanan Jochi dan anak cucunya menjadi jalan takdir yang merubah peta peradaban manusia dan sejarah Islam di Asia dan tanah Eropa Timur .

Dari masa dedaunan yang hijau sampai gugur ditelan masa sang putra tak lagi bertatap dengan sang ayah .Musim dingin menyimpan semua rasa menjadi betul-betul putih membeku.Sampai kematiannya di musim dingin ,Jochi tak pernah lagi bertemu dengan Jengis Khan .

Kelak anak cucunya menyatu dengan berbagai etnik yang telah dulu mendiami wilayah Kaukasus salah satunya etnik Kycpak ,etnik bangsa Turki yang juga telah bercampur dengan etnik asli yang dicirikan dengan warna rambut pirang ,bola mata biru dan berperawakan besar . Dikemudian hari etnik ini kemudian bercampur lagi dengan bangsa Mongol dari Ulus Jochi ( daerah kekuasaan Jochi )menjadi White Horde ,Blue Horde , pada akhirnya menyatu dan dikenal dengan nama Golden Horde .

Bila benar Jochi bukan darah daging Jengis Khan maka perjalanan sang putra beserta anak cucunya adalah perjalanan menemukan kebenaran sekaligus menjadi cikal bakal generasi Turki Usmani yang tangguh di panggung peradaban Islam yang bergelar Sulaiman Al Qanuni dari jalur ibu ,sang putri dari Tatar Krimea yang merupakan cucu dari Mehmet Geray ,penguasa berdarah campuran Mongol dari jalur Jochi

Di tanah Kaukasus inilah suku yang dulu menculik ibunya tinggal .Mereka berpindah dan menetap kemudian menyatu dengan etnik Kipchak setelah Jengis Khan yang bernama lahir Temujin menjadi pemimpin seluruh bangsa Mongol yang dulu hanya berupa suku-suku nomaden .

Golden Horde atau Gerombolan Emas menjadi penguasa atas wilayah Eropa Timur seperti Russia ,Ukraina ,sebagian Polandia ,Hongaria,Bulgaria dan negara Asia yang berada dalam jalur perdagangan.

Inilah bangsa yang diakui kehebatannya dalam sejarah peradaban.
Ya ,ini kisah tentang Gerombolan Emas (Golden Horde ),kekhanaan ( kesultanan ) yang merupakan campuran dari bangsa Mongol dan Turki .

Beginilah jalan takdir mengatur perjalanan sang putra tertua bangsa Mongol ke tanah yang jauh dari tanah lahirnya .

Betapa banyak kisah yang hendak diceritakan tentang anak cucu bangsa Tatar/Mongol ketika hati mereka dipenuhi oleh
rahmat dari Allah ,Tuhan Semesta Alam .

Adakah kelelahan menelusuri jejak sejarah ketika dalam perjalanan banyak mutiara hidup yang bisa diambil ?

Polandia,05 Februari 2017

Advertisements
Categories: sejarah, Sharing, Uncategorized | Tags: , , , , , | Leave a comment

Al Quthuz , Singa Gurun Penjaga Benteng Terakhir Peradaban Islam , Palestina


Al Quthuz , Singa Gurun Penjaga Benteng Terakhir Peradaban Islam , Palestina

****

Berhubung tanggal 10 November kemarin adalah hari Pahlawan dan banyak juga yang penasaran terhadap siapa sebenarnya Al-Quthuz .Ini bagian kisah sejarah yang penting untuk diingat dan diteladani. Sosok ini Allah hadirkan untuk mematahkan mistis tentang bangsa Mongol / Tatar yang tidak pernah terkalahkah dalam sejarah penaklukan .

Namun seperti kisah sejarah yang biasa almarhum bapak saya lakukan , ada pengantar penting agar kita bisa merasakan tentang apa yang terjadi saat itu .Pemahaman latar belakang akan membuat kita merasakan perih atas pembunuhan , penyiksaan , dan berbagai kekejaman yang tidak pernah dilakukan umat manusia sebelumnya . Peristiwa ini hanya terjadi saat pasukan Mongol menghancur leburkan Bagdad , ibukota Islam dalam dinasti Abbasiyah .

Bagaimana kehancuran yang dilakukan bangsa Tatar sampai mereka dijuluki ” pasukan dari neraka ” .Bayangkanlah dasyatnya kehancuran yang diakibatkan oleh gelombang Tsunami Aceh yang terjadi beberapa tahun yang lalu .Manusia , bangunan, pepohonan , kebun , binatang , semuanya hancur rata berantakan . Kota Bagdad yang indah itu mendadak sepi, kelam dan berubah menjadi kota hantu . Seperti itulah saudara yang terjadi dengan Bagdad sampai Samarkhan dan negeri-negeri Islam yang dimasuki oleh Pasukan Mongol .

Sampai disini , tidakkah anda tergerak untuk tahu ?

****

Mereka adalah bangsa yang telah diisyaratkan kemunculannya oleh Rasulullah saw . Dalam sebuah hadist sahih yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Imam Muslim ;

” Akan terjadi hari Kiamat hingga kalian memerangi satu kaum yang sandal-sandal mereka terbuat dari bulu, dan kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, wajahnya merah, hidungnya pesek wajah-wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit.”

‘Sesungguhnya umatku akan digiring oleh satu kaum yang berwajah lebar, bermata sipit, wajah-wajah mereka seperti tameng (hal itu terjadi tiga kali), hingga mereka dapat mengejarnya di Jazirah Arab. Adapun pada kali yang pertama, selamatlah orang yang lari darinya. Pada kali kedua, sebagiannya binasa dan sebagian lainnya selamat, sementara pada kali yang ketiga, mereka semua membunuh yang tersisa.’ Para Sahabat bertanya, ‘Wahai Nabiyullah! Siapakah mereka?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah bangsa Turk.’ Beliau berkata, ‘Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, niscaya kuda-kuda mereka akan ditambatkan di tiang-tiang masjid kaum muslimin.’”

Dia (‘Abdullah) berkata, “Setelah itu Buraidah tidak pernah berpisah dengan dua atau tiga unta, bekal perjalanan, dan air minum untuk kabur sewaktu-waktu, karena beliau mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang musibah yang ditimpakan oleh para pemimpin Turk.”

Inilah mereka bangsa Mongol atau Tartar yang dengan kekuatan 200.000 tentara melenyapkan Kekhalifahan Abbasiyah dari muka bumi hanya dalam kurun waktu 40 hari .Bagdad bersimbah darah , sungai-sungai berubah warna bercampur dengan tinta-tinta ilmu pengetahuan dan bau anyir mayat dimana-mana .Para ahli sejarah mencatat peristiwa ini penuh pilu dan air mata .

Tetapi berapa banyak generasi Islam yang tahu tentang ini ?

Pada akhirnya kebenaran selalu menang .Namun untuk sampai kepada kemenangan ada berbagai peristiwa .Dan inilah peristiwa sejarah yang tak boleh dilupakan ” Perang Ain Jalut “.

****
Haruslah kita pahami saat itu seluruh negeri Islam yaitu Baghdad, Syria dan Asia Tengah sudah jatuh ke tangan tentara Mongol. Hanya tinggal tiga negeri Islam yang belum dimasuki yaitu Makkah, Madinah dan Mesir. Maka Hulagu Khan yang merupakan cucu dari Jenghis Khan terus merangsek berupaya menaklukkan negeri yang lain.

Siapa yang menduga bangsa primitif yang jauh dari peradaban pernah mengusai 1/2 dari daratan bumi ini. Bangsa Mongol yang nomaden memutarbalikan semua fakta sejarah. Bagi dunia Islam, penaklukkan oleh Mongol ini mungkin dilihat sebagai suatu pendahuluan, sekaligus miniatur keluarnya Ya’juj Ma’juj pada akhir zaman.

Inilah pendapat dari para Ulama Islam tentang bagaimana nanti peristiwa Ya’juj dan Ma’juj walaupun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa bangsa Mongol ini merupakan keturunan Ya’juj dan Ma’juj namun tidak perlu sampai diperdebatka karena hal terpenting yang harus dipahami adalah bagaimana peristiwa ini terjadi

Para ulama Islam saat itu, hampir tidak mampu mencatat kronologis peristiwa serangan basa barbar ini. Tidak pernah terjadi malapetaka sedasyat itu dalam sejarah bangsa manapun. Seperti yang terucap dari panglima perang Mongol saat pertama kali menguasai kota Baghdad, “Aku adalah malapetaka yang diturunkan Tuhan ke muka bumi untuk menghukum ..”

******

Anda pasti bertanya-tanya bagaimana Eropa saat itu ?

Ya saudara perlu anda tahu Eropa itu masih dalam masa kegelapan .Bahkan Uni Soviet kala itu merupakan negeri-negeri yang berada dalam penaklukan bangsa Mongol .

Ada satu peristiwa penting yang jarang diingat atau bahkan belum banyak yang tahu tentang skenario Allah yang diperlihatkan dalam Perang Ain Jalut .Dan sosok pemberani lagi kuat imannya yang Allah pilih untuk mengajarkan kepada kita bahwa pada akhirnya kemenangan akan menang melawan yang batil ( keburukan)

*****
Quthuz , The Lion of Ain Jalut

1606208_10200886194151909_262169584_o

Novel fiksi yang high recommendated untuk dibaca agar lebih memahami sosok Qunuzt

Anda perlu kenal dengan jelas siapa sosok pemberani yang mematahkan mistis tentang kekuatan bansa Mongol .

Ya , sosok ini adalah Saifuddin Quthuz satu di antara tokoh besar dalam sejarah Islam dan merupakan penjaga benteng terakhir kaum Muslimin pada saat itu . Nama aslinya adalah Mahmud bin Mamdud.. Ia berasal dari keluarga muslim berdarah biru. Quthuz adalah putra saudari Jalaluddin Al-Khawarizmi, Raja Khawarizmi yang masyhur pernah melawan pasukan Tartar dan mengalahkan mereka, namun kemudian ia kalah dan lari ke India. Ketika ia sedang lari ke India, Tartar berhasil menangkap keluarganya. Tartar membunuh sebagian mereka dan memperbudak sebagian yang lain.

Mahmud bin Mamdud adalah salah satu dari mereka yang dijadikan budak. Tartar menjuluki si Mahmud dengan nama Mongol, yaitu Quthuz, yang berarti “Singa Yang Menyalak”. Tampaknya sedari kecil Quthuz memiliki karakter orang yang kuat dan gagah. Kemudian Tartar jual si Mahmud kecil di pasar budak Damaskus. Salah seorang bani Ayyub membelinya. Dan ia dibawa ke Mesir. Di sini, ia pindah dari satu tuan ke tuan yang lain, sampai akhirnya ia dibeli oleh Raja Al-Mu’izz Izzuddin Aibak dan kelak menjadi panglima besarnya.

Dalam kisah Quthuz ini, kita bisa mencatat dengan jelas bagaimana skenario ajaib Allah SWT. Tartar telah memperdaya muslimin dan memperbudak salah satu anak-anak muslimin dan mereka jual langsung di pasar budak Damaskus. Untuk kemudian ia diperjualbelikan dari satu tangan ke tangan lainnya, yang akhirnya sampai ke suatu negeri yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Boleh jadi karena usianya yang masih kecil ia tidak melihat negeri jauh ini. Namun, pada akhirnya ia menjadi raja di negeri asing itu dan sepak terjang Tartar yang membawanya dari ujung dunia Islam ke Mesir pun harus berakhir di tangannya!

http://youtu.be/o7pKDlIAHbg

Sumber :

Wikipedia

The History of Hulagu Khan

Dakwatuna

Raidah Athirah

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: