Mesjid Warsawa tempat kami melepas rindu

 

Mesjid Warsawa terletak di Wilanów ulicy Wiertniczej 103 Warsawa. Dulunya adalah villa yang kemudian dibeli dan direnovasi serta di ubah fungsi menjadi mesjid ( lihat foto ). Catatlah alamat ini dengan jelas karena kau tidak pernah tahu kapan mimpi menguatkanmu dan doamu di terima di langit .Kala takdir membawa langkahmu ke Eropa . Kau harus datang ke Warsawa. Ke Mesjid ini . Tempat yang paling baik yang harus kau kunjungi sebelum matamu terpesona dengan keindahan Warsawa.

 

Warsawa mungkin tidak sepopuler Istambul di Turki , Paris di Prancis , Roma di Itali, kota London di Inggris atau sefamiliar Oslo di Norwegia dan beberapa kota terkenal di Eropa yang menjadi tujuan para turis.Tapi bagi saya Warsawa punya cerita, punya sejarah yang tidak akan pernah saya lupa dari ingatan. ( baca kisah lengkap dalam catatan ” Menginap di Warsawa Jilid I , II, dan Jilid III ) .

 

Warsawa itu ibu kota Polandia. Iya benar. Tapi anda tak bisa membandingkan Warsawa dengan ibu kota negara kita Jakarta. Sedikit memiliki persamaan tapi sangat jauh berbeda. Warsawa memiliki bangunan – bangunan besar bergaya arsitektur jaman dulu , ada juga gedung – gedung besar seperti di Jakarta tapi tidak se-arogan Jakarta.Tertata rapi disepanjang pemandangan khas ibu kota. Saya dan Abu Aisha sering ke Warsawa. Seperti kunjungan rutin 🙂 . Beli beras dan bahan makanan ala Indonesia ada di Warsawa, urusan izin tinggal harus ke Warsawa ( insha Allah selengkapnya dalam catatan ” Kantor Imigrasi Dwüga , Saya Siap Di Wawancara ” ), mengunjungi kedutaan Indonesia kaki kami haruslah melangkah ke Warsawa . Jika ingin melepas rindu dengan sesama warga Indonesia di Polandia kami tak boleh lupa Warsawa ( Insha Allah tergambar dalam catatan ” Idul Fitri Tampa Ketupat” ) .

 

Warsawa bagai gadis cantik yang menggoda iman.Warsawa memang cantik , tidak di polespun kota ini telah mempesona.Merayu setiap yang datang agar berlama-lama duduk di taman kota , kala bunga -bunga penuh warna menggoda ingin mendekat ( lihat pada gambar bunga-bunga di Szkolka Krzewöw Ozdobbnych ) .Ingin anda tinggal selamanya.Tapi anda harus ingat bahwa anda hanya sebentar disini.Seindah apapun Warsawa anda harus pulang ke rumah , atau kala anda bingung di perjalanan datanglah ke mesjid Warsawa.Agar anda dapat bertemu dengan berbagai saudara seiman yang bisa menasihatimu saat kau terlena dengan keindahan yang fana.

 

Kalau anda menyusuri Warsawa, di Centrum ada trambway ( semacam bus listrik ) , saat anda turun dari trambway mata anda akan menoleh pada seorang pemuda tampan bermata biru yang memainkan biolanya dengan sepenuh hati mengharap setiap recehan zloty.Ini sedikit gambaran di musim panas. Saya tak perlu menggambarkan bagaimana gadis – gadis Polandia berambut pirang berumur belasan tahun dengan penuh aksesoris tertawa riang di sepanjang jalan.Subhanallah……, kalau anda belum menikah saya khawatir anda tergoda di Warsawa kala anda datang sendiri.

 

Sebelum kakimu melangkah ke mesjid di kala musim gugur datang , maka di sepanjang jalan yang kau lewati akan kau saksikan lukisan alam yang tidak pernah berubah di sepanjang musim gugur .Daun-daun yang berubah menjadi kekuningan, sebagian bahkan berwarna orange, dan merah yang teduh . Semuanya serempak tunduk pada hukum Allah .Berguguran .Jatuh ke tanah sebagaimana tempat terbaik makhluk harus kembali.Tidak ada kesedihan , tidak juga rasa kecewa bahwa pemandangan ini akan selamanya di sini .Nanti akan tiba masa di mana seluruh daun-daun yang berserakan di tanah tidak akan dibiarkan sendiri. Salju akan turun menyelimutinya .Begitulah hikmah yang saya ambil di setiap perjalanan ke mesjidWarsawa.Tidakkah kau ingat akan firman Allah SWT : ” Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. al-An’aam [6] : 59)

 

Saya tidak akan selamanya muntah -muntah.Begitulah saya menghibur diri di sepanjangan perjalanan. Di musim ini Aisha Pisarzewska Putri Sang Perantau terlahir .Musim gugur yang bersejarah.Musim yang Allah pilih untuk saya menjalani peran sebagai seorang ibu. Sekolah pertama tempat anak-anak seharusnya di didik.Jalan ini tidak mudah tapi Allah Tuhan Semesta Alam tak akan membiarkan hambanya tersesat kala doa selalu di panjatkan .Bukankah sugar itu di telapak kaki ibu ? . Iya , tapi sebelum kita menjadi benar – benar seorang ibu ada proses yang bernama kehidupan . Tempat kita di uji , di didik , dilatih dan pada akhirnya kita harus berserah diri kepada Yang Maha Memiliki . Agar kau memahami rahim yang luka tidaklah sia -sia.

 

Saya sudah menceritakan tentang dua musim yang terlewati.Musim dingin berwarna putih suci dan langit yang berwarna abu -abu. Dan musim semi yang mengulurkan harapan bahwa kesedihan akan berubah menjadi tawa , kesabaran akan berbuah pahala dan mimpi – mimpi akan menjadi kenyataan . Begitulah yang terlihat pada pepohonan yang menghijau, tanah -tanah yang basah oleh rahmat dari langit. Hujan telah membasahi bumi . Di Warsawa semuanya telah terlukis dengan baik.

 

Kalau anda tidak suka dengan keramain kota Warsawa . Mari saya ajak anda menyusuri sisi – sisi Warsawa .Beginilah saya dan Abu Aisha menghibur diri , kami tidak hendak menghapus luka . Karena kami tidak pernah terluka, kami hanya sedikit lelah di perjalanan . Sebagai suami -istri dengan perbedaan budaya yang cukup jauh kadang kami tak sepaham , tapi kami belajar bahwa Allah telah menyatukan kami untuk menyusuri perjalanan hidup bersama.

 

Ketika salah satu diantara kami hendak menyerah, ada tangan yang siap merangkul. Ketika gelas jatuh dan pecah . Tidak seharusnya kita menjadi marah . Kita bisa membeli yang baru atau membuangnya di tempat sampah . Tapi saat lisan kita saling menghujat. Subhanallah kala itu hati kita akan menjauh .Ruangan rumah akan terasa sempit. Dan kata cinta yang sering kita puja lenyap tak terbukti . Kami meletakkan Allah di hati kami . Tempat seharusnya cinta sejati di beri.Bukankah jantung kita hanya satu ?.Kepada Allah Tuhan Yang Maha Memiliki Hidup Dan Mati . Setiap helaan nafas yang terhembus di perjalanan kehidupan harus kau syukuri.Beginilah cara saya dan Abu Aisha memandang cinta.

 

Anda harus menikah. Saat takdir membawa anda bersama ke Warsawa . Lupakan tentang Centrum barang sejenak .Ada keindahan lain di Warsawa.Ogröd Botaniczny tempat semua bunga alam berada.Jika anda bosan berjalanlah beberapa langkah akan terlihat dengan jelas papan nama dengan tulisan “ Royal Łazienki” . Disini akan kau temui museum yang di penuhi dengan lukisan bergambar raja -raja Polandia, patung-patung besar di setiap bangunan kastil. Kami tidak mengagumi ini . Ada taman indah yang ditengahnya miniatur air terjun di bangun. Burung-burung yang mendekat tampa ketakutan.Sesekali saya melempar beberapa roti kering ke arah angsa putih , melupakan kegugupan saya dan mulai bersyukur.Abu Aisha memandang bahagia. Sudah lama memang saya tidak seceria , tersenyum lepas , dan bersemangat seperti di awal tahun pertama kami menikah.

 

Mengapa saya melukiskan Warsawa pada anda ? . Agar anda tidak sepolos saya saat pertama kali berada di Warsawa. Agar anda tahu tempat pertama yang harus anda tuju kala berada di Warsawa. Saya sudah pernah menyarankan pada anda jangan datang di Polandia pada musim panas. Kalau anda ingin damai di hati datanglah pada awal musim gugur ( insha Allah akan saya ceritakan dalam catatan ” Musim gugur di akhir perjalanan ” ).

 

Mesjid Warsawa memanglah kecil , tapi mesjid ini menjadi sejarah awal perjalanan para mualaf Polandia dimulai. Bersyahadat dan kemudian mengawali perjalanan hidup sebagai seorang muslim.

 

 

To be continued……..

Tampak samping mesjid

Tampak samping mesjid

Tampak dalam mesjid Warsawa

Tampak dalam mesjid Warsawa

Szkolka Krzewøw Ozdobbnych( dalam taman ) gak bisa ambil foto karena saya sudah muntah - muntah maaaak :)

Szkolka Krzewøw Ozdobbnych( dalam taman ) gak bisa ambil foto karena saya sudah muntah – muntah maaaak 🙂

Tampak depan mesjid

Tampak depan mesjid

Ummu Aisha dan Aisha di dalam mesjid Warsawa

Ummu Aisha dan Aisha di dalam mesjid Warsawa

Tampak depan Royal Wajienki

Tampak depan Royal Wajienki

Syeik Nizzar . Imam mesjid Warsawa

Syeik Nizzar . Imam mesjid Warsawa
 
Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: