Izin Cuti Telah Selesai


Mimpi saya tentang keinginan pulang selalu menggoda di angan .Ingin saya paksakan hasrat saya ini kepada Abu Aisha .Apalagi izin cuti Abu Aisha sudah berakhir . Syaitan hendak menipu saya dengan angan – angan bahwa jika saya pulang dan melahirkan di kampung halaman semuanya akan baik -baik saja.Alhamdulillah betapa pentingnya memiliki ilmu .Walau sedikit yang diingat namun akan menjadi cahaya untuk meneguhkan iman kita di perjalanan kehidupan. Bukankah Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Allah dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, ‘Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu’ Akan tetapi katakanlah, ‘QaddarAllahu wa maa syaa’a fa’ala, Allah telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya’. Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim).

 

Mengapa saya tidak mengingat cinta ?. Kata ini terlalu manis untuk disandingkan dengan realita yang hadir di antara kami. Saya tetap ingin pulang. Dari hari ke hari keinginan ini semakin tak terbendung. Apalagi setelah cuti Abu Aisha berakhir. Saya semakin dilanda kekhawatiran. Saya belum benar – benar sembuh.Berjalan pun saya masih tertatih . Siapa yang akan membantu saya kalau ada hal yang tak terduga terjadi . Pada siapa saya hendak meminta tolong. Mertua saya tinggal agak jauh dari apartemen kami . Jaraknya seperti dari Depok ke Jakarta.Perlu waktu untuk sampai ke apartemen kami.Saat Abu Aisha pulang dari sholat jumat saya sudah menyiapkan kalimat – kalimat penjelasan untuk meyakinkan Abu Aisha bahwa sebaiknya saya melahirkan saja di Indonesia .Dan waktu itu pun tiba.

 

Dengan air mata yang hampir tumpah.Saya duduk di samping Abu Aisha hendak menyatakan angan-angan saya.Suara saya mendadak hilang .Keberanian saya runtuh. Kalimat -kalimat panjang yang sudah saya persiapkan dari tadi buyar entah kemana.Saya terkejut dengan pernyataan Abu Aisha. ” Insha Allah saya bekerja di musim panas ini buat tabungan supaya kita bisa ke Indonesia, tapi kita harus berkonsultasi dulu dengan dokter Kataryna , kau dibolehkan terbang dengan kondisi kehamilan seperti ini atau tidak ( muntah-muntah ) “, Ujar Abu Aisha . Ini bukan novel saudara ! Ini kisah perjalanan kami.

 

 

Mengapa saya selalu menyebut kata ini disetiap cerita.Ingin pulang. Kalau ada yang pernah tinggal jauh dari keluarga . Pergi merantau , baik karena studi maupun ikut suami ataupun alasan pekerjaan . Tentu sudah bisa menggambarkan rasa, sekuat apa mereka bisa bertahan di negeri orang.Terlepas dari perjalanan merantau itu akan memberikan warna, pada akhirnya akan mengajarkan tanggung jawab sekaligus kemandirian yang tidak bisa di dapat oleh orang – orang yang menyukai kenyamanan rumah di tanah air.Takdir membawa saya kesini .Di negeri yang banyak orang dari negeri saya terkagum – kagum. Subhanallah begitulah sifat manusia. Rumput tetangga memang terlihat jauh lebih hijau.

 

Musim semi telah berlalu diganti dengan musim panas yang selalu dinanti. Bunga – bunga yang mekar , bersanding asri dan bersih di taman kota Jablonna.Beberapa pohon apel di perumahan warga Polandia sudah berbuah lebat. Jatuh berhamburan tak ada yang peduli. Ah…,alangkah mubajir ! .Ujar saya dalam hati. Kalau di kampung halaman mungkin sudah tak tersisa. Ingatan saya melangkah ke masa kanak – kanak saya di Maluku . Beta rindu pulang …..Ucapan hati saya dalam dialeg Ambon . Pantai Natsepa , pulau Pombo ( pulau kecil yang terpisah dan terapung di laut kepulaun Haruku tepatnya berada di desa Kailolo ) dan semua keindahan surga tanah kelahiran saya tergambar di mata . Pasir putih terhampar luas dan tawa riang masyarakat yang bebas , lepas . Mata saya berkaca – kaca .Bagaimana saya melepas rindu ?.

 

Alangkah indahnya Polandia . Bangunan ber asistektur unik dan bersejarah.Taman – taman kota yang tertata apik mempesona.Gereja – gereja tua yang berkuba seperti layaknya banyak mesjid di Indonesia. Tapi ini Polandia. Negeri dengan jumlah penduduk penganut katolik terbanyak.Dibandingkan dengan negara Eropa lainnya Polandia adalah negara Eropa dengan statistik jumlah muslim yang sedikit.( insha Allah akan saya ceritakan dalam catatan Ramadan di Jablonna ) .

 

Mengapa saya tidak melupakan saja kerinduan saya dan hidup bahagia ?. Indonesia itu negeri saya .Selamanya terpatri di hati . Mengalir dalam darah .Kini saya memendam rindu setelah jauh dirantau . Begitulah manusia .Saat ada tidak disyukuri ketika telah menjauh ,hanya kepedihan yang tersisa di kalbu.Akan saya ceritakan pada calon anak kami . Agar dia tidak lupa dari mana mamanya berasal. Aisha Pisarzewska inilah putri kami.muslimah kecil dengan dua perpaduan darah dan benua , tapi menyatu dalam satu keyakinan orang tuanya.Kami satu-satunya keluarga muslim kecil di Jablonna .

 

 

Saya sudah bisa berjalan tapi belum berani keluar rumah.Memasak saya belum bisa. Lagi – lagi indra penciuman saya bekerja lebih dari batas normal. Saya tidak bisa mencium bau kopi ( yang belum baca kembali ke catatan sebelumnya ^_^ tentang Anti Aroma kopi ).Bau dari dapur pun saya hindari.Jika saya berani ke dapur maka tamatlah kenyamanan hidup saya hari ini .Subhanallah…. Maaaaak , hamil macam apa ini ? 😀 Kata Abu Aisha saya punya dua hidung. Tak ayal Abu Aisha pernah kena marah saat berbaring di dekat saya .” Abang….., kau belum mandi ya ?” . Tanya saya pada Abu Aisha .Suami saya sudah banyak sekali jadi korban praduga saya 😀 . Lagi – lagi alasannya bawaan orok ini mah .

 

Alhamdulillah satu persatu fasilitas di rumah kami mulai terpasang.Mesin cuci piring sudah diinstal. Abu Aisha sudah bosan nyupir alias nyuci piring :D. Saya masih tetap nyonya rumah.Walaupun begitu saya harus bersiap -siap ditinggal karena izin cuti Abu Aisha selesai. Jaringan internet sudah dipasang.Alhamdulillah akhirnya saya bisa kembali ke dunia 🙂 . Memang selama ini kemana aja nona manis? 🙂 .Rumah sakit di Warsawa dan apartemen di Jablona. Itu tempat saya .

 

Dua hari sebelum Abu Aisha berangkat kerja ke Norwegia.Saya diajak jalan- jalan kelilingJablonna dan singgah di apartemen mertua saya di Legionowo. Kami duduk di taman kota yang sudah mulai direnovasi menyambut Piala Euro 2012.Saya sedikit gugup melihat orang yang berlalu lalang. Sesekali mereka menoleh ke arah kami .Anak-anak remaja memandang saya ketika melewati taman itu.Mungkin karena sudah lama saya tidak melihat keramaian atau karena pengaruh lamanya saya terisolasi di rumah sakit dan apartemen.Wah berarti Pani Pisarzewska sudah tidak muntah ya?.Oh , jangan salah. Tas kresek teman setia menemani . Letaknya tersembunyi di samping tempat duduk kami :). Mata kami serempak menangkap sosok sepasang remaja Polandia di depan kami. Tanpa malu – malu ataupun risih , mereka berciuman . Astagfirullah 😦 . Pemandangan macam apa ini?.Ya beginilah Eropa. Negeri yang di puja-puji oleh orang – orang di tanah air.

 

Musim panas ini indah tapi mata saya masih tidak sanggup melihat realita. Saya berada di Eropa. Ini di Polandia.Gadis-gadis cantik dengan pakaian minim bahkan ada yang hanya ( maaf ) memaki bra saja terlihat berlalu -lalang di depan kami.Abu Aisha mengingatkan saya agar jangan memandang ataupun menoleh ke arah mereka.Fitnah itu di depan mata. Ya Allah……Bumi yang mana tempat kami memupuk iman dan Islam? . Ramadan sudah di mata . Saya masih di Jablonna . Abu Aisha kembali bekerja.

 

To be continued….,,,,,,,

 

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: