KICK 1 – Tidak Peduli Halal atau Haram


Izin re-blog ya Pak Iwan:). Semoga saling mencerahkan dan tercerahkan ( hati dan otak ).

Mencermati, menimbang dan memikirkan serta merenungkan maka saya sebagai masyarakat muslim Indonesia yang sedang dirizkikan berada di bumi Allah , di bumi barat/ Eropa akan menuliskan pandangan saya agar tidak terjadi fitnah. Dan atas alasan pribadi saya sungguh tersumbing mau ta sumbat 😀 #eh tersinggung menulis beberapa point yang kiranya sebagai bahan pertimbangan , nggak juga nggak ngaruh ke saya tapi pasti di-bully :D.

A. Please yang suka koar-koar dan sok-sokan mbok e dan mas bro cepatlah loe minta maaf kepada ortu loe klo memang muslim( minta didik ulang bila perlu dihajar # eh di ajar. Kalau non-muslim segera saya kasih kesempatan selama seluruh panca indra loe masih berfungsi . Minta maaf secara terbuka dan tolong koar- koarkan itu di seluruh media sosial bahwa loe itu sebenarnya kuper dan sok tahu mengenai halal-haram padahal mah loe cuma sok-sokan saja. Untung loe nggak kena air selokan atau dipukuli massa ntar loe koar-koar lagi klo muslim kebanyakan terorist , harus belajar HAM dari barat yang nyata-nyata udah karatan.

B. Kalau koar- koar itu mbok e mas bro teliti dulu. Gaul dikit napa?. Tuh informasi bertaburan klo nggak ngerti inggris pake jasa Om Google ,kalau terjemahannya hancur. Makanya otak loe itu diservis dulu / didakwah biar tambah paham jalan cerita jangan cuma asal nge-gossip.Kalau punya uang/ rizki jalan- jalan sono ke London – Paris itu banyak toko halal- haram jelas. Jangan- jangan loe ini manusia sombong bin alay:D hahai sadis maaak.

C. Indonesia itu dari dulu sudah maju,. Nah karena ketololan dan kebodohan loe -lah makanya sekarang tambah ancur. Bahkan loe tambahin dengan ilmu sok tahu loe itu. Kalau mau jadi Peng-koar sejati yuk saya bawa ke Abu Aisha biar diceramahin dari siang ampe malam ( kapan lagi loe diceramahin ustad bule 😀 he he promosi ).

D. Hal-hal yang lain berupa adu pendapat saya terima . Asal jangan duel. Kasihan saya ini udah emak-emak 😀

Ummu Aisha Pisarzewska

Norway, 15 Maret 2014

Waktu begadang 🙂

Iwan Yuliyanto

Bismillah …

Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar orang berceloteh begini:

“Bagaimana Indonesia bisa maju kalau kita masih mikirin halal dan haram? Orang barat sudah sampai ke bulan kita masiiih aja meributkan hal begituan”

Bagi saya itu adalah celoteh asbun yang kurang piknik menjelajahi informasi. Begitu banyak para cendekiawan muslim di negeri kita ini membuat karya nyata yang bermanfaat dan berkontribusi bagi kemanusiaan, sedangkan ia yang berceloteh seperti itu tidak atau belum berkontribusi apa-apa.

Mereka yang berceloteh seperti itu pertanda sedang dihinggapi penyakit wahn, cinta dunia tapi takut mati. Tidak percaya bahwa ada kehidupan kekal setelah kematian.

Saya coba iseng-iseng mencari tahu seberapa banyak mereka yang berceloteh seperti itu di social media. Untungnya Twitter menyediakan fitur pencarian kalimat. Dengan mengetikkan beberapa kata kunci, ternyata lumayan banyak juga yang berceloteh seperti itu. Saya muat sebagian saja di sini, kebanyakan yang lain kurang lebih sama maknanya, antara lain:

halal haram

View original post 1,032 more words

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: