Memoar Aisha Pisarzewska Putri Sang Perantau


  • Saya menulis catatan ini sebagai pengingat sekaligus mengenang hari kelahiran putri saya ” Aisha Pisarzewska ” .Apakah sebegituh istimewa kah ? πŸ™‚ .Bagi saya menulis catatan ini seperti menelusuri setapak demi setapak jalan yang telah Allah karuniakan kepada saya untuk selalu bersyukur,bertafakur ,dan belajar, ya belajar dalam kehidupan terutama saat momentum bersejarah itu datang ,kelahiran putri kami tercinta Aisha Pisarzewska .

Β  Β Saya seperti layaknya calon ibu yang lain ,namun setiap orang punya cerita dan ini adalah cerita saya.Di minggu -minggu pertama kehamilan saya tidak tahu kalau saat itu saya sedang hamil,saya dan Abu Aisha ( saat itu saya masih panggil abang πŸ™‚ bukan abang bakso ya .Kami biasa jogging pagi walaupun kondisi jalan penuh salju tapi semangat jalan terus ( biasa target pasangan muda itu harus terlihat mesra πŸ˜€ ( kamus kami ), jadilah kami jogging di area hutan Jablonna nama tempat tinggal kami di Polandia setiap hari .SubhanAllah kondisi jalan penuh salju ,kalau ditanya bagaimana perasaannya jogging di atas tumpukan salju ? jawabannya tumpukin aja es serut trus pake sepatu boot dan berlarilah anda diatasanya πŸ˜€ pasti jawabannya Allahu Akbar very beautiful feeling,amazing and dll πŸ™‚ hehe nah begitulah kondisi saya dan saya tidak tahu kalau saya sedang hamil plus Abu Aisha seperti mentor senior yang dengan telaten menyemangati saya untuk jogging πŸ™‚ .Hasilnya pulang -pulang langsung muntah muntah,masih belum sadar kalau saya sudah tidak berbadan satu alias hamil πŸ™‚ La Haula Wala Quata Illah Billah.

Β  Besoknya kita masih ke Warsawa ber -bus ria ( maklum pasangan mudah belum punya kelebihan rizki buat beli mobil ).Keadaan masih terkendali ,saya cuman merasa mual yang saya kira mungkin masuk angin hasil dari jogging kemarin.Saya dan Abu Aisha seperti pasangan kakak -beradik ( hal ini dikarenakan saya megang terus tangan Abu Aisha ) alasannya saya sudah mulai merasa kadang kadang kepala saya pusing tapi karena saya masih terbius dengan indahnya kota Warsawa ibukota Polandia yang dulu jaman sekolah selalu ingat buku sejarah pakta Warsawa πŸ™‚ heheh .Alhamdulillah dengan izin Allah melalui pernikahan kaki saya melangkah ke kota ini Warsawa .

Saat di Warsawa saya seperti anak kampung dengan segudang kepolosan,kenaifan, kekaguman , dan entahlah pokoknya cuman ini yang bisa saya gambarkan πŸ™‚ kata -kata yang lain terserah yang baca :D.hehe.Dalam hati SubhanAllah ini cewe -cewe bidadari semua ya ( efek mengagumi bule belum hilang walaupun sudah menikah dengan Abu Aisha ,bekas-bekas mental jajahannya masih ada dalam diri saya πŸ˜€ ) .jadi mata saya masih terus terpesona dengan bangunannya yang unik ( tkpnya nyusul alasan dulu ya karna belum nemu foto yang pas terlalu banyak foto bangunanannya hehe ),manusianya yang cakep heheh maklum belum hilang ya efeknya tapi saya jaga pandangan loh ( takut Allah plus malu klo udah nikah πŸ™‚

Β  .Sehabis berkeliling Warsawa jalan-jalan ampe kaki udah berasa mati rasa karena dingin sekali SubhanAllah .Pulangnya kami gunakan Bus Khusus yang gak muter-muter Warsawa tapi langsung ke alamat rumah :).Saat dalam Bus saya sudah mulai merasa pusing,kepala berat dan seperti mau pingsan.Saat sudah tiba Abu Aisha keluar duluan trus satu cewe Polandia,saya masih megang sisi -sisi kursi.Abu Aisha awalnya mengira kalau saya dibelakangnya,dan Tiada Daya Dan Kekuatan Melainkan Kepada Allah Semata tempat berlindung ” ,saat saya melangkah ,kepala saya sudah berat sekali,pusing gak bisa melihat dengan jelas, jadilah saya jatuh berguling-guling ( bukan terjun bebas ya πŸ˜€ ) dari atas Bus sampai ke trotoar ( untuk informasi Bus Khusus /privat di Polandia kondisinya kayak Bus Damri di Indonesia cuman tangga naik keatasnya lebih banyak, dan saya dalam keadaan hamil yang belum diketahui atau belum dimengerti maklum masih jiwa ABG ) :(.Abu Aisha terkejut plus bingung ) saya mah sudah tidak berdaya alias setengah sadar masih dengar percakapan Abu Aisha dan cewe Polandia yang turun pertama tadi untuk manggil Ambulance ,sopir Busnya juga khawatir plus ketakutan ( khawatirnya klo ada apa-apa sama saya dia bisa di penjara ).Saya pas sadar dibilangnya gini ” Pani ,you are not sick but look like pregnant ” πŸ˜€ ( heheh momen inipun saya dan Abu Aisha masih belum sadar kalau saya sudah hamil ).

Β 

To be continued……..

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: