Empat Musim di Apartemen Mertua


Memoar Aisha Pisarzewska Putri Sang Perantau

 

Empat Musim di Apartemen Mertua

 

Oleh : Raidah Athirah

 

Mertua dan empat musim bagaikan dua pigura yang menyatu sempurna dalam perjalanan mengandung Aisha Pisarzewska.Tentang kesunyian musim dingin yang diselimuti cerita.Keindahan musim semi yang menyuguhkan harapan, ada keyakinan yang ditunjukkan oleh kekokohan pohon-pohon gundul yang kini telah menghijau.

 

Perjalanan mengandung telah memberi pelangi rasa.Melewati putaran waktu .Mengenalkan saya pada sosok kedua mertua yang tercinta.Ada hal luar biasa dalam cerita .Ini kisah empat musim penuh cinta tentang menantu muslimah dari negeri tropis nan pesona.

 

Banyak cerita jika mertua dan menantu tak pernah akur.Saya dan mertua adalah figura indah yang menyuguhkan cerita yang berbeda.Maha suci Allah yang memperjalankan , kami melewati empat musim dalam banyak cerita.Dalam dekapan penuh kasih walau bahasa seringkali tak saling dimengerti.

 

Apartemen mertua di Ulica Maja ,Legionowo telah menjadi tempat indah penuh kenangan kasih sayang kepada dua generasi.Aisha Pisarzewska dan ayahnya , Abdullah Pisarzewski telah mengecap masa disini.Menikmati empat musim dalam perjalanan mengikuti garis takdir.Saya berada dalam titik pusaran yang menghubungkan antara rahim dan cinta yang telah melintas batas benua.

 

Saya ingin mengenalkan sosok mertua.Tentang bagaimana kehidupan cinta antara menantu dan mertua telah melintas batas ras, mengajarkan bagaimana mengurai kasih ditengah perbedaan keyakinan yang kami anut.Tak ada yang harus dipaksakan, semuanya mengalir indah.Di apartemen mertua semua cerita terangkum.

 

  • Musim Dingin di Legionowo

 

Sebelum saya ajak kaki anda menyusuri jalan setapak menuju apartemen mertua, mari saya kenalkan kepada anda tentang Legionowo.Kota kecil penuh sejarah bukan saja untuk Abu Aisha , saya , serta Aisha Pisarzewska tetapi untuk masyarakat Polandia saat masih berada dalam pengaruh Rusia.

 

Di kota ini ada barak tentara Rusia( Carskie Koszary) yang dibangun di dekat stasiun kereta api (Obóz Hurki) di awal Perang Dunia I, ketika daerah ini ingin diduduki oleh pasukan Jerman.

 

Menyusuri kota Legionowo seperti menyesuri jejak masyarakat Polandia yang ber-identitas Katolik.Hal ini terlihat pada kubah emas Gereja Kosciol Sw.Ducha dan Gereja St Josep Church yang berdiri megah dengan arsitektur gaya bangunan Rusia tempo dulu .Sebelum mengandung ,saya sering melewati tempat ini saat ingin mengunjungi mertua di Legionowo.

 

Kota kecil ini juga dijadikan resor musim panas bagi masyarakat Warsawa di era tahun 1925-an saat hutan Legionowo belum tercemar aktivitas manusia. Ingatan saya juga kembali saat mengenang kota ini dalam perhelatan kompetisi Piala Euro 2012 saat Legionowo menjadi tuan rumah untuk tim sepakbola dari Yunani.

 

Apa yang belum saya ceritakan tentang kota kecil ini kepada anda?.Kota ini tempat Abu Aisha terlahir dan menghabiskan masa kanak-kanak,remaja dan kemudian berhijrah ke Norwegia,negara dimana ia menjemput hidayah cahaya Islam yang menerangi perjalanannya sebelum kemudian dipertemukan di titik takdir beristri muslimah Indonesia dari tanah Maluku .

 

Kini,negara ini tempat kami berhijrah bersama .Mengobati luka, mengikat ukhuwah dan segala puji bagi Allah Tuhan Yang Maha Pengasih kami dipertemukan dengan saudara yang saling menguatkan , bersama ukhuwah keluarga Indonesia di Haugesund kami mengenal senyum.Nikmat mana lagi yang harus saya dustakan?

 

***

 

 

Saya tak ingin membayangkan tentang dunia tanpa musim.Jika hanya ada satu musim yang ingin diulang, saya hanya ingin memandang kedua ibu yang telah melahirkan , bertemu dan bercerita dalam satu sajadah sujud di musim semi. Musim saat cinta mulai mekar dan taman bumi dihiasi kuncup-kuncup bunga penuh warna.

 

Kami telah semampunya menyampaikan pesan langit tentang Allah Tuhan Yang Esa selama empat musim .Cahaya putih bagaikan butiran salju yang jatuh masih dipandang biasa.Hidayah hanya hak Allah Tuhan Yang Maha Rahman.Kami tak pernah tahu di musim mana hati akan bertaut dalam satu keyakinan.Tak ada putus asa, hanya do’a semoga kelak sebelum mata tak mampu lagi memandang empat musim, menggenggam pelangi rasa , hati kedua mertua telah terbuka menerima ajaran fitrah, satu keyakinan , satu pesan langit tentang Allah Tuhan Yang Satu.

 

Orang tua saya dan mertua memang tak pernah bertemu ,akan tetapi kedua anaknya telah bersatu dalam ikatan keyakinan bersama di perjalanan pernikahan.Di musim dingin Allah Tuhan Yang Satu menyatukan darah, mengokohkan ikatan dan mengikat cita-cita pada rahim saat mengandung Aisha Pisarzewska.Perjalanan mengandung telah melewati empat musim.Ini jejak langkah pertama di musim dingin.Ujung ranting-ranting pohon yang menggigil kedinginan dipeluk, didekap semesta , dikuatkan.Adakah harapan agar ia tak patah.?

 

 

Mari saya kenalkan anda kepada ibu mertua saya terlebih dahulu.Beliau adalah sosok wanita paruh baya yang bukan saja cantik tetapi berkharisma.Seperti layaknya wanita-wanita Eropa yang lahir di era tahun 1950-an.Beliau lahir di zaman ketika sisa-sisa perang di Polandia masih ada. Saat itu ,Polandia masih berada dalam pengawasan pemerintahan Uni Soviet dan pengaruh Nazi Jerman.

 

Saya tidak sedang mengajarkan sejarah.Ini penggalan kisah yang menghubungkan kepingan-kepingan memori tentang perjalanan mengandung Aisha Pisarzewska. Seperti yang beliau kisahkan kepada kami tentang satu boneka yang bergantian dimainkan oleh empat saudari perempuan .Saya kembali menyentuh boneka bersejarah itu saat hari terakhir mengunjungi apartemen mertua ,sebelum akhirnya harus beristirahat di apartemen di Jablonna dan rumah sakit Warsawa karena pengaruh morning sickness yang parah.

 

Abdullah Pisarzewski terlahir dari rahim wanita cantik ini.Beliau menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja di Serock, kota kecil dengan jumlah umat Yahudi terbanyak di Polandia sebelum Perang Dunia II berlangsung.Kini, tak ada lagi umat Yahudi disini , kota ini hanya dikenang sebagai kota Yahudi di Polandia.( Selengkapnya dalam penggalan memoar ” Serock in Memorial ” ).Generasi Serock saat ini hanya sedikit yang memiliki darah Yahudi, kebanyakan adalah penganut Katolik.Saat Aisha Pisarzewska masih dalam kandungan , saya pernah menginjakkan kaki selama 3 x disini di akhir musim panas.

 

***

 

Garis-garis kecantikan khas wanita Eropa Timur masih terlukis indah di wajah wanita ini.Bola mata dengan warna biru zamrud bagaikan lukisan maha karya nan elok .Rambut keemasan tergerai dipundak.Coat warna merah dipadu syal hitam bercorak bunga terlihat elegan saat derap langkah dari sepatu boot terdengar mendekat ke arah pintu apartemen kami di Jablonna.Ibu mertua mengunjungi saya yang tengah terbaring dengan tubuh yang semakin menipis di tempat tidur.

 

Beliau selalu mengunjungi saya 2x dalam sehari.Pagi , tepat jarum jam di angka 9 beliau sudah di depan pintu apartemen membawakan beberapa buah-buahan dan pakaian musim dingin yang dibeli kemarin selepas pulang kerja.Saat butiran salju turun dengan deras di sore hari , saya lebih suka menyebutnya malam.Beliau telah memencet bel apartemen.”Ainna to jest Mama .” Begitu suara yang terdengar dari telephone apartemen yang terpasang di dinding dekat dengan pintu menuju kamar mandi.

 

Abu Aisha membuka pintu apartemen.Memeluk wanita cantik paruh baya itu.Beliau melangkah mendekati tempat tidur, tempat saya berbaring dengan wajah layu pengaruh morning sickness yang parah.Ada guratan kekhawatiran yang tergambar di raut wajah ibu mertua saya yang tersayang.Saya tak berkata-kata.Saat itu , saya terlalu sibuk dengan diri saya sendiri.Muntah dan muntah.Itu keadaan saya di apartemen di Jablonna, di musim dingin yang diselimuti salju tebal.

 

Sayup-sayup saya hanya mendengar dialog dua orang terkasih.“Myślę, że powinniśmy zabrać ją do szpitala, jej stan pogorszył się .“suara ibu mertua saya terdengar seperti memelas.Menunggu jawaban Abu Aisha.Ia mengiyakan perkataan ibunya “Myślę, że to samo, martwiłem się walka them.już trwało długo ona zawsze rzuca.“.Begitu dialog singkat antara sang putra terkasih dan ibunda tersayang tentang menantunya yang terbaring lemah di tempat tidur.

 

Itu adalah awal perjalanan musim dingin , dengan pertolongan Allah saya dibawa kembali ke rumah sakit Warsawa.Menikmati awal perjalanan mengandung yang tak biasa.Sendiri di Warsawa.Menatap sayu pada langit yang berwarna abu-abu di bumi Polandia. Pelangi rasa pada musim dingin penuh cerita.Ini kisah tentang perjalanan mengandung Aisha Pisarzewska.

 

 

 

Maha Suci Allah Tuhan Yang Maha Pencipta, diperjalanan yang tak biasa.Saya muslimah Indonesia dari negeri yang bermandikan mentari belajar tentang mengenal manusia dari ras yang berbeda , dari sejarah bangsa terdahulu tentang peninggalan bangunan megah yang kini hanya berupa jejak.Masih adakah yang merasa rendah diri kepada bangsa yang lain ?.

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sesunggguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengena.l(QS al-Hujurat [49]: 13).

 

 

Bersambung…..

Abu Aisha di Norwegia

Abu Aisha di Norwegia

Catatan sipil Legionowo, tempat saya dan Abu Aisha menikah di Polandia

Catatan sipil Legionowo, tempat saya dan Abu Aisha menikah di Polandia

nisan kuburan Yahudi di Serock ( sumber Google)

nisan kuburan Yahudi di Serock ( sumber Google)

Sinagog di Serock ( sumber Google )

Sinagog di Serock ( sumber Google )

 

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: