Quotes Raidah Athirah


Setiap langkah pasti ada kenangan dan ada banyak hal yang menjadi hikmah .

Beberapa quotes saya untuk sahabat beserta foto 😀

 ” Berharap pada manusia pasti kecewa .Berharap pada Allah Swt Tuhan Yang Menciptakan manusia tak akan pernah kecewa ” 

Raidah Athirah on Facebook

1546320_680437905397240_4181155199855312650_n

Living in harmony Alhamdulillah Haugesund Norway

Adakala langit berwarna gelap namun langkah tak harus berhenti karena ada harapan dalam setiap perjalanan ” 

Raidah Athirah

250359_680711848703179_4725375904441089789_n

Advertisements
Categories: Quotes | Tags: , , , , , , | 1 Comment

Al Quthuz , Singa Gurun Penjaga Benteng Terakhir Peradaban Islam , Palestina


Al Quthuz , Singa Gurun Penjaga Benteng Terakhir Peradaban Islam , Palestina

****

Berhubung tanggal 10 November kemarin adalah hari Pahlawan dan banyak juga yang penasaran terhadap siapa sebenarnya Al-Quthuz .Ini bagian kisah sejarah yang penting untuk diingat dan diteladani. Sosok ini Allah hadirkan untuk mematahkan mistis tentang bangsa Mongol / Tatar yang tidak pernah terkalahkah dalam sejarah penaklukan .

Namun seperti kisah sejarah yang biasa almarhum bapak saya lakukan , ada pengantar penting agar kita bisa merasakan tentang apa yang terjadi saat itu .Pemahaman latar belakang akan membuat kita merasakan perih atas pembunuhan , penyiksaan , dan berbagai kekejaman yang tidak pernah dilakukan umat manusia sebelumnya . Peristiwa ini hanya terjadi saat pasukan Mongol menghancur leburkan Bagdad , ibukota Islam dalam dinasti Abbasiyah .

Bagaimana kehancuran yang dilakukan bangsa Tatar sampai mereka dijuluki ” pasukan dari neraka ” .Bayangkanlah dasyatnya kehancuran yang diakibatkan oleh gelombang Tsunami Aceh yang terjadi beberapa tahun yang lalu .Manusia , bangunan, pepohonan , kebun , binatang , semuanya hancur rata berantakan . Kota Bagdad yang indah itu mendadak sepi, kelam dan berubah menjadi kota hantu . Seperti itulah saudara yang terjadi dengan Bagdad sampai Samarkhan dan negeri-negeri Islam yang dimasuki oleh Pasukan Mongol .

Sampai disini , tidakkah anda tergerak untuk tahu ?

****

Mereka adalah bangsa yang telah diisyaratkan kemunculannya oleh Rasulullah saw . Dalam sebuah hadist sahih yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Imam Muslim ;

” Akan terjadi hari Kiamat hingga kalian memerangi satu kaum yang sandal-sandal mereka terbuat dari bulu, dan kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, wajahnya merah, hidungnya pesek wajah-wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit.”

‘Sesungguhnya umatku akan digiring oleh satu kaum yang berwajah lebar, bermata sipit, wajah-wajah mereka seperti tameng (hal itu terjadi tiga kali), hingga mereka dapat mengejarnya di Jazirah Arab. Adapun pada kali yang pertama, selamatlah orang yang lari darinya. Pada kali kedua, sebagiannya binasa dan sebagian lainnya selamat, sementara pada kali yang ketiga, mereka semua membunuh yang tersisa.’ Para Sahabat bertanya, ‘Wahai Nabiyullah! Siapakah mereka?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah bangsa Turk.’ Beliau berkata, ‘Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, niscaya kuda-kuda mereka akan ditambatkan di tiang-tiang masjid kaum muslimin.’”

Dia (‘Abdullah) berkata, “Setelah itu Buraidah tidak pernah berpisah dengan dua atau tiga unta, bekal perjalanan, dan air minum untuk kabur sewaktu-waktu, karena beliau mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang musibah yang ditimpakan oleh para pemimpin Turk.”

Inilah mereka bangsa Mongol atau Tartar yang dengan kekuatan 200.000 tentara melenyapkan Kekhalifahan Abbasiyah dari muka bumi hanya dalam kurun waktu 40 hari .Bagdad bersimbah darah , sungai-sungai berubah warna bercampur dengan tinta-tinta ilmu pengetahuan dan bau anyir mayat dimana-mana .Para ahli sejarah mencatat peristiwa ini penuh pilu dan air mata .

Tetapi berapa banyak generasi Islam yang tahu tentang ini ?

Pada akhirnya kebenaran selalu menang .Namun untuk sampai kepada kemenangan ada berbagai peristiwa .Dan inilah peristiwa sejarah yang tak boleh dilupakan ” Perang Ain Jalut “.

****
Haruslah kita pahami saat itu seluruh negeri Islam yaitu Baghdad, Syria dan Asia Tengah sudah jatuh ke tangan tentara Mongol. Hanya tinggal tiga negeri Islam yang belum dimasuki yaitu Makkah, Madinah dan Mesir. Maka Hulagu Khan yang merupakan cucu dari Jenghis Khan terus merangsek berupaya menaklukkan negeri yang lain.

Siapa yang menduga bangsa primitif yang jauh dari peradaban pernah mengusai 1/2 dari daratan bumi ini. Bangsa Mongol yang nomaden memutarbalikan semua fakta sejarah. Bagi dunia Islam, penaklukkan oleh Mongol ini mungkin dilihat sebagai suatu pendahuluan, sekaligus miniatur keluarnya Ya’juj Ma’juj pada akhir zaman.

Inilah pendapat dari para Ulama Islam tentang bagaimana nanti peristiwa Ya’juj dan Ma’juj walaupun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa bangsa Mongol ini merupakan keturunan Ya’juj dan Ma’juj namun tidak perlu sampai diperdebatka karena hal terpenting yang harus dipahami adalah bagaimana peristiwa ini terjadi

Para ulama Islam saat itu, hampir tidak mampu mencatat kronologis peristiwa serangan basa barbar ini. Tidak pernah terjadi malapetaka sedasyat itu dalam sejarah bangsa manapun. Seperti yang terucap dari panglima perang Mongol saat pertama kali menguasai kota Baghdad, “Aku adalah malapetaka yang diturunkan Tuhan ke muka bumi untuk menghukum ..”

******

Anda pasti bertanya-tanya bagaimana Eropa saat itu ?

Ya saudara perlu anda tahu Eropa itu masih dalam masa kegelapan .Bahkan Uni Soviet kala itu merupakan negeri-negeri yang berada dalam penaklukan bangsa Mongol .

Ada satu peristiwa penting yang jarang diingat atau bahkan belum banyak yang tahu tentang skenario Allah yang diperlihatkan dalam Perang Ain Jalut .Dan sosok pemberani lagi kuat imannya yang Allah pilih untuk mengajarkan kepada kita bahwa pada akhirnya kemenangan akan menang melawan yang batil ( keburukan)

*****
Quthuz , The Lion of Ain Jalut

1606208_10200886194151909_262169584_o

Novel fiksi yang high recommendated untuk dibaca agar lebih memahami sosok Qunuzt

Anda perlu kenal dengan jelas siapa sosok pemberani yang mematahkan mistis tentang kekuatan bansa Mongol .

Ya , sosok ini adalah Saifuddin Quthuz satu di antara tokoh besar dalam sejarah Islam dan merupakan penjaga benteng terakhir kaum Muslimin pada saat itu . Nama aslinya adalah Mahmud bin Mamdud.. Ia berasal dari keluarga muslim berdarah biru. Quthuz adalah putra saudari Jalaluddin Al-Khawarizmi, Raja Khawarizmi yang masyhur pernah melawan pasukan Tartar dan mengalahkan mereka, namun kemudian ia kalah dan lari ke India. Ketika ia sedang lari ke India, Tartar berhasil menangkap keluarganya. Tartar membunuh sebagian mereka dan memperbudak sebagian yang lain.

Mahmud bin Mamdud adalah salah satu dari mereka yang dijadikan budak. Tartar menjuluki si Mahmud dengan nama Mongol, yaitu Quthuz, yang berarti “Singa Yang Menyalak”. Tampaknya sedari kecil Quthuz memiliki karakter orang yang kuat dan gagah. Kemudian Tartar jual si Mahmud kecil di pasar budak Damaskus. Salah seorang bani Ayyub membelinya. Dan ia dibawa ke Mesir. Di sini, ia pindah dari satu tuan ke tuan yang lain, sampai akhirnya ia dibeli oleh Raja Al-Mu’izz Izzuddin Aibak dan kelak menjadi panglima besarnya.

Dalam kisah Quthuz ini, kita bisa mencatat dengan jelas bagaimana skenario ajaib Allah SWT. Tartar telah memperdaya muslimin dan memperbudak salah satu anak-anak muslimin dan mereka jual langsung di pasar budak Damaskus. Untuk kemudian ia diperjualbelikan dari satu tangan ke tangan lainnya, yang akhirnya sampai ke suatu negeri yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Boleh jadi karena usianya yang masih kecil ia tidak melihat negeri jauh ini. Namun, pada akhirnya ia menjadi raja di negeri asing itu dan sepak terjang Tartar yang membawanya dari ujung dunia Islam ke Mesir pun harus berakhir di tangannya!

http://youtu.be/o7pKDlIAHbg

Sumber :

Wikipedia

The History of Hulagu Khan

Dakwatuna

Raidah Athirah

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kuis Buku Memoar Aisha Pisarzewska


Assalamualaikum Warahmatullah

Buku  Memoar AishaPisarzewska akan berbagi dengan sahabat . Mau?  😀 Insyah Allah hadiahnya keren-keren .Souvenir dari Norway ( Kaos, Kartu pos , Boneka , Gantungan kunci ) dan juga Mushaf Al-Burhan yang juga keren .

10726222_666622190112145_1562521493_n

Boneka Viking

10719394_666134920160872_1798123988_n

Beragam kartu pos Norwegia tinggal pilih 😀

Ikutan yuk sobat ! Mumpung kuisnya gampang, dan caranya juga gampang! .Siapa tahu anda termasuk yang beruntung 😀 #provokasi

Tolong disimak caranya ya ! 😀

Cara dan ketentuan kuis :

1. LIKE FANPAGE  https://www.facebook.com/pages/Memoar-AishaPisarzewska/717529611661390?ref=bookmarks

dan https://www.facebook.com/pages/Mushaf-Al-Burhan/383935564954379?fref=ts2.

 2.Follow akun  twitter , instagram , tumblr , Facebook Raidah Athirah

3. Meresensi Buku ala Komen

Contoh :a.Judul Buku : Memoar Aisha Pisarzewska ( komen anda ; judulnya kayak nama Eropa euy 😀 )b.Penulis : Raidah Athirah ( komen , kagak kenal gan sama orangnya 😀 )c.Penerbit : Media Fitrah Rabbani ( komen , baru tahu gue ada penerbit ini :v)d.Tahun terbit : 2014 ( komen , baru aja launching ya)e.ISBN : 978-602 dstnya ( komen , nomor apaan ini ? :v)

4.Sebutkan satu judul penggalan Memoar  Aisha Pisarzewska yang paling kamu sukai  dan jangan lupa screen shoot atau foto bagian tersebut dan pamerin di twitter, Instagram dan updload di FB dengan hastag #Sayasuka #iniMemoarAishaPisarzewska  dengan mention nama Raidah Athirah

5.Tuliskan alasanmu secara singkat, padat, dan bermutu , komen bebas. Mau serius, mau kocak , nyeleneh. Yang penting… jangan sampai memakai bahasa Binatang dan huruf AL4Y 😀

Jawaban ditulis dikolom keterangan foto penggalan memoar yang kamu copy di note Facebook   , lalu tag sana-sini:D , siapa tahu kamu dan temanmu beruntung .Amin.

Ajak teman-temanmu untuk ‘LIKE’ status kamu, karena semakin banyak LIKE yang kamu dapat, semakin besar pula peluang kamu untuk menang! Selain tentu saja poin Resensi  ala komen 😀

Apabila pengumpul LIKE paling banyak di akhir periode kuis ini mendapat LIKE dalam jumlah yang sama, maka penentuan pemenang akan ditentukan dengan cara melihat Resensi ala Komen  yang terbilang unik dan jelas secara fair 😀

Biar ada kesempatan menggalang bala bantuan, kuis ini berlangsung sejak hari ini dan ditutup hari Selasa (16 Desember 2014 ) pukul  24.00 Waktu Haugesund, Norway.Cukup khan waktunya 😀

Keputusan juri (saya dan Mediah Fitrah Rabbani ) tidak dapat diganggu dan digugat 😀 kecuali ada ganguan dari penasihat dalam alias juragan ( Abu Aisha) mau nambah sponsorship 😀

Hadiah

Dua orang peserta dengan jumlah LIKE paling banyak dan Resensi Komen yang Unik dan Jernih ( jujur tapi elegan ) akan dipersilahkan memilih hadiah utama dan – pemenang pertama dan kedua  boleh milih lebih dulu. Pemenang ketiga dipilihkan oleh juri ( saya ) hehehe :D.

Pemenang harapan I, II , III berhak mendapat hadiah kartu pos Norwegia bertanda tangan penulis.

10723356_666621920112172_453386507_n

Mushaf Al-Burhan dari Media Fitrah Rabbani

10728861_666622300112134_1074813715_n

Kaos Viking , Norge /Norwegia

10468050_745203038894047_7458849975359598192_o

Categories: Kuis Memoar Aisha Pisarzewska | Tags: , , , , , | Leave a comment

Sepiring Nasi Bernilai Kesopanan


Sepiring Nasi Bernilai Kesopanan

Oleh : Raidah Athirah

Serial Memoar Sang Anak Pengungsi .Sebab Hidup Adalah Perjalanan

***
Selalu setiap saat , manakala aku menyiapkan sepiring nasi kepada Abu Aisha , kenangan peristiwa silam selalu datang.Nasi yang menjadi saksi tentang perjalanan melintas masa dari ujung senja Maluku , melalui pelangi rasa di negeri Sang Paulus , Polandia sampai berada di pucuk Aurora Norwegia .

10419047_650102731764091_8856231213293978674_n

Air laut selalu mengingatkan kepada tanah lahir Cengkeh dan Pala , Maluku

Warna-warni perjalanan yang tak bisa berlalu begitu saja.Dari waktu ke waktu kenangan itu mengendap melahirkan mata yang beranak sungai , ia perlu kukenang agar perjalanan ini selalu penuh syukur .

Selepas sekolah aku mulai dengan kebiasaanku , menyusuri jalanan dari Takoma menuju Ngidi.Atau sebaliknya.Selepas fajar aku melangkah meninggalkan rumah megah tempat kami menumpang.Pemilik rumah itu masih terhitung kerabat bapakku.Entahlah aku tak tahu.Aku hanya tahu bahwa perjalanan ini telah menjadi tak biasa.

10444006_651047215002976_9155954901988406038_n

Perjalanan bersama Abu Aisha , sebuah karunia yang luar biasa dari Allah Swt

10516600_723289457718349_643795934028980203_n

Di pucuk Aurora Norwegia , mengenang perjalanan yang tak biasa

Sesusah apapun , berada di rumah sendiri adalah harapan hidup semua orang.Konflik, huru-hara , dan perang melahirkan rasa terbuang , terkadang putus asa pun hinggap manakala tak lagi ada iman.

Aku menangkap raut wajah penuh kesusahan pada wajah wanita yang kupanggil ‘ Mama ‘.Menumpang hidup bukanlah pilihan .Apalagi membawa serta anak-anak yang masih kecil.Tak bisa dikata aku adalah gadis kecil di masa itu.Seragam sekolahku memiliki bawahan biru, tepatnya biru tua.

Ada yang berkata bahwa warna biru tua melambangkan komunikasi dan kepercayaan.Warna ini memberi arti bahwa setiap siswa dapat berkomunikasi dengan baik dan penuh percaya diri.Klise memang, nyata yang datang adalah aku dan ribuan anak-anak pengungsi harus belajar berjalan tegak setelah perang yang memporak-porandakan kehidupan.
Kini, harga diri harus berperang dengan penuh percaya diri.Percaya bahwa harga diri harus dijaga , sesulit apapun kebutuhan memaksa masuk, muruah itu tak boleh lenyap.

****
Dalam ruangan berubin putih , aku duduk dengan hati bimbang.Seragam putih dengan rok berwarna biru tua telah kukenakan.Ini seragam pemberian ibu kepala sekolah SMP Negeri 7 Ternate kepada aku sang anak pengungsi.Tak terlihat kerudung di kepala .Ada semacam berat untuk kuungkapkan bahwa aku perlu mengganjal perut sebelum berjalan menyusuri jalanan Ngidi sampai di areal Taman Siswa .

Ibuku telah mengajarkan dengan tegas tentang nilai yang harus dijaga , kesopanan.Apalagi status kami adalah menumpang di rumah orang.Tak bisa seenak hati berperilaku layaknya di rumah sendiri.

Perutku memang tak mengenal kesopanan , ia terus menyanyikan lagu keroncong atau bisa kukata ia berteriak minta diisi.Apa daya hidup menumpang.Aku tak bisa makan lebih awal sebelum tuan rumah menyendok nasi terlebih dahulu di piring kaca.

nasiputih

Sumber gambar : Google.Sepiring nasi

” Mama, beta pigi bajalan sekolah jua e , supaya bisa bajalang palang -palang .” Aku bersuara pelan atau mungkin terdengar seperti berbisik ke arah ibuku yang masih sibuk di dapur.

Dapurnya luas.Semua perabot tertata rapi.Piring dan gelas kaca berjejer rapi .Nasi telah ditanak.Tak lupa ikan asap dibuat rica-rica .Dua ikat kangkung pun telah ditumis.Harumnya tak terkira.Semua tersaji diatas meja , ditutup saji.Tetapi ini bukan dapur ibuku.Aku hanya menatap lirih dari tangga yang menghubungkan ruang tamu dan areal dapur .

Ibuku berhenti mencuci bekas periuk dan beberapa alat dapur yang baru saja dipakai untuk memasak.Beliau menoleh kearahku setelah mendengar bunyi langkah kaki gontai dan suara yang terdengar samar-samar.

” Cum…., maso ka kamar dolo ! ” Suara ibuku bernada perintah.

Ibu memintaku melangkah kembali ke kamar .Ada rasa penasaran .Biar sudah aku tak bicara tentang perutku yang meraung tak karuan.Beliau telah cukup menanggung beban hidup yang berat setelah bapak dan abangku berlayar ke Halmahera mencari hidup yang lebih layak.

Tak pantas rasanya lelaki juga ikut hidup menumpang.Begitu kata bapakku kepada kami.Dan tinggallah kami berempat perempuan yang menumpang hidup di rumah yang berada dekat di kaki gunung Gamalama.Menanggung rasa tak ada pilihan.

Aku melangkah ke kamar , melepas sepatu dan meletakan tas pikul lusuh di atas tempat tidur.Dan duduk menunggu ibuku .Sepuluh menit kemudian terdengar langkah ibu menuju kamar .Beliau membawa sepiring nasi yang berisi potongan kecil ikan asap rica-rica dan sedikit tumisan kangkung.

Makang capat-capat , la mama cuci piring itu lai.Jang bajalang deng poro kosong ! ” Suaranya terdengar sedikit gugup.

Aku paham tentang rasa itu.Walaupun tak banyak kata-kata , beliau tak sampai hati membiarkanku berjalan dengan perut kosong ke sekolah dengan jarak yang cukup menantang.Menanti tuan rumah makan terlebih dahulu tentu membuatku terlambat ke sekolah.

Ibuku mengunci ruangan kamar tempat kami berada . Aku mengucap bismillah dan mulai menguyah makanan itu dengan cepat.Memang tak baik makan tergesa-gesa. Tetapi perutku sudah tak mengenal rasa itu , rasa malu karena sudah tak sopan di rumah orang.

Aku tak tahu harus berkata apa. Sebuah gelisah merebak di antara kami
Pemandangan yang sungguh melahirkan pilu . Aku makan dengan rasa haru , beliau entah berfikir apa.Hanya terdengar gerakan desahan nafas.Kami berada di titik rasa yang sulit diurai kata.Sampai beberapa menit kemudian , adik bungsuku yang telah lelah bermain mengetuk pintu kamar.

Mama , beta su lapar.Hampir saja beta makan rumpu-rumpu diluar .” Kata-katanya membuyarkan keheningan , melahirkan senyum .

Ibuku akhirnya merelakan kesopanannya tergadai agar kami tak menahan lapar terlalu lama.

Tunggu disini. Nanti makang di bakas Kaka Cum pung piring

Wajah adikku penuh sumringah .Aku mencium tangan ibuku dan mengikat erat tali sepatu.Langkahku kini tegap , semangatku menyala dan hatiku diliputi harapan .Doaku di sepanjang perjalanan dari Ngidi sampai Takoma agar susah ibuku tak sia-sia.

Siang itu di rumah tumpangan .Aku menghabiskan sepiring nasi yang bernilai kesopanan.Aku berharap ini hanya sepenggal rasa , mungkin karena aku merindukan kenyamanan dari rumah Pela yang hancur lebur dimakan rusuh. Ambon Manise tentang gerimis hati mengingat senja merah di tanggal 19 Januari .Namun aku paham, selalu ada rasa Gandong yang jelas terekam , bagaimana masa kanak-kanak penuh jernih mengenang petikan bulir-bulir cengkeh dan pala di pucuk kokoh tanah Maluku.

****
Di bawah kaki Gunung Gamalama
Ternate , 1999

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , | 1 Comment

Ketika Mas Gagah Pergi dan Hijab Pertama Sang Anak Pengungsi


 Memoar Sang Anak Pengungsi .Sebab Hidup Adalah Perjalanan 

Mengenang Sang Inspirator

Ketika Mas Gagah Pergi dan Hijab Pertama Sang Anak Pengungsi

***

Ibu Helvy Tiana Rosa , Beta Anak Pengungsi

Beta Anak Pengungsi
Bersuara dalam kata
Memintal harapan dari kaki Gunung Gamalama
Ucap syukur di rumah pengungsi

Ibu Helvy Tiana Rosa
Beta Anak Pengungsi
Biar sudah surat tak sampai
Beta tulis mimpi di kertas
Harap sua bertemu jua

Kenang ibu punya cerita

Beta Anak Pengungsi
Kagum ibu punya aksara
Ketika Mas Gagah Pergi
Kepeng terkumpul dengan susah payah

Ibu Helvy Tiana Rosa
Buku itu berharga kesungguhan
Dari rintik gerimis di sudut Pasar Gamalama
Langkah beta genggam harapan
Biar masa , Tuhan jumpakan ibu dan beta

Gerimis di Tanah Maluku Kie Raha
Ternate , 1999

***
Kerudung panjang hadiah sahabat maya dari Surabaya menghentak memori.Bagaimana tidak , kerudung itu seolah membongkar timbunan peristiwa enam belas tahun silam .Peristiwa-peristiwa tak ubah kepingan teka-teki yang menyatu menjawab rasa .

Memori melintas masa dari ujung senja Maluku sampai di pucuk Aurora Norwegia.Ada lempengan kenangan yang masih berkilau, meninggalkan tanah kelahiran mengingat huru-hara melahirkan mata yang basa.Tangis maluku mengenang senja berwarna merah.Darah.Getir mengurai pilu.

Pada akhirnya masa telah tiba, bahwa kenangan itu tak perlu berlalu tanpa kata.Suaraku patah-patah , tercekat di tenggorokan .Ngilu mengurai rasa perjalanan mengungsi menyeberang batas .Namun , kata-kata akan terus berjalan mengisahkan kenangan tentang sang inspirator, Helvy Tiana Rosa.

Apa pun jenis kerudung , kenangan itu selalu sama.Selalu.Dan bayangan masa lalu pun hadir melukiskan doa yang kini menjelma nyata.Aku selalu yakin bahkan saat masih berada dalam tanah Gamalama enam belas tahun yang lalu , sang inspirator itu akan kukenang saat sayap harapanku telah menjelma jadi kupu-kupu aksara .Aku adalah Sang Anak Pengungsi yang kini mengurai sayap-sayap aksara tentang perjalanan enam belas tahun silam .

Seperti siklus kehidupan kupu-kupu ; telur, ulat, kepompong dan akhirnya bermetamorfosa , menjadi kupu-kupu ! Banyak orang mungkin akan terikat , tapi setidaknya menyadari bahwa kenangan ini adalah nyata .Sang Anak Pengungsi laksana telur , ulat , kepompong yang didik semesta , masanya tiba .Cerita ini mumukul rasa, tetapi menerbangkan inspirasi tentang sebuah majalah bekas yang dibeli dengan susah payah , Annida.

Langkah sang anak pengungsi bagai siklus hidup kupu-kupu yang telah diatur Sang Maha Pencipta .Telur-telur harapan , jejak-jejak kecil si ulat mungil , bersabar dalam kepompong masa.Dan akhirnya kemenangan itu tiba menjelma kupu-kupu terbang memandang semesta.

****

Di sebuah rumah tua , dengan halaman luas bercampur rasa lapang.Aku, ibuku, dan dua adik perempuan mengungsi dari rumah tumpangan dan kembali menjalani hari di ruangan kecil dengan atap yang menampakkan berkas-berkas cahaya dari lubang kecil yang menganga disana-sini.
Sebuah panorama getir dari kaki gunung Gamalama.Membingkai lakon kehidupan anak pengungsi tentang harga diri yang harus dijaga , harapan yang dimulai dari pukul tiga fajar ketika mata-mata penduduk yang lain masih terlelap dalam mimpi.

Ibuku telah sibuk di dapur yang hanya dibatasi dengan lembaran kardus dan seng seadanya.Beliau wanita tangguh yang tak pernah menyerah , sekalipun sesak dada memandang keadaan yang serba tak layak. Rumah yang tak pantas dihuni , tapi harus jadi pilihan.

Seng apa-apa tinggal disini, yang penting jang kas susah orang .” Kata-kata yang keluar dari mulutnya menguatkan cita-cita.

Cum , nanti bantu mama bajual di pasar e .Katong bajalang pagi-pagi supaya orang yang mau minum teh pagi dong bali kue. Suara ibuku membuyarkan kantuk.

Kue sejenis naga sari telah siap dalam bungkusan .Orang Ambon menyebutnya ‘ Babongko ‘ .Kue ini berasal dari sebuah desa di Haruku yang bernama Kailolo . Selepas fajar kami akan berjalan turun dari Skep ke pasar Gamalama.Seakan tak mau kalah dengan para jibu-jibu ( penjual ikan ) sebelum matahari setengah naik mereka telah lantang berjuang demi hidup .Kami akan menjualnya di pasar Gamalama .Wanita itu pantang menyerah pada lelah.Kulit hitam legam bukanlah masalah.

Sebuah jam lama di dinding rumah menunjukkan pukul lima pagi. Aku dan ibuku baru saja selesai berdoa setelah shalat subuh.Dengan sedikit tertatih kami berjalan menuju pasar Gamalama .Menyesuri jalanan Santiong menuju jalan Pahlawan Revolusi, tempat dimana kami akan duduk menggelar dagangan yang hanya berupa kue naga sari.

Pasar Gamalama tak ubahnya wajah- wajah pasar tradisional di Maluku atau umumnya di Indonesia .Kala itu saat jejak langkahku dan ibuku telah mencapai terminal , aku merekam panorama yang mengelilingiku bak ketangguhan Gunung Gamalama yang mengitari Ternate.Menandainya dalam hati .Dan menyimpannya dalam memori.Berjanji kepada hidup, aku akan menggambarkannya kembali supaya orang belajar tentang rasa menghargai .

***
Aku melangkah malu-malu mengikuti ibuku melewati ruko-ruko yang ada di pasar Gamalama.Keramaian telah terlihat.Semua membentuk harmoni hidup dengan ciri khasnya sendiri.Penjual nasi jaha ( nasi yang dimasak di dalam bambu) , Ikan asap , suara angkot , dan kumpulan ibu-ibu penjual berbagai aneka macam bumbu dapur dan sayur mengeluarkan suara yang terdengar bertalu-talu.

Kami melintas lorong kecil yang menghubungkan langkah kami ke sebuah ruko.Aku menangkap pemandangan menyenangkan dari sebuah kios kecil.

Wah ! Ada majalah deng buku-buku.” Gumamku pada diri sendiri ketika kover sebuah majalah yang bertuliskan ” Annida” menggodaku ingin mendekat.Di rak buku atas mataku tertuju pada sebuah buku ” Ketika Mas Gagah Pergi ” .Belum sempat aku berbasa-basi tentang harga kulihat lambaian tangan wanita yang menjinjing kue .Ibuku memberi isyaraf agar aku berjalan cepat .Langkahku kubuat panjang .Mataku terus terpesona dengan kover majalah yang mengusik pikiran.

Tibalah kami di depan sebuah ruko.Belum juga dagangan digelar gerimis telah turun perlahan membasahi tanah Maluku Kie Raha.Aku mengenang gerimis sebagai tanda rahmat dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.Pagi itu di pasar Gamalama aku belajar tentang harga diri dan bagaimana perih yang tak dihargai.

****
Ibuku berhenti tepat di sebuah ruko , langkahku pun ikut terhenti disitu.Dan hati penuh harap tangan kuat wanita perkasa itu membuka kue dagangan yang telah lama terperangkap dalam bungkusan.Aku membantu meletakkan kardus untuk melapisi bagian bawah agar tidak langsung mencium lantai plataran ruko yang menghadap ke Swering .

Orang-orang berlalu -lalang namun tak seorang pun menengok pada kami.Perempuan perkasa dan anak pengungsi yang berjuang hidup .Tanah Gamalama menjadi saksi perjalanan yang memompa semangat .
Gerimis telah berhenti.Namun gerimis di hati mulai menghampiri ketika sebuah suara dari dalam ruko menghentakkan harga diri .

Ci , tolong bajual di tampa laeng e, kitorang ada mau kas bersih muka ruko .”

Aku menelan pilu , memandang wajah ibuku.Berharap tak ada kesedihan di mata wanita surga itu.Tak ada.Kudapati adalah sebuah gerakan cekatan merapikan dagangan kue dan langkah kaki dan mata yang mencari-cari sudut ruko yang lain.

Aku mendongak ke atas.Sebelum meninggalkan plataran ruko , aku merekam kembali sudut-sudut jalanan.Menyimpan gerakan manusia yang berlalu -lalang .Dan toko itu akan selalu kukenang .Selamanya.Perjalanan sebagai anak pengungsi yang mengajarkan tentang beragam wajah manusia yang sebenarnya.

Jarum jam telah melewati pukul 11 siang.Belum satu pun kue nagasari yang terjual.Ibuku meminta aku bersiap-siap untuk kembali terlebih dahulu ke rumah tua di jalan Amu Skep.Sekolah siang akan dimulai.

Aku menatap wajah wanita tangguh ini.Tak ada raut wajah malu.Walaupun malu telah datang padaku di masa itu.Kepalaku belum juga ditutupi kerudung.
Sebelum aku melangkah pergi meninggalkan ibuku, seorang wanita berhenti tepat di depan kami .Aku tak mengenalnya .Aku hanya menyaksikan bahwa ia berbicara dengan dialek yang sama dengan kami.Bahasa Ambon .Sesekali satu dua kata yang keluar dari mulutnya bercampur bahasa Ternate.

Barmaeng-barmaeng ka rumah di Santiong kah ! ”

Ia memborong dagangan kami.Dari ibuku aku tahu bahwa wanita itu berasal dari Ambon dan telah lama tinggal di Ternate.Ia bersuamikan lelaki dari Sulawesi Tenggara.Memiliki dua putra .

***
Ibuku menyimpan alamat yang diberikan wanita itu.Ia berharap kami mahu mengunjunginya di Santiong.Setelah merapikan tempat bekas jualan , aku melangkah dengan hati syukur mengucap hamdalah .

Allah Maha Tahu .Dia yang memberi rezeki.Matahari telah setengah naik mengitari gunung Gamalama.Kami melangkah melintas lorong kecil yang menghubungkan ruko diseberang sana dan jalanan ke arah Santiong.

Aku meminta ibuku berhenti sebentar di depan kiost kecil.Mataku mulai liar menelanjangi kover majalah bertuliskan Annida.Aku menanyakan harga .Dan ketika si Mas penjual itu menyebutkan harga , aku mengernyitkan kening.Seakan memahami rasa galauku.Ia menawarkan Annida bekas yang harganya jauh lebih murah .

Kalau ngana mau ini ada Annida edisi lama, dua ribu lima ratus , Annida yang baru lima ribu .”

” Annida yang lama saja Om , satu ! ” Aku merasakan bahagia yang amat sangat ketika menggenggam majalah itu.Hiburan yang sungguh berarti .

***

Hari-hari pun berlalu .Kota Ternate kala itu seperti bayi yang baru lahir.Tahun 1999 menandakan bayi itu berdiri diatas kaki sendiri dengan menyandang status yang baru,Provinsi Maluku Utara.

Jika orang berkata bahwa Ternate memiliki filosofi terlahir kembali .Aku dan keluargaku menandai kota ini sebagai kota kelahiran setelah selamat dari maut .Biar sudah peristiwa itu berlalu.Asal jangan kita mengulang luka yang sama.
Kota ini membuka jalan -jalan hidayah .Mematangkan pikiran .Menguatkan hati .Dan hari itu menjadi awal kerudung pertama Sang Anak Pengungsi.Terinspirasi dari kisah perjalanan hidayah Gita yang memiliki sosok abang yang luar biasa ” Mas Gagah ” .

Kerudung pertamaku adalah kerudung yang istimewa.Setelah dengan susah paya aku membeli buku karangan Helvy Tiana Rosa.Semangatku menggebu.Tak peduli aku dicemoh.Tekadku telah bulat.Berhijab.Rok panjang SMP bekas pemberian tetangga telah kupunya.Kemeja putih bekas yang warnanya boleh dikata kekuning-kuningan aku kenakan dengan percaya diri.Dan kerudung itu selalu membekas di hati.Mukena putih yang kekecilan itu kupakai kesekolah .

2341156

Itu awal perjalanan hijabku yang pertama.Yang semangatnya terispirasi dari sosok Mas Gagah yang telah pergi.Nama penulisnya kutulis di diari , Helvy Tiana Rosa .Siapa mengira enam belas tahun kemudian ruang maya mempertemukan kami dalam jarak benua .Beliau yang disana , Sang Inspirator .Dan aku di tanah Viking , Sang Anak Pengungsi.

Aku kembali membuka labirin-labirin peristiwa .Biar kukenang jejak perjalanan ini dalam kata .Biar orang belajar menghargai luka dengan semangat.Biar sudah ia jadi kenangan .

Aku Sang Anak Pengungsi , sejenak melupakan getir hidup mengungsi dengan menenggelamkan pikiran , menghibur diri dalam cerpen-cerpen Annida.Terkadang ibuku menegur agar uangku jangan kuhabiskan untuk membeli majalah Annida .Aku hanya tersenyum .Tak mengiyakan dan juga tak menjawab ‘ tidak ‘ .

Aku hanya mengingat saat kakiku melangkah pulang membawa buku ” Ketika Mas Gagah Pergi ” .Mataku telah basa .Hatiku diliputi haru.Kenangan yang selalu kusimpan disetiap jejak perjalananku.
Enam belas tahun sudah berlalu , aku mengenang Sang Inspirator dan perjalanan panjang yang menguras peluh namun melahirkan semangat.

***
‪#‎KMGPUbahHidupSaya‬
‪#‎InMemorial‬
‪#‎MemoarSangAnakPe‬ngungsi

Categories: Memoar Sang Anak Pengungsi | Tags: | Leave a comment

Balada Sepasang Sepatu Bermulut Buaya


” Balada Sepasang Sepatu Bermulut Buaya ”

Serial Memoar Sang Anak Pengungsi. Sebab Hidup Adalah Perjalanan

*****

Langkah kakiku akhirnya menemukan dermaga, kakiku dapat beristirahat di ruang shalat Masjid Al-Kautsar Kalumpang , setelah menanggung beban , melangkah dalam jarak yang cukup membentang . Selepas rutinitas yang terlampau panjang, sepatuku telah payah berjalan mengitari areal Skep sampai di Jalan Takoma .Melintas Santiong sampai ke arah Bastiong.Enam hari dalam seminggu , terkadang kupaksa ia melangkah tujuh hari seperti dalam kalender.

Sejak mengungsi ke Ternate , Aku , keluargaku , sudah harus membopong kesulitan-kesulitan itu ke dalam hidup , dengan sigap belajar menerima keadaan . Aku belajar berdamai dengan caraku sendiri.

Pada tiap langkah , aku selalu meletakkan harapan .
Harapan-harapan hidup layaknya penduduk Maluku yang selalu menautkan harapan pada kisah bulir-bulir cengkeh dan pala.Mengantar kesuksesan , menopang kaki-kaki anak rahim berdiri tegak memetik bunga-bunga ikhtiar yang telah berpeluh asa dalam pengorbanan untuk melihat anak-cucu sukses dalam sekolah.

Saat menginjakkan kaki pertama kali di tanah Maluku Kie Raha ,ada setumpuk harapan yang menarik semangat , menghantarkan angan-angan layaknya yang terjadi pada hidung para petualang Eropa .Langkah menuju surga dari timur .Ya , jika usaha bapakku berhasil dalam berdagang cengkeh dan pala di seberang pulau.Namun nyata yang datang adalah kabar tak kunjung tiba.Dan sepatuku sudah tak bisa diajak melangkah.

Datangnya musim penghujan membuat sepatuku semakin bergumul dengan asa.Kaos kaki putih tak ayal sedikit berubah warna.Sepanjang jalan dari Sklep sampai ke SLTP 7 Negeri Ternate aku bertengkar dengan rasa maluku.Sepatuku terlihat seperti buaya kelaparan .

Sejak mengungsi , aku hampir lupa dengan apa yang orang sebut kenyamanan hidup dalam sandang dan pangan .Tak perlu juga berkhotbah tentang papan.Pengungsi hanya mengenal tempat mengungsi .

Maka bertarung melawan keadaan adalah sikap hidup yang harus dipupuk tak mengenal lelah. Berita konflik yang tak sudi kudengar , tapi selalu saja tiba. Di setiap langkah aku mengingat perjalanan ini dengan airmata yang tak bisa mengering, merekah, retak terbelah-belah.

Ketika sepatuku berlarut-larut tak berujung diperbaiki , aku hampir kehilangan akal dan akhirnya hanya berpaling pada sebaris harapan: Semoga bapakku bergegas datang dan mengobati rasa maluku yang semakin karuan.Butuh sepatu baru .Telegram sudah dikirim dua bulan yang lalu ke seberang pulau , namun masih tak juga ada kabar .

Bagi aku anak pengungsi , sepatu dengan label fashion sebetulnya tak terlalu banyak arti. Bahkan, mimpiku sederhana , jika tak bisa membeli sepatu baru , kiranya dengan segera diambil tindakan operasi ; bawa ke tukang sol dan tambal dagelan mulut buaya yang kelaparan, ia menghadiahiku kerepotan dan rasa malu.
Setiap hari, pergi dari rumah tumpangan ke SLTP Negeri 7 Ternate di seberang sana , aku mesti berjalan terseok-seok dengan sepatuku yang telah berlagak seperti mulut buaya.Membiarkan kaos kakiku terbuka , tak berhijab . Sepatu layak satu-satunya.

Kerepotanku tak usai di situ. Sebelum ke kelas atau ruang guru, aku tentu saja mesti berpura-pura mengikat tali sepatu yang lepas ,mencoba mengambil jeda untuk membungkam mulut buaya .Ah, berlagak manislah sedikit .Jabatanku sebagai ketua kelas tak urung membuatku sibuk berlenggak-lenggok di planataran sekolah dengan model sepatu bermulut buaya.

***
Aku suka sekali mendengar radio milik sang tuan rumah. Hikmah FM Ternate, Orang Ternate Pe Radio. Kalimat terakhir yang paling kuingat.Ya , aku ingat telah berungkali aku bermain dengan kalimat akhir mengingat nasib sepatuku yang telah memberi malu.

” Sepatu Mulut Buaya , Anak Pengungsi Pe Sepatu .Hikmah Mengungsi ke Ternate .”

Bersepatu pergi pulang guna sekolah , menuntut ilmu begitu nasihat orang bijak.Bersakit-sakit ke hulu , bersenang-senang kemudian . Wajah ibuku cukup memberiku penawar , cukup sudah aku menuntut .Saatnya menerima keadaan dan hadapi.

Setiap pulang sekolah aku tak langsung kembali .Ada semacam sesak di dada.Masjid di jalan Pohon Amu Skep , tempatku melepas resah selama di perjalanan sebagai anak pengungsi pasca konflik SARA yang melanda Maluku di tahun 1999.Masjid itu adalah kenangan , saat doaku kupanjatkan semoga susah bapak-ibuku tak sia-sia.Bahwa kesempitan haruslah dilawan dengan hati yang bijaksana , biar kelapangan selalu mengingatkan tentang wajah penuh syukur di ujung senja.

Tentu cerita bisa berbeda jika saja tak mengungsi .Sudah jadi suratan perjalanan haruslah begini .Balada sepasang sepatu bermulut buaya akhirnya mendapat kabar di ujung senja .Tukang sol membawa harapan .Walau masih tak ada kabar dari bapakku di seberang pulau setidaknya kami menyimpan asa bahwa cerita tentang pohon pala dan cengkeh bisa menumbuhkan harap bahwa kami tak harus berlama-lama menumpang di rumah kenalan jika bapakku telah mendapat usaha baru di Halmahera.

” Cum…. , kase sepatu kamari ! .Mama bawa ka ontua tukang sol di pasar ” .

Kalimat ibuku memecah putus asa. Girang tak terkira.

” Besok beta sekolah pagi , mau pigi ka sekolah pake apa? ”

suaraku menyiratkan kebingungan antara memilih kesekolah atau sengaja meliburkan diri .

” Oh , beta pake sandal saja .Kalau ibu guru tanya , beta bilang kaki ada saki .”

Aku menjawab dan menguraikan sendiri pemecahan balada sepatu yang sudah berlagak seperti mulut buaya.Menghardik keadaan .Wanita kuat itu hanya tersenyum dan kemudian kembali menekuni pekerjaan mengupas ketela yang akan dibuat menjadi tape di rumah tumpangan keluarga yang berbaik hati .

****

Enam belas tahun berlalu , aku sang anak pengungsi mengingat kembali kenangan ini saat sepasang sepatu usang tergeletak di jalan Bakarøy , Haugesund Norwegia .

Sepatu usang itu menghanyutkan diri dalam aroma legit bau tanah pengungsian nun jauh disana .Ah, enam belas tahun sudah perjalanan ini berlalu , selalu kurindukan semangat yang tak pernah berlalu.
image

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , | Leave a comment

Alhamdulillah Telah Terbit Buku ” Memoar Aisha Pisarzewska , Putri Sang Perantau ”


Alhamdulillah , setelah melewati waktu berbulan-bulan tulisan-tulisan saya akhirnya dibukukan oleh penerbit Al-Qur’an Cv.Media Fitra Rabbani yang berlokasi di Bandung.

Buku Memoar ini lebih mengarah ke gaya penulisan sastra ( begitu penilaian para pembaca yang pernah membaca beberapa tulisan yang pernah saya posting di Facebook , dan WordPress ) :).

Memoar ini dikategorikan sebagai ” Novel Non-Fiksi ” 😀 its people view about my writing.:D .Alhamdulillah .Tulisan saya sendiri lahir dari sebuah peristiwa yang bernama ” Baby Blues ” .Sebelumnya tulisan ini adalah catatan perjalanan semasa tinggal di Polandia yang saya simpan di file dokument sampai akhirnya saya bergabung dengan grup Ibu-Ibu Doyan Nulis di Facebook dan begitulah titik awal tulisan ini dipublish .

Tak disangka banyak yang merespon baik karena tata bahasanya yang kacau , EYD yang serampangan maupun support untuk melanjutkan cerita perjalanan ini .

Saya menilainya sebagai bentuk support yang luar biasa.Selama mengalami Baby Blues saya menjadi sangat tertutup , tulisan ini lah jalan saya berinteraksi dengan dunia luar .Jika pun tulisan saya mengarah ke gaya penulisan sastra hal ini mungkin karena kebiasaan saya yang lebih suka membaca sastra 😀 sehingga bagaimanapun ketika saya menulis masa melankolis ( baby blues ) menjadikan ini terbawa-bawa .Alhamdulillah itulah remah-remah hikmah yang terlihat di perjalanan.

Buku novel non-fiksi ini adalah memoar bergambar ( jadi bukan hanya tulisan ) ada gambar pemandangan Polandia berdasarkan perjalanan.

So lets see :

Judul : Memor Aisha Pisarzewska , Putri Sang Perantau

Tebal : i-viii + 226 Halaman

Harga : Rp 75.000,-

Genre : Novel non-fiksi untuk semua kalangan

Penerbit : Media Fitra Rabbani .http://mediafitrahrabbani.com/uncategorized/memoar-aisha-pisarzewska-2

Ditulis dengan gaya bahasa sederhana .Menceritakan perjalanan ke perjalanan selama empat musim di Polandia sampai kemudian berhijrah ke tanah Viking , Norwegia

Ditulis dengan gaya bahasa sederhana .Menceritakan perjalanan ke perjalanan selama empat musim di Polandia sampai kemudian berhijrah ke tanah Viking , Norwegia

Categories: Uncategorized | Tags: , | 4 Comments

Gaza, Palestina; Inilah Indonesia Bersamamu!


Bunda Helvy , Sang Inspirator .Bergidik membaca puisi beliau

BERANDA RASA HELVY TIANA ROSA

PalestinaInilah negeri kami Indonesia,

negeri dengan penduduk lebih dari seperempat milyar

Dan kami bersama Palestina

Seperti mendengar dengung suara lalat di sudut kecil jauh dari nurani,

samar sampai ketakrelaan sebagian orang,

akan uluran tangan kami bagi Gaza, bagi Palestina.

Mengapa Indonesia harus membela Palestina?

Mengapa kami bersama Palestina?

Senarai alasan yang bila terurai tak kan membuatmu sanggup merahasiakan airmata. Tapi baiklah, kami beri tiga alasan di antaranya

Pertama, kami bersama Palestina karena kami rakyat Indonesia.

bangsa yang menentang segala bentuk imperialisme

Tiga setengah abad dalam penjajahan,

dengan tinta nyata darah para pahlawan kami

kami tulis tegas dalam mukadimah konstitusi kami,

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Kami bukan semata bicara tentang penghapusan penjajahan di negeri kami, tapi dunia.

Dan Palestina, oh negeri mulia tempat para anbiya,

satu-satunya di dunia…

View original post 607 more words

Categories: Uncategorized | 3 Comments

Harga Sebuah Kejujuran


Dwilogi Memoar Aisha Pisarzewska, Putri Sang Perantau

Harga Sebuah Kejujuran

Oleh : Raidah Athirah

***

Bingung aku menanggapi persoalan ini .Nampak sepeleh memang .Entah sudah berapa kali Abu Aisha menyebut jumlah uang yang harus aku sediakan selama duduk di bangku taman .Bangku ini terbuat dari kayu , dicat hijau terasa nyaman diduduki.Berjejer rapi layaknya prajurit , bangku-bangku ini memiliki warna senada dengan rumput kering yang mulai terlihat menghijau berpadu padan dalam keheningan taman.Keindahan ini menggantung dalam pikiran yang terus bermain dengan logika selama kami duduk di taman.

Aku tak pernah bosan datang ke taman ini.Bukan juga karena Aisha Pisarzewska senang bermain disini. Ada banyak keindahan yang bisa kulihat atau merenungi tanda-tanda kekuasaan Allah dalam setiap pergantian musim.Bahkan semak-semak rhododendron di belakang bangku itu pun indah .Terlihat rona ungu dari bunga-bunga yang telah mekar sejak awal musim semi. Bukan saja rona ungu, warna putih pun menambah semarak isi taman.Mungkin karena perdu itu terlindungi dari sinar matahari langsung oleh sederetan pohon , bunga-bunga ungu itu tak cepat menjadi layu. Sebentar lagi musim panas akan tiba. Dan rhododendron akan layu dibakar matahari yang terik. Sungguh aku takjub mendapati kejujuran alam dalam setiap pergantian musim.Maha suci Allah Tuhan Yang Maha Pencipta.

Kolam air di dekat bangku taman itu berwarna jernih , terkadang warna langit yang biru memantul membawa hati sekejab mengingat masa yang pergi. Kesunyian ini kadang terusik manakala orang yang singgah membawa juga anjing yang dimandikan di kolam itu .Tak apalah setidaknya ada keindahan lain dari dedaunan pohon willow yang berderet di salah satu sisi taman yang berdesir ditiup angin sepoi. Piletrær, begitu nama pohon itu dalam bahasa Norwegia. Daun-daunnya yang lembut, berdesir-desir bila ditiup angin, selalu mengingatkanku akan butir-butir air mata dan tubuh yang nampak tak berdaya mengingat masa yang telah lalu. Sungguh kuasa Allah jualah jiwaku tak binasa di negeri Abu Aisha.Kesunyian ini selalu memunculkan suasana melankolis.

Taman ini selalu berubah saat musim berganti.Daun yang berserakan di atas tanah akan berganti baju kala musim dingin tiba.Mengering.Meranggas.Dan batang-batang kecoklatan , kurus dan terlihat tak berdaya dengan tulus diselimuti butiran putih dari langit.Tetapi ini bukanlah akhir sebuah perjalanan.Saat perputaran masa tiba , tanda-tanda kekuasaanNya terlihat jelas dalam tubuh pohon yang meranggas dan kering berganti dengan kehidupan yang baru .Sungguh Allah Tuhan yang Kuasa menghidupkan dan mematikan.

” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari angkasa berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi iru segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (Keesaan dan Kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Q.S. Al-Baqarah: 164)

****

Pertama kali tiba di Haugesund , aku hanya bisa memandang taman ini dari jauh, burung merpati serta kawanan burung gereja yang terbang menyongsong pagi, sapaan hangat penduduk saat bertemu pandang, semuanya adalah keindahan pada pandangan pertama yang terpatri dalam ingatan bersama cinta dari orang-orang Palestina.

Aku duduk di bangku kayu lalu membuka tas kresek yang kuselipkan di dalam keranjang stroller .Ada remah-remah roti yang sengaja kubawa dari apartemen untuk kusebarkan di tengah taman, seperti yang biasa dilakukan beberapa penduduk disini. Lalu kudengarkan sorak Aisha Pisarzewska yang sudah tak betah berada di kereta bayi ketika burung gereja dan merpati satu per satu hinggap ke atas tanah mencucuk remah-remah roti yang sengaja kulemparkan di tengah taman.

Mungkin aku tak sengaja. Atau memang aku tak menyadari langkahku.Saat membuka pintu mobil, tak kuketahui bahwa ujung pintu mobil telah sampai meninggalkan bekas gesekan pada mobil tetangga yang diparkir tepat disamping kanan.Tak ayal tindakan ini mengakibatkan aku dan Abu Aisha sedikit beradu mulut.

” Ainna , tunggu sebentar ! ,” Abu Aisha mencegat langkahku.

Aku menoleh dengan rasa keheranan sambil kedua tangan memegang erat tangan Aisha yang walaupun baru sembuh dari demam , tingkahnya tetap tak bisa dibendung.Ia ingin berlari di pelataran parkir Homelgaten, areal apartemen yang bertetangga dengan air dan rumah-rumah kayu.

” Kenapa Bang ? ” tanyaku singkat.

Abu Aisha menunjuk titik gores pada mobil tetangga , seperti sebuah gesekan pintu yang tak disengaja.

” Lihat Ainna ! , goresan ini sebelumnya tidak ada.Dan cuma mobil kita yang diparkir disamping mobil ini .Berarti goresan ini berasal dari pintu mobil.? ”

” Tidaklah Bang, aku selalu membuka pintu mobil dengan penuh kehati-hatian ” Jawabku membela diri karena tentu hanya diriku satu-satunya yang akan menjadi tertuduh.Aku mencoba merangkai kepingan-kepingan langkah, berusaha mengingat setiap gerakku.

” How can be like that ? , its not me. Its must be done by other ” .

” I didn’t say that its yours fault. But probably one of us did this without realized our mobility.

Kepala terasa pening. Perdebatan singkat antara aku dan Abu Aisha tak urung membuatku mengakui bahwa goresan itu berasal dari arah mobil kami.Sesampai di apartemen , suamiku tetap sibuk mencari tahu siapa pemilik mobil itu.Tak juga ada tanda-tanda sang pemilik mobil mengetuk pintu apartemen.Abu Aisha melangkah mengambil secarik kertas dan kemudian menuliskan nomor telephone genggam .Beberapa saat kemudian ia telah berada di ruangan setelah menaruh kertas itu didepan kaca mobil ‘ tergores’ .

***

Satu minggu sejak peristiwa itu tak ada satupun tetangga yang menghubungi kami.Abu Aisha tetap menyuruhku menyediakan 3.000 kroner atau setara dengan 5 .679.600 rupiah , kurs mata uang yang baru saja kuhitung.

” Ahh …!, masa hanya goresan kecil uang sebanyak ini melayang ! .” Pikirku tak habis pikir .Lagian aku sendiri tak mengingat jika pintu mobil yang kubuka sampai bisa berakibat seperti ini.Dan tak ada satu tetangga pun yang menghubungi kami.Abu Aisha mewanti-wanti agar uang itu tidak dipakai atau dicampur dengan uang belanja bulanan .

Satu minggu berlalu tetapi tak ada tanda-tanda sang pemilik mobil menghubungi kami.Abu Aisha masih tetap dengan pendiriannya dan aku pun masih tetap tak merelakan uang sebanyak itu hilang begitu saja hanya untuk menghilangkan goresan kecil yang aku pun masih tak bisa menerima jika itu adalah perbuatanku.

” Abang , coud we use this money for buy Aisha new stroller ? .” Aku mencoba berbicara dengan nada suara yang paling halus atau mungkin bisa dikatakan merayu.Kupandangi lagi stroller Aisha yang sudah tak nyaman untuknya.Stroller ini cukup kuat, hampir dua tahun semenjak Aisha Pisarzewska dilahirkan tak pernah diganti.Musim gugur sampai ke musim dingin .Musim semi mencapai musim panas ,Aisha selalu didorong di kereta ini.Wajar jika aku berpikir untuk membeli stroller baru dengan sebagian uang itu.

” Ainna, insyah Allah nanti saja ! , uang child benefit akan ditransfer bulan depan .Kita bisa pakai untuk membeli stroller baru ! .” Suara Abu Aisha tak bersahabat.

” Abang, sudah hampir dua minggu dan tak seorangpun menghubungi , mungkin pemiliknya juga tak mempermasalahkan hal ini .Atau mungkin juga lupa ” aku tetap berusaha meyakinkan Abu Aisha untuk menggunakan saja uang itu.

” Ainna ! , sudah berapa kali aku bicara.Taruh saja uang itu sampai sang empunya mobil menghubungi kita.Kita belum tahu berapa banyak uang untuk memperbaiki goresan itu.Uang ini hanya untuk berjaga-jaga mengingat biaya perbaikan mobil terbilang mahal disini.” Suara Abu Aisha kali ini terdengar jelas dan tegas .

” Tapi Bang…. ” Aku mencoba melanjutkan tetapi belum semua kata-kataku keluar dari tenggorokan sebuah kalimat tamparan atau mungkin peringatan telah keluar dari mulut Abu Aisha.

” Ainna , kita ini muslim.Kejujuran harus kita jaga .Kalau uang itu dipakai dan kemudian sang pemilik mobil menelphone dan meminta biaya perbaikan , lantas kita harus bagaimana ?.Tak mungkin kita menyuruhnya menunggu sampai bulan depan.”

Akhir musim semi diwarnai dengan semua peristiwa yang berujung dengan jumlah uang.Baru saja diawal musim semi kami harus membayar denda parkir sebanyak 700 kroner karena Abu Aisha melanggar waktu parkir, kurang lebih sepuluh menit sebuah bomn ( denda ) sudah dijatuhkan di depan kaca mobil yang di parkir disamping Masjid Falah -el Muslimeen .

Sekarang kami harus bersiap-siap jumlah uang diatas melayang.Setiap bunyi telephone berdering kuharap itu bukan sang pemilik mobil.Hatiku sungguh tak rela, selain karena alasan butuh untuk membeli stroller baru, alasan lainnya adalah ” bukan aku yang berbuat demikian “, gerutuku dalam hati.

****

Musim semi telah berlalu.Tak terlihat kuncup malu-malu.Satu bulan sudah sejak kejadian itu namun tak ada tanda-tanda dering telephone dari sang pemilik mobil.Aku masih berteguh hati, masih tak rela dengan uang itu.Sekiranya jika tidak diperuntukkan untuk stroller Aisha , mungkin bisa dikirim saja kepada saudara di tanah air.Lagi-lagi pikiranku bicara mencoba menghasut logikaku.Dan setelah Abu Aisha selesai makan, aku mulai membuka percakapan singkat .

” Abang, could we use this money ?, ” tanyaku hati-hati

” Which money do you mean? ,” Abu Aisha bertanya balik dengan nada curiga.

” Tentu saja uang yang disimpan itu,roda stroller sudah berlari duluan , kau tak mahu kan Aisha berada di stroller dengan hanya tiga roda?.” Aku mulai beraksi melancarkan logikaku.

” Oh kobieta….kobieta ! , sekarang aku paham mengapa pengikut dajjal itu banyak golongan wanita karena memang seperti ini rayuannya ”

” Serem amat kau , Bang ! , ini khan hanya pendapatku saja kok sampai dikaitkan dengan pengikut dajjal segala, lagian mana sumbernya ? .Setahuku hanya ada hadist yang menyatakan bahwa penghuni neraka itu kebanyakan kaum wanita , bukan pengikut dajjal !.” Gerutuku tak menerima dihubung-hubungkan dengan hal ini.

” Kobieta….Kobieta !.Sudah berapa kali aku memintamu membaca kitab-kitab yang berjajar di rak buku.Buka saja kumpulan hadist shahih nanti kamu dapati ada bunyi hadist seperti ini , dalam hadits Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ” “Dajjal akan turun ke Mirqonah (nama sebuah lembah) dan mayoritas pengikutnya adalah kaum wanita, sampai-sampai ada seorang yang pergi ke isterinya, ibunya, putrinya, saudarinya dan bibinya kemudian mengikatnya karena khawatir keluar menuju Dajjal”. (HR. Ahmad 2: 67. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

***

Kali ini aku terdiam .Tak ingin lagi berdebat dengan suamiku.Banyak hal yang kusukai saat kami beradu argumen.Ada taburan nasihat yang muncul dari setiap peristiwa.Dan beginilah peristiwa ini mengantarkanku kepada satu prinsip hidup yang harus ditanam teguh ‘ kejujuran ‘ .

Saat kami menutup pembicaraan yang sedikit dibumbui perdebatan , tiba-tiba terdengar dering telephone genggam milik Abu Aisha.

” Halo ! .Apakah aku sedang berbicara dengan Pisarzewski ? , aku mendapati secarik kertas di depan kaca mobil yang tertera nama dan nomor handphonemu ,” terdengar suara lelaki dari seberang sana dengan dialek khas Norwegia .

” Iya benar.Aku Pisarzewski yang menulis itu .Mohon maaf atas goresan itu.Berapa biaya untuk reparasi , tolong beritahu agar aku bisa mentransfer biaya itu secepat mungkin .” Abu Aisha berbicara dengan nada suara meyakinkan.

Saat mendengar suara Abu Aisha, hatiku ketar-ketir masih membayangkan sebentar lagi uang sebanyak itu akan berpindah ke rekening sang pemilik mobil.” Ahhh…., itu bukan salahku.” Aku membatin seperti tak rela

Nasib….Nasib ! .Astagfirullah ! .Detik-detik percakapan ini menegangkan.Aku berdoa semoga saja sang pemilik mobil berbaik hati dan merelakan ‘ sedikit goresan ‘ menghiasi badan mobil berwarna merah itu tanpa harus ada kegiatan mentransfer uang .

” Tidak apa-apa , tidak usah dipikirkan, hanya sedikit goresan .Aku menelphone untuk memberitahumu bahwa aku sangat menghargai kejujuran anda.Ini pertama kali aku dapati bahwa ada yang sejujur ini. Kebanyakan justru menutupi atau terkesan tak tahu menahu .” Suaranya kali ini menjawab semua ketegangan dan hasutanku.

” Aku muslim.Dan agamaku mengajarkan untuk berlaku jujur.Anda memang tidak melihat, dan aku pikir tak ada siapapun yang melihat bahwa goresan di badan mobil milikmu adalah perbuatanku tetapi keyakinanku mengajarkan bahwa walaupun tak ada seorang pun yang melihat tetapi Allah Tuhan Yang Maha Melihat .Hal ini mendorongku meninggalkan secarik kertas untukmu ” Perlahan dan tegas suara Abu Aisha menutup percakapan itu dengan kalimat yang menghantam, mencerai-berai semua hasutanku.

Kali ini aku mengakui bahwa dalam setiap gerak hidup apapun itu , aku harus meletakkan Dzat Yang Maha Tinggi , Allah Tuhan Yang Maha Melihat diatas logikaku yang kerdil dan hina.

Allahu Akbar ! , Allahu Akbar ! , Allahu Akbar ! .Aku bertakbir membesarkan namaNya .Kami telah menang.Sebuah kemenangan hakiki, walau rasa malu masih terselip dalam hati mengingat betapa gigihnya aku hendak meruntuhkan keyakinan suamiku.Astagfirullah ! , aku terdiam seperti tak ada lagi kata-kata yang bisa terucap.Hari itu aku belajar tentang harga sebuah kejujuran.

Haugeusund, Norwegia di Akhir Musim Semi

Categories: Uncategorized | 9 Comments

Memahami Akar Perang Palestina-Israel Melalui Video I


Memahami Akar Perang Palestina-Israel Melalui Video I

Oleh : Raidah Athirah & Abu Aisha

Nb : 1. Seperti pesan dalam video dibawah ini
” Jika anda adalah orang-orang yang sensitif dengan isu-isu Nazi, Yahudi, Palestina, dan Eropa, Perang Suci, dilarang membaca dan menonton video ini ”

2.Video ini dalam subtitle bahasa Jerman, dan narasinya berbahasa Inggris

***

Bismillahirahmanirrahim

Ayat Al Quran tentang Sifat-sifat Buruk Yahudi

Dalam Al-quran, sudah demikian jelas sedikitnya disebutkan 22 sifat buruk bangsa Yahudi. Apa saja ?
Berikut di bawah ini:

1. Keras hati dan zalim (Al-Baqarah:75,91,93,120,145,170; An-Nisa:160; Al-Maidah:41)
2. Kebanyakan fasik dan sedikit beriman kepada Allah SWT (Ali Imran:110; An-Nisa:55)
3. Musuh yang paling bahaya bagi orang-orang Islam (Al-Maidah:82)
4. Amat mengetahui Islam seperti mereka mengenal anak mereka sendiri (Al-An’am:20)
5. Mengubah dan memutarbalikkan kebenaran (Al-Baqarah:75,91,101,140,145,211; Ali Imron:71,78; An-Nisa:46; Al-Maidah:41)

—————————————————————————————————————————————————
Video pertama : Memperlihatkan wajah dan karakter asli orang-orang Yahudi sebelum bercampur dengan bangsa pribumi

————————————————————————————————————————————————–

6. Menyembunyikan bukti kebenaran (Al-Baqarah:76,101,120,146; Ali Imron:71)
7. Hanya menerima perkara-perkara atau kebenaran yang dapat memenuhi cita rasa atau nafsu mereka (Al-Baqarah:87,101,120,146; Al-Maidah:41)
8. Ingkar dan tidak dapat menerima keterangan dan kebenaran AlQuran (Al-Baqarah:91,99; Ali Imron:70)
9. Memekakkan telinga kepada seruan kebenaran, membisukan diri untuk mengucapkan perkara yang benar, membutakan mata terhadap bukti kebenaran dan tidak menggunakan akal untuk menimbangkan kebenaran (Al-Baqarah:171)
10. Mencampuradukkan yang benar dan yang salah, yang hak dan yang batil (Ali Imran:71)

—————————————————————————————————————————————
Video kedua : Memperlihatkan penyebaran orang-orang Yahudi ke berbagai benua eropa melalui keluarga Rothschild dan mengusai dunia perbankan

Keterangan tentang keluarga Rothchild bisa dilihat disini ; http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga_Rothschild

—————————————————————————————————————————————-

Video ketiga : Memperlihatkan bagaimana orang-orang Yahudi mengusai semua sektor kehidupan terutama bidang yang banyak menyentuh siklus kehidupan moral manusia misal Perbankan, Seni, Politik, Revolusi Fashion

Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasul kita yang mulia , Nabi Muhammad SAW bersabda ;

“Kalian pasti akan mengikuti tradisi umat-umat terdahulu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Hingga sekalipun mereka masuk lubang biawak, kalian pasti mengikutinya.” Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nasrani? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka!”(HR. Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 8/300 dan Muslim hadits no. 2669)

* Hadits ini shahih muttafaqun’alaihi, tercantum dalam kitab-kitab shahih

———————————————————————————————————————————————

11. Berpura-pura mendukung orang Islam tetapi apabila ada di belakang orang-orang Islam, mereka mengutuk dengan sekeras-kerasnya (Al-Baqarah:76; Ali Imran:72,119)
12. Hati meraka sudah tertutup akan Islam kerana dilaknat oleh Allah SWT yang disebabkan oleh kekufuran mereka sendiri (Al-Baqarah:88,120,145,146)
13. Kuat berpegang pada rasa kebangsaan mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah bangsa yang istimewa yang dipilih oleh Tuhan dan menyakini agama yang selain daripada Yahudi adalah salah (Al-Baqarah:94,111,113,120,135,145; Al-Maidah:18)
14. Tidak akan ada kebaikan untuk seluruh manusia jika mereka memimpin (An-Nisa:53)
15. Tidak suka, dengki, iri hati terhadap orang-orang Islam (Al-Baqarah:90,105,109,120)

———————————————————————————————————————————————-
Video keempat : Memperlihatkan bagaimana sikap orang-orang Yahudi dalam kehidupan dan sistem pendidikan

————————————————————————————————————————————————

16. Mencintai kemewahan dan kehidupan dunia, bersifat tamak dan rakus, menginginkan umur yang panjang dan mengejar kesenangan serta takut akan kematian (Al-Baqarah:90,95,96,212)
17. Berkata bohong, mengingkari janji dan melampaui batas (Al-Baqarah:100,246,249 Ali Imran:183,184; An-Nisa:46)
18. Berlindung di balik mulut yang manis dan perkataan yang baik (Al-Baqarah:204,246; Ali Imron:72; An-Nisa:46)
19. Mengada-ada perkara-perkara dusta dan suka kepada perkara-perkara dusta (Ali Imran:24,94,183,184; Al-Maidah:41)
20. Berlaku sombong dan memandang rendah terhadap orang-orang Islam (Al-Baqarah:206,212,247)
21. Tidak amanah dan memakan hak orang lain dengan cara yang salah (Ali Imran:75,76; At-Taubah:34)
22. Selalu melakukan kerusakan dan menganjurkan peperangan (Ali Imran:64)

—————————————————————————————————————————————————–

Jika anda tidak suka menonton dan lebih senang membaca berikut saya kutip dari laman

http://www.iamthewitness.com/

yang telah diterjemahkan oleh blog ; http://pohonbodhi.blogspot.no/2008/11/sejarah-dinasti-rothschild.html

SEJARAH DINASTI ROTHSCHILD

Keluarga Rothschild sudah mengendalikan dunia untuk waktu yang sangat lama, jangkauan mereka sudah mencapai banyak aspek dari kehidupan sehari-hari kita.

Rothschild mengklaim mereka adalah orang Yahudi, namun kenyataannya mereka adalah orang Khazar. Mereka datang dari sebuah negara yang disebut Khazaria, yang terletak di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia yang sekarang dimiliki oleh Georgia. Alasan mengapa keturunan Khazar mengklaim mereka sebagai orang Yahudi adalah karena pada tahun 740 Masehi, atas perintah dari raja mereka (King Bulan), rakyat Khazaria harus memeluk kepercayaan Yahudi, tetapi tentu saja itu tidak mengubah gen mereka dari Mongolia Asia (Turki) menjadi orang Yahudi.

Saat ini, 90% orang Yahudi di dunia adalah keturunan dari Khazar, atau yang lebih sering disebut sebagai Yahudi Ashkenazi. Orang-orang ini berbohong kepada seluruh dunia bahwa tanah Israel adalah tanah leluhur mereka, padahal kampung halaman sebenarnya dari nenek moyang mereka ada di Georgia yang terletak 800 mile dari Israel.

Jadi, lain kali kalau Anda mendengar Perdana Menteri Israel berpidato tentang penyiksaan terhadap Yahudi, ingatlah ini, setiap Perdana Menteri dari Israel sampai sekarang adalah Yahudi Ashkenazi. Jadi ketika mereka mengatakan bahwa adalah hak mereka untuk mendirikan negara Israel di tanah leluhur mereka, mereka secara sengaja sedang berbohong padamu, karena mereka sebenarnya tidak berasal dari sana, dan mereka sendiri mengetahuinya, sebab mereka sendirilah yang menyebut mereka sebagai Yahudi Ashkenazi.

Kitab Wahyu Bab 2 ayat 9 :“Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu – namun engkau kaya – dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.”

Darah keturunan paling kaya dan pemimpin dari Yahudi Ashkenazi di dunia saat ini adalah keluarga Rothschild. Seperti yang akan Anda pelajari di bab ini, Rothschild mendapatkan semuanya ini berkat kebohongan, manipulasi, dan pembunuhan. Darah keturunan mereka sudah menyebar ke keluarga kerajaan di Eropa, dan nama-nama keluarga berikut: Astor, Bundy, Collins, duPont, Freeman, Kennedy, Morgan, Oppenheimer, Rockefeller, Sassoon, Schiff, Taft, dan Van Duyn.

Namun, keluarga-keluarga di atas bukanlah semua dari yang harus Anda khawatirkan. Yahudi Ashkenazi selama abad-abad ini telah mengganti nama mereka, supaya mereka akan tampak seperti bagian dari ras dominan di setiap negara yang mereka tempati. Setelah mereka mendapatkan posisi yang berpengaruh di negara tersebut, mereka akan mengeksploitasi negara itu untuk majikan sebenarnya. Banyak bukti untuk membuktikan Rothschild masih melanjutkan tradisi penipuan ini.

Namun, tentu saja dunia ini adalah tempat yang luas. Saya bisa saja mengganti marga saya menjadi Rothschild, dan itu tidak akan membuat saya menjadi bagian dari mereka. Jadi, jangan secara otomatis mengandaikan bahwa semua orang dengan nama keluarga di atas adalah bagian dari jaringan kriminal Rothschild. Dan yang lebih penting lagi, mayoritas Yahudi Ashkenazi tidaklah bersalah dan bukan bagian dari mereka. Anda perlu melakukan penelitian sendiri, artikel ini adalah untuk menginformasikan orang-orang siapa musuh kita sebenarnya, dan bukan untuk menyerang orang-orang dari ras tertentu ataupun orang-orang dengan marga tertentu.

1743 : Mayer Amschel Bauer, seorang Yahudi Ashkenazi lahir di Frankfurt, Jerman. Dia adalah anak dari Moses Amschel Bauer, seorang pedagang uang.

Moses Amschel Bauer memasang sebuah tanda merah di pintu depan kantornya. Ini adalah sebuah heksagram merah (yang secara geometris dan numeris menunjuk ke angka 666) yang atas instruksi dari Rothschild akan menjadi bendera Israel dua abad kemudian.

1760 : Mayer Amschel Bauer bekerja di sebuah bank milik Oppenheimers di Hanover, Jerman. Dia sangat berhasil dan menjadi kemudian menjadi mitranya. Selama masa ini dia mulai berhubungan baik dengan Jenderal von Estorff.

Setelah kematian ayahnya, Bauer kembali ke Frankfurt dan mengambil alih bisnisnya. Bauer mengetahui pentingnya heksagram merah ini dan kemudian mengganti namanya menjadi Rothschild (artinya “tanda merah”).

Mayer Amschel Rothschild, menemukan bahwa Jenderal von Estorff berhubungan baik dengan Pangeran William IX dari Hesse-Hanau, salah satu keluarga kerajaan terkaya di Eropa, yang mendapatkan kekayaan mereka lewat pengiriman tentara Hessian ke Negara lain (sebuah praktek yang masih eksis sampai hari ini dalam bentuk pengiriman “pasukan penjaga perdamaian” di seluruh dunia).

Rothschild kemudian menjual koin-koin dan perhiasan berharga kepada Jenderal dengan harga murah, dan kemudian diperkenalkan dengan Pangeran William yang sangat senang mendapatkan koin langka dan perhiasan dengan harga diskon. Kemudian Rothschild menawarkan kepadanya berbagai bonus bila Pangeran bisa memberikan sejumlah bisnis kepadanya.

Rothschild akhirnya menjadi sangat dekat dengan Pangeran William, dan kemudian berbisnis dengannya dan juga anggota-anggota kerajaan lainnya. Dia kemudian menyadari bahwa meminjamkan uang ke pemerintah jauh lebih menguntungkan daripada meminjamkan kepada individual, karena pinjaman pemerintah jauh lebih besar dan dijamin oleh pajak dari negara tersebut.

1770 : Rothschild memulai rencana pendirian Illuminati dan mempercayakannya kepada seorang Yahudi Ashkenazi lainnya, Adam Weishaupt, untuk merancang organisasi dan perkembangannya. Illuminati akan dibentuk dengan ajaran dari Talmud, yang merupakan ajaran dari Rabi Yahudi. Kata Illuminati berasal dari kelompok Luciferian yang artinya “Sang Pembawa Cahaya.”

Rothschild menikah dengan seorang wanita bernama Gutle Schnaper.

1773 : Anak pertamanya (Amschel Mayer Rothschild) lahir. Sama seperti saudara-saudaranya yang kemudian akan lahir, akan diajarkan bisnis ketika berusia 12.

1774 : Anak kedua (Salomon Mayer Rothschild) lahir.

1776 : Adam Weishaupt secara ofisial menyelesaikan rencana organisasi dari Illuminati tanggal 1 Mei. Tujuan dari Illuminati adalah memecah belah goyim (semua orang non-Yahudi) melalui media politik, ekonomi, sosial, dan religius. Mereka akan menyediakan persenjataan dan insiden agar para goyim bisa berperang di antara mereka, menghancurkan pemerintahan nasional, merusak institusi keagamaan, dan akhirnya saling membunuh satu sama lain.

Weishaupt juga merekrut 2000 orang-orang paling berbakat dari bidang kesenian, edukasi, ilmu pengetahuan, keuangan, dan industri. Mereka diinstruksikan untuk melakukan hal-hal tersebut untuk mengontrol orang-orang:

1. Gunakan suapan uang ataupun sex untuk mengendalikan para pejabat tinggi baik di pemerintahan maupun institusi lainnya. Bila orang-orang penting ini sudah terperangkap dalam kebohongan ataupun godaan dari Illuminati, mereka akan bisa dikendalikan ataupun diancam, baik berupa kejatuhan finansial, ekspos publik, bahkan kematian bagi mereka ataupun keluarganya.

2. Fakultas dari universitas perlu mengajarkan kepada keturunan-keturunan dengan kemampuan mental yang luar biasa dari keluarga kaya pentingnya menuju internasionalisasi, bahwa hanya dunia dengan satu pemerintahanlah yang bisa mengakhiri perang dan perjuangan. Pelatihan ini akan disediakan lewat pemberian beasiswa kepada orang-orang terpilih.

3. Semua orang penting yang telah terperangkap oleh Illuminati, ditambah dengan murid-murid yang telah dididik dan dilatih khusus, akan dijadikan agen dan ditempatkan di pemerintahan sebagai pakar dan spesialis. Dengan demikian mereka bisa menentukan kebijakan yang dalam jangka panjang akan melayani tujuan rahasia dari Illuminati untuk membentuk Satu Pemerintahan Dunia dan membawa berbagai kehancuran kepada pemerintahan dan institusi religius berbagai negara.

4. Memperoleh kontrol mutlak atas pers, supaya semua berita dan informasi yang diberikan kepada publik akan membuat mereka percaya bahwa Satu Pemerintahan Dunia adalah solusi satu-satunya atas berbagai masalah.

1777 : Nathan Mayer Rothschild lahir.

1784 : Adam Weishaupt merencanakan Revolusi Perancis. Rencananya ditulis oleh salah seorang anak buahnya, Xavier Zwack, dan dikirim oleh kurier dari Frankfurt ke Paris. Namun, si kurier dalam perjalanannya mati tersambar petir, dan buku tersebut kemudian ditemukan polisi, dan diserahkan kepada otoritas Bavaria.

Pemerintahan Bavaria segera memerintahkan penutupan pondok kebatinan dari Weishaupt di Grand Orient. Pemerintahan Bavaria yakin rencana yang ditulis di buku itu adalah ancaman sangat nyata dari sebuah kelompok yang berpengaruh, yang akan menggunakan perang dan revolusi untuk mencapai tujuan politik mereka.

1785 : Pemerintahan Bavaria melarang Illuminati dan menutup semua pondok kebatinan mereka.

Mayer Amschel Rothschild memindahkan keluarganya ke sebuah rumah lima lantai di Frankfurt yang mereka tinggali bersama dengan keluarga Schiff.

1786 : Pemerintahan Bavaria menerbitkan detail dari Illuminati dalam dokumen berjudul “The Original Writings of The Order and Sect of The Illuminati.” Mereka mengirimkan dokumen ini kepada semua pimpinan gereja dan pemerintahan di Eropa, sayangnya peringatan ini diabaikan oleh mereka.

1788 : Kalmann (Carl) Mayer Rothschild lahir.

1789 : Rencana Illuminati untuk memprakarsai Revolusi Perancis berhasil mulai tahun ini sampai tahun 1793. Revolusi ini adalah impian para bankir, mereka mendirikan sebuah konstitusi dan meluluskan aturan untuk melarang Gereja Roma untuk memungut pajak dan juga mengeluarkan Gereja sebagai obyek pengecualian pajak.

Sambungan lengkap dalam terjemahan bahasa Indonesia bisa anda baca di ; pohonbodhi.blogspot.no/2008/11/sejarah-dinasti-rothschilhttp://www.iamthewitness.com/d.htm

Demikian Video singkat yang bisa anda nonton dan informasi tambahandari terjemahan laman http://www.iamthewitness.com/.

Sumber :
Al-Qur’an dan Hadist

1.Rangkumaan islamsiana
2. Wikipedia
3.Youtube.
4.http://www.iamthewitness.com/

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: