Revolusi Seksual. Virus Penghancur Revolusi Mental Sebuah Peradaban


Revolusi Seksual. Virus Penghancur Revolusi Mental Sebuah Peradaban

Oleh : Raidah Athirah

Oleh-oleh nyata dari pertarungan pilpres kemarin adalah munculnya istilah Revolusi Mental .Banyak dari kita sudah sangat familiar dengan istilah ini.Bahkan sudah tak terhitung istilah ini bertebaran di beranda Facebook.Namun berapa banyak dari kita yang paham betul arti Revolusi .

Wikipedia memberikan definisi Revolusi yang dapat dicermati dengan jelas.

Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan.

Bayangkan virus revolusi seksual yang sedang terjadi dan memakan banyak korban.Nauzdubillahmindzalik .Virus ini bahkan disuntikan pelan-pelan melalui tontonan di TV , game, buku pelajaran sampai fashion yang memprovokasi syahwat.Dan anak-anak polos penuh fitrah kebaikan berubah mengerikan menjadi korban sekaligus pelaku kekerasan seksual.Astaghfirullah .

Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap ‘cepat’ karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat —seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan— yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan, menjebol, dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol tatanan hidup.

Pahami pengertian kata ” menjebol ” menurut KBBI yang termasuk sebagai kata verbal ;
1 .mencabut secara paksa (tanaman) sampai akar-akarnya;
2. merusak hingga tembus (dinding);
3 .mengalahkan pertahanan lawan (tt peperangan, pertandingan dsb.

Dan ini yang sedang berlangsung di negeri-negeri mayoritas Muslim.Virus ini menjebol tatanan hidup , merusak sampai ke akar-akar kehidupan fitrah anak-anak peradaban.

Negeri-negeri barat sudah cukup menuai tren dari virus yang menjadi kebanggaan semu dan hina ini.Eropa menjadi ketakutan setelah melihat hasil dari revolusi peradaban yang telah cukup memporak-porandakan sistem nilai moral yang dulu tertanam kuat.Lihatlah bagaimanan pusingnya kini sampai harus mengatur tata nilai yang baru dengan istilah usia legal bercinta setelah kasus ibu termuda di Inggris , ayah termuda di Eropa.Belum lagi sejumlah kegilaan seksual yang terus bermunculan dan meresahkan nurani.

Lihatlah negara -negara Eropa seperti Siprus, Finlandia, Georgia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Belanda, termasuk Norwegia, dan Swiss menetapkan usia legal bercinta adalah 16 tahun. Sedangkan Austria, Jerman, Portugal dan Italia usia 14 tahun .Prancis , Republik Ceko, Denmark, dan Yunani membolehkan pada usia 15 tahun.Ini merupakan buah ketakutan dari hancurnya peradaban .Jika tidak , mengapa harus lahir peraturan demikian !
****

Sampai disini mari kita tandai kata Revolusi dengan kalimat ” perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat ” .Dan fenomena yang sedang marak bukan saja tentang kenaikan BBM namun masalah krusial yang sudah mencapai titik puncak yang memusnahkan peradaban-peradan besar di dunia sebelumnya yakni karena perilaku seksual yang melawan aturan Ilahi.

Berita yang bertebaran di beranda menyanyat hati , mempertanyakan kesiapan kita untuk melindungi anak-anak kita dari kerusakan moral yang terjadi belakangan ini.Paranoid ini bahkan telah mencapai ubun-ubun saat mendengar , membaca , dan menonton kasus pemerkosaan yang menimpa anak-anak, aborsi yang dilakukan banyak remaja , belum lagi gunung es dari pornografi yang menjadi virus paling berbahaya .

Inilah zaman dimana revolusi seksual merajalela , norma-norma sosial digugat,tata krama tentang seksualitas dijungkirbalikkan. Yang semula tertutup menjadi terbuka. Yang semula sembunyi-sembunyi, menjadi perayaan. Termasuk film porno yang menjadi tontonan publik.Ya Allah…. Lindungi kami dari fitnah akhir zaman.

Artis-artis porno menjadi idola , ulama-ulama pemberi nasihat dilupakan.Guru-guru digugat tapi banyak yang lupa bahwa virus ini berawal dari rumah yang tidak dijaga dengan pondasi tata krama Islam .Tontonan yang mengumbar aurat dilihat oleh bayi yang baru membuka mata untuk mengenal dunia .Setiap hari non-stop .Orang tua bahkan bangga anak-anak memperagakan goyangan erotis.

Sampai disini saya menatap putri saya .Memohon perlindungan dan penjagaan dari Allah Yang Maha Menjaga.Saya semakin paham mengapa Abu Aisha bersikeras tak ada TV di dalam rumah kami.Hikmah ini yang perlahan mulai saya sadari .

*****

Sejarah revolusi seksual sendiri bermula dari negeri Paman Sam dan kemudian menjadi tren diseluruh dunia. Revolusi seksual (sexual revoution) adalah teori yang menjelaskan tentang perubahan pola pikir dan persepsi masyarakat terhadap seksualitas dan perilaku seksual (http://en.wikipedia.org).

Revolusi seksual mulanya merujuk pada perubahan sosial dan perilaku masyarakat Amerika Serikat (AS) pasca PD II yang (terutama) ditandai oleh upaya Hugh Hefner menerbitkan majalah Playboy, majalah khusus dewasa yang menampilkan gambar model-model telanjang dada (topless) dan telanjang (nude) pada tahun 1953 di Chicago.

Pada mulanya, Playboy banyak ditentang oleh masyarakat AS karena dianggap melanggar kesusilaan. Namun, semakin ditentang, Playboy justru semakin laris manis. Seiring bergulirnya waktu, Playboy justru mampu membalik keadaan. Dibantu secara tidak langsung oleh penemuan TV dan alat-alat kontrasepsi (pencegah kehamilan), dalam waktu relatif singkat, Playboy mampu mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat AS yang sebelumnya menganggap seksualitas sebagai hal yang tabu menjadi hal yang lumrah dan bisa diterima. Playboy semenjak itu menjadi simbol revolusi seksual AS yang terjadi pada dekade 1960-an dan 1970-an. Playboy tidak sendirian. Selain disokong oleh para pengiklan yang menyuntikkan banyak uang, usaha Playboy merevolusi pola pikir masyarakat didukung oleh banyak kalangan, mulai dari pebisnis, politisi, jurnalis, hingga penulis.

Pengalaman hidup beberapa tahun di Polandia menyadarkan saya satu hal bahwa ternyata revolusi seksual di Indonesia lebih revolutif dan mengenaskan.Bagaimana tidak , negara-negara Eropa yang ( katanya) bebas justru tidak menjual vcd porno bak kacang goreng di jalanan .

Bayangkan ! Amerika Serikat butuh waktu puluhan tahun untuk mengubah pola pikir masyarakat yang tertutup terhadap sex menjadi sebebas dan sepermisif terkait hal ini.Bandingkan dengan Indonesia yang hanya dalam kurun waktu hitungan tahun .Kurang dari sepuluh tahun -boleh dikata selepas taun 1997 saat Orde Baru tumbang, masyarakat kita -terutama generasi mudanya terlihat mengalami perubahan pola pikir dan perilaku seksual yang sangat radikal sekaligus mengerikan.

Ibu saya berkata bahwa dulu orang harus sembunyi-sembunyi jika menjual gambar atau majalah porno.Bahkan kalau ada yang ketahuan menyumpan gambar-gambar menjijikkan itu tak terhitung malu dan risihnya si penyimpan berhadapan dengan masyarakat.Rasa malu pun masih tertanam kuat , risih jika ada yang berani memiliki atau membaca hal-hal yang berbau pornografi.Apalagi sampai melakukan hubungan seksual dan hamil di luar nikah .Para pelaku itu bahkan dikucilkan oleh masyarakat.

Namun, seiring kemajuan teknologi dan perubahan sistem politik pandangan masyarakat terhadap seksualitas mulai berubah kecuali orang-orang yang dengan teguh menjaga rumah mereka dengan benteng kokoh bernama pendidikan Islam yang akarnya tertanam dalam sanubari anak-anak .

***

Saya masih mengingat satu istilah yang dipopulerkan oleh penyair kenamaan Indonesia, bapak Taufik Ismail yang menyampaikan kegundahan dan kegelisahan beliau dengan istilah Gerakan Syahwat Merdeka ( GSM) .Gerakan ini merupakan sebuah  gerakan imajiner yang menggambarkan segala daya upaya untuk mengumbar bebas merdeka semua hal yang berbentuk, berkaitan dengan, dan berbau seksual.

Menurut beliau , gerakan ini melingkupi individu, kelompok, dan juga ideologi yang tercacah dalam tiga belas golongan.

Golongan  pertama, pribadi dan kelompok pelaku seks bebas, baik hetero maupun homo; kedua, penerbit majalah dan tabloid mesum; ketiga, produser, penulis skrip dan pengiklan acara televisi bertema syahwat; keempat, situs porno dan pengelolanya (termasuk pengunjung setianya); kelima, penulis, penerbit dan propagandis buku sastra syahwat; keenam, penerbit dan pengedar komik cabul; ketujuh, produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan penonton VCD/DVD biru; kedelapan, pabrikan dan konsumen alkohol; kesepuluh, produsen, pengedar dan pengguna narkoba; kesebelas, pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan; keduabelas, germo dan pelanggan prostitusi; dan ketigabelas, dokter dan dukun praktisi aborsi.

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: