Aku Dan Dia Diantara Negeri Empat Musim


Kala kata tak bisa terucap

 

Goresan titik akan menjadi huruf

 

Kumpulan kata menggumpal menjadi makna

 

Menggambarkan warna langit di negeri empat musim

 

 

Kami telah memilih peran

 

Pada lakon dunia yang melalaikan

 

Dia suami yang memimpin

 

Aku istri yang terpimpin

 

 

Sepakat dalam cinta dan cita- cita

 

Butiran salju memeluk langit

 

Kala tanda rahmat dari Sang Khalik memutih di jiwa

 

Hendaklah aku belajar pada keteguhan pohon di negeri empat musim

 

Berdiri kokoh tak terkalahkan

 

Pada semua kisah negeri empat musim yang telah berlalu

 

 

Aku gugur ke tanah tapi bukan menyerah

 

Bersemi kembali menandakan akhir sujudku telah selesai

 

Siapa hendak mencibir tentang aku yang dirantau

 

Kau ! Tak paham jalan rantau yang kulalui

 

 

Aku diantara cita- cita dan godaan kerinduan

 

Dia diantara kesabaran dan kelelahan yang di uji

 

Menangiskah aku pada rasa?

 

Bagaimana dia menatap arah saat guncangan menghadap langkah

 

 

Andai tak ada iman di hati

 

Kami hendak bercerai – berai

 

Segala puji kepada Tuhan Pemilik Rahman dan Rahim

 

Terkutuklah kata itu pada bisikan syaitan yang dilaknat

 

 

Sungguh Allah Yang Maha Besar

 

Aku dan dia terikat membali

 

Pada nuftah yang telah berbentuk

 

Dan ruh yang telah ditiup

 

 

Dialah Aisha Pisarzewska

 

Permata hati penerus mimpi

 

Peneguh cita- cita yang berserakan

 

Beginilah cara aku mengenang masa

 

Setelah empat musim berlalu

Jablonna 3 September 2012

 

Dalam Memoar Aisha Pisarzewsa Putri Sang Perantau

 
Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Aku Dan Dia Diantara Negeri Empat Musim

  1. menyentuh, salam kenal
    selamat atas perjuangannya semoga dilanggengkan 🙂

    Like

    • Salam kenal Saudara/saudari katacamar :).Terima kasih dukungannya .( mentang-mentang mau pemilu kata yang ada dikepala saya ya dukungan, doa dll 😀 ).

      Salam dari Norwegia 🙂

      Like

      • mbah kakung katacamar, ummu aisha. .salam dari pontianak

        Liked by 1 person

      • Salam hormat Mbah Kakung :).Maafkan ketidaksopanan saya dengan memanggil Mbah saudara.Tapi saya hanya mengharap bahwa blog saya ini bisa menjadi penghubung saya dan saudara-saudara saya di tanah air beta :).

        Salam kangen saya buat Bingka Pontianak tak lupa pula Lapis belacan dan ikan pedasnya 😛 .Ngiler dot kom.Terima kasih sudah follow blog saya, sudah saya follow back 🙂

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: