Tetangga Oh Tetangga


Hampir di semua catatan , saya tidak pernah menyinggung tentang tetangga apartemen .Hanya sekali di catatan ” Menginap Di Warsawa Jilid III“.Berasa hidup sendiri di Jablonna :).Jika di Indonesia tetangga sudah seperti saudara sendiri .Tidak dengan di Polandia.Saya bahkan tak tahu kalau ada tetangga yang punya bayi se umuran Aisha. Berarti saat hamil saya tidak sendiri :).Tapi perasaan cuma saya saja yang paling berisik di apartemen ( baca muntah -muntah ) .

 

Kalau anda ke Polandia , apalagi di Jablonna .Jangan terlalu heran kalau jumlah penduduknya berbanding lurus dengan jumlah anjing.Kok bisa maaak 🙂 ?.Di sini hampir setiap rumah atau apartemen memiliki minimal satu anjing.Memang maksimalnya berapa?.Saya bahkan pernah lihat segerombolan keluarga yang terdiri dari mama , tata , anak lelaki berambut pirang kira-kira berumur 10 tahun, gadis kecil bermata biru zamrud yang sedang menggendong anak anjing lucu berbulu putih keabu-abuan.Bayi laki-laki terlihat tidur di stroller di dorong oleh sang mama.Dan dua anjing bertubuh besar , berbulu lebat di tuntun oleh sang tata.

 

Bagaimana dengan tetangga apartemen. Kalau yang ini sudah jadi musuh bebuyutan saya dari sebelum hamil. Setiap melihat saya , anjing hitam dengan garis-garis putih di beberapa bagian tubuhnya selalu mendekati saya . Atau dengan bahasa permusuhan bisa saya anggap ini sebagai penyerangan mendadak :). Abang….tolong ini ada anjing galak !.Gak tanggung-tanggung rok saya pernah di gigit, ditarik-tarik. Memang neng gak melawan?. Gugup ya iyalah.Tapi dalam keadaan terdesak sepatu boot dengan bagian depan yang agak moncong sampai juga ke tubuh si hitam putih .Yang membuat saya semakin kesal, sang empunya datang dengan gaya terburu-buru sambil mengatakan “Przepraszam Pani to pies po prostu chce się bawić z tobą ” ( maaf pani anjing ini hanya ingin bermain-main dengan anda)”.What?!!!…Enyahlah kau dari hadapanku binatang!. Hampir saja suara saya akan keluar seperti itu kepada pemilik anjing.Hmm …..bukan , maksud saya anjingnya.

 

Bingung juga saya mengartikan makna tetangga di sini.Sungguh jauh berbeda bagaikan langit dan bumi kalau di bandingkan di Indonesia. Di sini prinsip tidak boleh mencampuri urusan orang lain terlihat jelas. Tapi anda juga tidak boleh mengganggu kenyamanan hidup tetangga.Siang-malam suara si hitam sudah seperti lagu musik rock yang menghancurkan kenyamanan hidup saya.Subhanallah …..Maaaaaak! saya rindu suara ayam berkokok bukan suara si hitam putih menggonggong.Saya jadi ingat hadist bahwa Rasulullah Saw bersabda “ Apabila kamu mendengar anjing menggonggong dan mendengar keledai meringkik mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya mereka melihat apa yang tidak kamu lihat. ( HR. Abu Dawud ). Dan hadist Rasul yang lain ” “Apabila kamu mendengar ayam jago berkokok (di waktu malam), mintalah anugerah kepada Allah, sesungguhnya ia melihat Malaikat. Tapi apabila engkau mendengar keledai meringkik (di waktu malam), mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan syaitan, sesungguhnya ia melihat syaitan.”( HR.Bukhari dan Muslim).

 

Nah begitulah keadaan saya kalau sendirian di Jablonna.Gak takut? .Alhamdulilah udah biasa justru saya lebih takut kepada setan manusia.Apalagi sebelum senja menjelang magrib. Saya selalu mengecek semua pintu. Baik pintu apartemen , jendela-jendela yang menghadap ke tempat parkir mobil dan satu jendela kecil di bagian dapur yang berfungsi sebagai ventilasi ruangan.Sudah seperti jadwal rutin tiap hari .Padahal di Indonesia saya termasuk yang selalu lupa mengunci pintu.Sejak tinggal di Jablonna dan di tinggal kerja oleh Abu Aisha saya belajar lebih mawas diri.Bukan apa- apa . Ini Polandia.Walaupun sering ada polisi malam , tapi kita tak pernah tahu kejahatan manusia. Apalagi dengan bebasnya alkohol di perdagangkan disini.Kalau anda ke Polandia anda harus bisa menerima realita bahwa dalam kehidupan ada sisi baik dan juga sisi buruk manusia.

 

Apa saya tidak pernah memberanikan diri untuk bertandang ke apartemen tetangga dan mengajak ngobrol?.Saya tidak tahu budaya di negara Eropa yang lain , tapi kalau di Polandia anda tidak bisa sembarang bertamu ke rumah atau apartemen orang tanpa membuat janji terlebih dahulu.Mertua sayapun jika akan berkunjung, terlebih dahulu beliau akan menelphone saya.Sebenarnya ada baiknya juga biar si empunya rumah bisa mempersiapkan diri tapi kalau seketat ini mana bisa saya bernafas maaaaaak ! .Bukankah Rasulullah Saw telah bersabda “Tetangga itu ada tiga macam: tetangga yang hanya memiliki satu hak, yaitu orang musyrik, ia hanya memiliki hak tetangga. Tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang muslim: ia memiliki hak tetangga dan hak Islam. Dan tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu tetangga, muslim memiliki hubungan kerabat; ia memiliki hak tetangga, hak Islam dan hak silaturrahim.” ( H.R At Tabrani ) .

 

Kehidupan sosial di Polandia bisa di sebut sangat merana.Masing- masing sibuk dengan urusannya masing – masing .Saya akhirnya sampai pada kesimpulan subjektif bahwa inilah alasan mengapa banyak orang tua berakhir di panti jompo.Sebuah akhir kehidupan yang menorehkan luka , bukan saja pada generasi saat ini tetapi juga akan dikenang oleh sejarah peradaban .Beginilah cara pandang manusia modern. Inilah kemajuan yang di banggakan di Barat. Dan kini di puja -puji di Timur. Bukankah sudah seharusnya orang tua kita sayangi dan memberi rasa nyaman di tengah kesibukan kita yang terlihat padat ? . Sungguh kasih mereka tak akan mampu dibalas.Bukankah Allah Swt memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita ketika masa tua mereka telah datang?.Ah, saya mengerti kami berbeda keyakinan. ” Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Qs. Al-Israa: 23)

 

Saya dan Abu Aisha sungguh berada dalam dilema.Indonesia seharusnya menjadi tujuan. Tapi saya sendiri tak sanggup melihat suami saya menjadi orang asing di negeri istrinya. Dengan perbedaan budaya, fasilitas, dan prosedur serta iklim yang belum tentu cocok dengan Abu Aisha( Abu Aisha setiap berkenjung ke Indonesia pasti bawa oleh -oleh kalau bukan batuk pasti diare ) . Saya siap pulang kampung , tapi bagaimana Abu Aisha dan Aisha beradaptasi di Indonesia ( insha Allah selengkapnya dalam Dwilogi ” Mengenang Masa , Aisha Pisarzewska Terlahir dan Dibesarkan) .Saya kemudian memilih mengalah , bersama Abu Aisha berjalan menapaki takdir yang telah Allah gariskan.

 

Anda pasti bertanya -tanya dalam hati . Apakah di musim dingin binatang ini akan tinggal di rumah?.Ternyata……… Anda salah besar. Jangankan anda saya sendiri juga takjub.AjeeeeeGileeeeeee. Anjing juga punya kostum musim dingin lengkap dengan topi dan syal . Jadi selama saya di Jablonna saya harus terbiasa atau lebih tepatnya pasrah menerima keadaan. Subhanallah…….Maaaaaaak . Ikat semua anjing itu !.Kalau saya di ijinkan berteriak pasti sudah saya umumkan di kantor administrasi Jablonna . Lagi- lagi saya harus pasrah. Saya belum bisa menulis dengan lancar huruf – huruf Polandia yang meliuk seperti ular atau huruf A yang memakai mahkota kala menyatu dalam kata. Lantas saya sudah bisa apa ?.Saya sudah bosan mengangguk -nganguk tanda mengerti . Bahasa Polandia saya selalu berakhir dengan kalimat ” nie rozumies po polsku ” , bisa anda bicara dengan bahasa inggris? Atau kalau tidak bisa ya sudahlah .Mari kita pulang ke apartemen.

 

 

Saat cuaca diluar tidak terlalu dingin , kami biasanya berjalan -jalan ke hutan kecil di Jablonna yang dekat dengan apartemen.Saya heran , ada beberapa sosok manusia di jalan tapi saya yang selalu di kejar anjing. Lagi -lagi saya harus bersembunyi di ketiak Abu Aisha .Subhanallah………..Maaaaaak saya ingin pake cadar saja sekalian .Tapi…………., pasti kami harus sering -sering ke kantor polisi, berurusan dengan kedutaan perihal kartu identitas dan keharusan untuk menampakan wajah di setiap dokumen penting. Apalagi setelah banyak kasus muslimah bercadar di Prancis. Polandia memang damai , tapi pengaruh media yang buruk bisa merusak , mencuci dan memasukkan pemikiran yang baru yang menambah kerusakan.

 

 

Ada satu tanda tanya besar dan selalu saya nyanyikan di telinga Abu Aisha ” Jablonna ini bersih dan cantik sekali tapi mengapa kotoran anjing ada di setiap sisi trotoar ? ” .Abu Aisha menjawab dengan enteng ” anjing gak punya toilet “. Kalau jawaban itu saya juga tahu Bang! . Kalau kami berjalan – jalan apalagi pada musim salju.Semua kotoran tertutup . Alhasil anda harus hati – hati. Saya selalu memperingati Abu Aisha saat kami berjalan -jalan ” awas ada ranjau Bang ! ” ( istilah yang saya pakai untuk menggantikan kata kotoran anjing ).Sampai sekarang ini satu -satunya kata dalam bahasa Indonesia yang di hapal kuat oleh Abu Aisha selain apa kabar? , baik, makan , dan minum) .Kadang saat saya sudah tak menemukan kata yang cocok untuk menggambarkan sesuatu, maka keluarlah kata- kata buatan saya sendiri . Dari pada otak saya pusing menyusun kata- kata penjelasan . Satu kata bisa mendamaikan dunia 🙂 . Alhamdulillah kami akhirnya pulang ke apartemen dengan selamat.

 

Begitulah tetangga saya di Jablonna .Kami berpapasan . Berbasa-basi ala Polandia ” chesz” ( baca ces) dan kemudian masuk ke ruangan apartemen masing-masing.Subhanallah kalau tiap hari begini maaaaaaak, bagaimana saya bisa maju? .Beginilah yang saya rasa.Saya juga ingin bersosialisasi tapi bukan untuk bergosip.Sudah saya paksakan diri saya ini tapi mungkin belum maksimal.Maklum masih pemula.Apalagi pengucapan huruf Polandia yang saya dengar pertama kali seperti orang yang serius kumur-kumur.Subhnalllah…Maaaaaak saya sudah tak bisa dipisahkann lagi dengan Abu Aisha . Sudah tak bisa kemana – mana tanpa penerjemah tersumpah :). Abu Aisha namanya.

 

 

To be continued………..

Abu Aisha mendorong stroller

Abu Aisha mendorong stroller

Ummu Aisha narsis terus :)

Ummu Aisha narsis terus 🙂

 

 

 
  • Raidah Athirah
     
Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: