Jalan-Jalan Dadakan Emak-Emak Rempong ^_^


Jalan-Jalan Dadakan Emak-Emak Rempong ^_^

( Cerita Dibalik Foto )
Jalan- jalan ini disebut jalan-jalan dadakan karena memang mendadak:). Ceritanya nih saya alias Mak Aisha sudah sangat bosan menghirup udara ruangan karena beberapa hari sebelumnya hanya tinggal di apartemen.Migrain tiap hari tidur jam 2 malam karena harus menemani si Nona Polandia alias Aisha yang selalu kumat hiperaktifnya menjelang sholat Isya.Lari- lari terus kalau nggak ya ngacak- ngacak ruangan. Dan kalau sudah bosan juga. Dapur adalah tempat paling menarik buat di investigasi.

So, karena alasan inilah saya memutuskan dengan penuh keberanian untuk keluar jalan- jalan tanpa Abu Aisha kebetulan si Abang juga lagi sibuk nge-date dengan buku- buku yang tebalnya bisa buat kepala oleng- oleng. Tafsir jeng para sesepuhnya. Sungguh saat ini saya tak sanggup membuka lembaran- lembaran ilmu itu. Bisa-bisa di acak-acak Aisha.

Nah saat mempersiapkan diri alias memakai kostum negeri kulkas. Aisha didandani Abu Aisha . Saya mempersiapkan perlengkapan lain. Ah!cuma air mineral, satu buah pisang dan tiga butir kurma yang akan saya taruh di tas plastik kecil.Saat itulah saya ingat Mbak Cicik Lutfiyah Maak sang dua pendekar .Sesama tetangga di Haugesund dan juga sebagai new comer hihihi.Alhamdulillah maka sebelum keluar dari pintu apartemen saya telephone-lah si Maak Pendekar ^_^.Dengan hati H2C alias harap-harap cemas.Mengharap kalau ajakan saya bisa disambut dengan jawaban iya.Dan alhamdulillah iya benar-benar disambut Maaak :).Alhamdulillah wa syukurilah bahagia tak terkira hati ini.Berarti saya tidak sendirian berpetualang ke danau itu.Abu Aisha salah besar.Ini danau alam.Buatan Sang Maha Pencipta.Benar kiranya komen Mbak Savitry ‘Icha’ Khairunnisa 🙂 ngapain juga buat danau buatan di Haugesund wong Haugesund sendiri sudah dikeliling danau yang indah.Lain kali Bang kalau ngasih informasi tuh yang akurat !.Setelah berdebat alot Abu Aisha mengakui kesalahannya:D.hihi

Setelah menelphone Maak Pendekar dan mengatur titik pertemuan.Kita akhirnya sepakat bertemu di depan toko Palestina.Sebelumnya saya sudah melewati jembatan dan singgah di taman Seniorita.Menggoyang-goyang stroller supaya si nona Polandia cepat tidur. Alhamdulillah tertidurlah Aisha di stroller dan saya mulai petualang saya mencari Maak Pendekar.

Saat menuju toko Palestine saya dilambai-lambai dengan senyum manis oleh seorang ibu pengemis.Ini pertama kalinya saya bertemu dengan pengemis wanita paruh baya ini.Sebelumnya seorang wanita tua juga mengemis di depan sebuah toko persis dekat menuju jalan mobil.Dia duduk lebih tepatnya di salah satu sudut toko lengkap dengan kostum negeri kulkas juga.Saya juga bingung pertama kali kesini .

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: