Beasiswa dari Madinah


Memoar Aisha Pisarzewska Putri Sang Perantau

 

Oleh : Raidah Athirah

 

***

 

Rezeki Allah bisa datang dari mana saja. Itu yang saya yakini.Bukankah musim dingin telah berlalu, musim semi telah menyapa dan bunga-bunga yang bermekaran telah menampakan diri di musim panas?.Begitulah perputaran masa. Bahwa kesedihan tidak akan tinggal selamanya. Akan datang masa kala senyum bersinar di wajah.Janji Allah itu nyata.“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangja-sangka; dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya ” ( QS Ath-Thalaq; 2-3).

 

 

Allah mencukupkan bagi kami nikmat itu .Keinginan Abu Aisha untuk belajar lebih tentang Islam , tentang iman terjawab sudah.Form pendaftaran yang dikirim ke Knowlodge International University ( KIU ) disetujui . Universitas ini berbasis di Madinah dengan para pengajar yang tersebar di beberapa negara arab seperti Dr. Bilal Philip , Sheik Assim Alhakim dan pengajar lainnya .Padahal informasi ini kami dapat tak sengaja dari Facebook Abu Aisha yang saat itu masih aktif. Saat awal-awal menikah saya yang selalu membetulkan bacaan Qur’an beliau walaupun ilmu tajwid saya belumlah mumpuni.Alhamdulillah Abu Aisha mendapat beasiswa online dari Madinah . Saya merasa tenang , setidaknya dengan kondisi kehamilan yang tidak biasa, tanggung jawab untuk saling belajar dan mengajar teruslah berjalan.

 

Abu Aisha seorang mualaf .Tapi bagi saya jiwanya adalah seorang muslim. Tentu tak ada suami yang sempurna tapi Abu Aisha telah membuktikan di perjalanan bahwa menikah karena Allah tidaklah pernah salah . Kami masing- masing adalah orang asing. Asing dalam budaya , dalam iklim dan asing dalam melihat sesuatu. Kalau Abu Aisha terbiasa melihat keteraturan di negerinya tidak dengan saya. Mata saya telah terbiasa dengan keramaian, shoping center yang semakin menjamur , tak ketinggalan sampah yang dibuang sembarangan. Tapi selamanya Indonesia adalah negeri yang saya cinta. . Negeri yang kerinduan saya telah menggumpal tapi saya telah memilih .Di Jablonna imam saya disini.

 

Kerinduan saya tidaklah berkurang .Saban hari semakin bertambahlah kerinduan ini.Tapi sudah seharusnya istri bersama suami.Kami bersama di Jablonna.Melalui hari demi hari dalam keterasingan lingkungan .Kami keluarga muslim kecil di Jablonna. Bersama belajar walau langkah kami tertatih-tatih tapi setidaknya semangat kami tidaklah mati.

 

Awalnya saya dan Abu Aisha pun tak yakin. Dia sendiri tidak memiliki dasar apapun. Tapi suami saya adalah laki-laki yang gigih yang tidak akan menyerah walau memang tantangan ini begitu besar. Beginilah cara saya mengaguminya.Bukan saya ingin menggambarkan dia sebagai lelaki yang sempurna. Tak ada yang sempurna di dunia ini. Saya hanya ingin setiap yang membaca mengerti bahwa sebagai muslim tak sepantasnya kita berputus asa.” Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: “Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku”; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga, kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.(Huud: 9-11).

 

Begitulah Abu Aisha berbekal semangat dan keyakinan serta kesibukan merawat saya,menulis essay pendek yang menggambarkan semangatnya bahwa sudah sepantasnya dia menerima beasiswa itu. Seleksinya tidaklah sedikit. Calon mahasiswa dari seluruh dunia pada waktu yang bersamaan berlomba-lomba mendapatkan beasiswa ini.Abu Aisha adalah satu-satunya muslim dari negara Polandia yang Allah karuniakan kesempatan ini.

 

Sebagai istri dan juga sahabat, saya tentu sangat bersyukur. Walaupun tak banyak membantu. Saya gerakkan badan saya duduk di depan komputer dan mulai mengedit Curiculum Vitae ( CV ) dan menggambarkan semangat suami saya .Bahwa bukan lagi keinginan tapi beasiswa ini telah menjadi kebutuhan. Dengan ucapan bismillah saya kirim CV dan sedikit uraian motivasi ke email KIU .Abu Aisha masih di Warsawa . Sholat jum’at. Sedangkan saya di apartemen . Sholat dan mengadu pada Ilahi tentang jiwa dan raga kami yang butuh bimbingan.

 

Hari senin menjadi kabar yang membahagiakan .Alhamdulillah Abu Aisha diterima sebagai mahasiswa KIU dengan bahasa pengantar bahasa inggris.Abu Aisha melangkah ke arah saya , mencium kening saya dan bertanya ” kochanie …. did you send my aplication and my CV to KIU? “. Saya terlihat gugup. Khawatir kalau dia tidak suka dengan apa yang saya lakukan. Saya menjawab ragu-ragu ” naam kochanie , what you wrote before already was edited by me . They should consider you as the one who really must achiave this schollarship.and i was writing about your motivation also to get the scholarship. I am sorry to did such thing like that” .

 

Allahu Akbar. Abu Aisha bertakbir mengucap syukur dan melangkah ke tempat yang biasa kami gunakan untuk shalat . Dia bersujud. Dengan mata berkaca -kaca dia berjalan ke arah saya dan memeluk saya sambil berucap ” Jazzakillah khoir jamilka . May Allah bless you and guide us always”.

 

Tak ada hari yang membahagiakan sebagai seorang istri melaikan hari itu. Di tengah beratnya kondisi saya mengandung setidaknya saya bersyukur bahwa sebagai seorang istri di tengah segala keterbatasan .Hati dan ruh saya tidaklah putus asa. Saya meyakini bahwa do’a dan harapan dalam hati saya tidaklah mati sia- sia. Allah Yang Maha Tahu segala isi hati. Kabar itu jawaban dari segala harapan yang selalu saya ucapkan dalam doa.

 

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Beasiswa dari Madinah

  1. MasyaAllah, indahnya cara mbak bertutur lewat kata. Salut dengan semangat suami mbak untuk mempelajari islam. Semoga mbak dan keluarga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala.

    Like

    • Alhamdulillah ukhti Eka :), masih belajar .Jazzkillah khoir ya untuk doanya :), Semoga ukhti dan keluarga juga.Aamin YRA

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: